Pendidikan Yang Tak Dibutuhkan

Oleh Johan Wahyudi Saat SD tahun 80an, guru mengajarkan pendidikan kewirausahaan di sekolah. Bentuknya asyik, yakni beternak ikan, ayam petelor, dan bercocok tanam. Secara bergiliran, anak-anak diberikan tugas memberi makan ayam dan ikan. Pada musim tanam, anak-anak diajari cara bertanam padi, mulai dari menebar benih, menanam, hingga memanen. Pada kenaikan kelas,sekolah mengadakan pesta bersama hasil…

Pencitraan

Hasanudin Abdurakhman Kamis, 10 Maret 2016 Waktu sekolah di SMA dulu saya dikenal sebagai murid yang pintar. Padahal saya sebenarnya tidak pintar-pintar benar. Sesekali saya ranking satu dalam nilai tertinggi di kelas, tapi kadang cuma ranking 3, bahkan 5. Tapi hampir seluruh siswa dan guru di sekolah mengenal saya sebagai anak pintar. Kenapa? Saya sering…

Final Destination (Seri Lelaki Pendekar Bag. 7)

By : Bendri Jaisyurrahman (twitter/IG : @ajobendri) Akad sudah terucap. Tamu dan khalayak pun ramai memberi ucapan selamat diiringi untaian doa bagi sang pengantin. Riuh syahdu suasana nikah hari itu akan menjadi sejarah yang melekat dalam benak lelaki pendekar. Bagaimana tidak? Inilah langkah awal yang membuktikan keberaniannya sebagai lelaki. Sebab lelaki pemberani bukanlah yang mampu…

Tersesat di Jalan yang Lurus

Oleh: Hasanudin Abdurakhman Jumat, 4 Maret 2016 Selama enam tahun lebih karir saya di perusahaan manufaktur, banyak yang bertanya: “Kok doktor ilmu Fisika mengurusi pabrik?” Pertanyaan-pertanyaan senada, dengan kosa kata yang hampir sama, namun memiliki kandungan makna yang berbeda. Ada yang bertanya dengan ejekan, “Sudah jauh-jauh belajar fisika sampai jadi doktor, lulusan luar negeri pula,…

Masih Adakah Loyalitas?

Oleh Eileen Rachman & Emilia Jakob KOMPAS, 30 Juli 2016 BELAKANGAN ini, sudah merupakan hal yang lumrah bilamana kita melihat seseorang berpindah dari satu partai ke partai yang lain dan kemudian berpindah lagi. Dalam panggung politik mungkin orang berpikir bahwa sah–sah saja bilamana seseorang berganti peran. Namun, kita mungkin juga berpikir kembali makna loyalitas bilamana…

Teman Sejati (Seri Lelaki Pendekar Bag. 6)

by : Bendri Jaisyurrahman (twitter/IG : @ajobendri) Inilah episode hidup lelaki pendekar yang paling mendebarkan : nikah. Nikah itu nikmat yang bikin gelisah. Sebab di balik kesenangan yang ditawarkan, terdapat tanggung jawab besar yang sekiranya tak ditunaikan, jadilah ia lelaki yang hina di dunia dan akherat. Bagi lelaki pendekar, menikah adalah titik nol perjalanan membangun…

Tujuan Pengasuhan – Blueprint 5 : Mendidik Anak Manusia Bermanfaat Bagi Orang Lain atau Sebagai Pendakwah (Penyampai Kebenaran) – Bag 1

Yayasan Kita dan Buah Hati Serial Parenting #24 Kita sudah sampai pada tujuan pengasuhan ke 5, yang perlu kita didikkan pada anak laki-laki maupun perempuan kita. Sedangkan tujuan pengasuhan ke 6 dan 7, khusus bagi anak laki-laki saja. Mengapa dibedakan? Sebetulnya akan lebih jelas jika sudah dibahas, tapi kami ulas sedikit saja. Tujuan Pengasuhan anak…

Merdeka dengan Fitrah

Imam Shamsi Ali* Sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak setiap orang, dan karenanya sekaligus menjadi hak setiap bangsa di atas dunia ini. Setiap orang terlahir dalam keadaan merdeka. Merdeka dari segala ikatan apapun kecuali ikatan Ilahi. Keterikatan ilahi inilah yang lazimnya dalam bahasa agama dengan “fitrah”. Dengan demikian sesungguhnya kemerdekaan sejati itu adalah kembalinya manusia kepada…

Lolos dari Lubang Jarum

Oleh: Hasanudin Abdurakhman 2 Maret 2016 Saya punya teman yang sekarang jadi profesor di UI. Kami dulu sama-sama kuliah di Tohoku University, Sendai. Saya menganggap dia junior saya. Umurnya 7 tahun lebih muda, dan saya juga lebih dahulu tiba di Sendai. Salah satu kenangan yang selalu saya ingat tentang dia adalah saat dia baru pertama…

Tujuan Pengasuhan – Blueprint 4 : Membantu Anak mempunyai ilmu dan keahlian dalam bidang tertentu 

Yayasan Kita dan Buah Hati Serial Parenting #23 Sebelumnya, kita sudah sama-sama belajar mengenai blueprint (tujuan pengasuhan) 1 sampai 3 (masih ada sampai 7), yaitu : 1. Menjadi hamba yang takwa : https://web.facebook.com/yayasankitadanbuahhati/photos/a.1381542288539619.1073741859.221502844543575/1623757604318085/?type=3&theater 2. Mendidik anak menjadi suami dan istri yang baik : a. Part 1 https://web.facebook.com/yayasankitadanbuahhati/photos/a.1381542288539619.1073741859.221502844543575/1631818343512011/?type=3&theater b. Part 2 https://web.facebook.com/yayasankitadanbuahhati/photos/a.1381542288539619.1073741859.221502844543575/1638967662797079/?type=3&theater c. Part 3 https://web.facebook.com/yayasankitadanbuahhati/photos/a.1381542288539619.1073741859.221502844543575/1646965685330610/?type=3&theater d. Part 4 https://web.facebook.com/yayasankitadanbuahhati/photos/a.1381542288539619.1073741859.221502844543575/1654104237950088/?type=3&theater e….

Bahasa Arab sebagai Bahasa Ibu?

Harry Santosa May 7, 2017 · Sebuah artikel menceritakan pentingnya Bahasa Arab fushah (formal) diajarkan sejak dini, karena banyak sekali manfaat yang didapatkan. Artikel ini menceritakan bagaimana anak anak di Eropa telah menguasai sampai 16000 kosa kata pada usia 3 tahun sehingga mereka menjadi bangsa yang maju, sementara di dunia Arab anak anak hanya menguasai…

Jangan bersyukur menjadi Buruh tetapi bersabarlah

Harry Santosa. May 1, 2017 · Sabar dan Syukur adalah dua hal yang sama mulianya, namun jangan sampai salah tempat dalam memasangkannya di kehidupan. Misalnya, orang miskin jangan diminta syukur, karena dia akan mensyukuri kemiskinannya dengan berkutat pada kefakirannya, tetapi mintalah bershabar agar segera keluar dari kemiskinannya. Orang kaya jangan diminta shabar, karena dia akan…