Anak Kita Butuh Vitamin A

Yayasan Kita dan Buah Hati
Serial Parenting #28 – Peran Ayah

Adalah Steve Job, pendiri Perusahaan Raksasa Apple. Dalam biografi yang ditulis oleh Walter Isaacson (yang juga penulis Biografi Albert Einstein), diceritakan bagaimana kehidupan pribadi Steve Jobs. Steve Jobs adalah seorang laki-laki campuran Suriah-Amerika. Ayah kandungnya yang bernama Abdulfattah Jandali adalah seorang profesor ilmu politik dan ibunya yang berkebangsaan Amerika Serikat, Joanne Schieble, adalah seorang ahli patologi bahasa pidato.

Steve Jobs dibesarkan oleh orangtua angkatnya, Paul Reinhold Jobs dan Clara Jobs. Sejak kecil Jobs tahu bahwa orangtua yang mengasuhnya bukanlah orangtua kandungnya. Namun, mereka berdua sangat menyayangi Jobs. Berkat kasih sayang mereka yang begitu besar, Jobs tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan percaya diri. Jika ada orang yang menyebut Paul dan Clara dengan sebutan “orangtua angkat”, tak segan Jobs akan membalasnya dengan berkata, “mereka, 1 juta persen adalah orangtuaku”.

Dalam pengasuhan keluarga Paul, Jobs diberi kesempatan untuk bereksperimen dan bereksplorasi apapun yang menjadi minatnya. Mereka terus memfasilitasi Jobs keterampilan yang tidak pernah mereka tahu bahwa itu akan memberikan kontribusi bagi Jobs dalam menciptakan warisan pada dunia.

Paul adalah orang pertama yang mengenalkan Jobs pada dunia elektronika. Paul pernah menjadi seorang montir yang cerdas. Ia memperbaiki mobil rusak yang kemudian ia jual kembali sehingga mendapat uang lebih banyak. Ia acapkali mengajak Jobs ketika membetulkan mobil-mobil tersebut. Saat ini lah Jobs mulai mengenal dunia permesinan dan elektronika.

Ketika ia memimpin Apple, ia adalah seorang pemimpin yang visioner, idealis, kreatif, dan pantang menyerah. Ia adalah inovator ulung, terlihat dari produk-produk Apple yang merupakan hasil penemuan baru, bukan mencontoh atau menambahi fitur produk pesaing.

Berdasarkan wawancara Walter Isaacson terhadap keluarga dekat, kolega, partner, pesaing, dan musuhnya, ada satu kekurangan Jobs yang paling menonjol. Jobs adalah orang yang sangat pemarah. Dan dari semua orang yang diwawancari oleh Walter Isaacson, sifatnya yang meledak-ledak dan emosional ini akibat dari perasaan marah pada orangtua kandungnya. Ketika Jobs diminta pendapatnya tentang orangtua kandungnya, ia hanya mengatakan, “Mereka tak lebih dari bank sperma dan sel telur belaka”. Di akhir hayatnya Jobs mengakui bahwa ada perasaan ‘terbuang’ dan ‘tidak diterima’ di lubuk hatinya yang terdalam.

Ada ruang dalam hati seseorang yang tidak bisa digantikan oleh siapapun. Ruang itu adalah milik orangtua kandung. Meski Jobs mendapatkan pengasuhan yang sangat baik dari keluarga Paul, kehampaan yang ia alami tak bisa dibohongi. Kehampaan yang berbuah kemarahan. Hingga akhir hayatnya Jobs tidak pernah bertemu dengan ayah kandungnya.

Ayah bukan hanya pencari nafkah. Lebih dari itu, ia adalah pengisi ruang jiwa yang tak tergantikan.

Namun, ada satu kondisi dimana posisi ayah menjadi dilema. Ketika ia harus terlalu lama di luar rumah dan hampir tak punya waktu untuk bermain dengan anaknya, demi menjamin pendidikan terbaik dan masa depan keluarga. kadang keadaan tidak memberikan pilihan. Jika tak bekerja lebih lama, anak tidak bisa sekolah atau bahkan tidak bisa makan.

Dibalik perjuangan itu, selalu sempatkan kecup kening anak kita sebelum pergi bekerja. Jadikan waktu-waktu yang tersisa menjadi waktu yang akan terus dikenang anak kita. Bicara lebih tenang dan penuh kasih sayang. Lepas anak kita dengan pelukan.

Nilai kehidupan yang ayah katakan, jauh lebih dalam tertancap pada jiwa anak karena ‘langka’nya kesempatan berbicara. Selalu luangkan waktu untuk memberi arahan dan nasehat. Meski sempit pertemuan, selalu selipkan nama anak-anak kita dalam ibadah kita, semoga ia bertemu di ruang doa.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s