Berkomunitas

Harry Santosa November 25, Berkomunitas dalam mendidik generasi itu solusi terbaik. Namun kita seringkali tak siap berkomunitas dan berkolaborasi, hanya pasif, namun diam diam banyak mengambil & memanfaatkan untuk kepentingan diri sendiri bukan memberikan sebanyak manfaat yang kita punya kepada komunitas utk kebaikan bersama. Kita seringkali merasa lebih pandai dari yang lain, atau merasa lebih…

Berkomunitas

Oleh : Ustadz Harry Santosa Berkomunitas dalam mendidik generasi itu solusi terbaik. Namun kita seringkali tak siap berkomunitas dan berkolaborasi, hanya pasif, namun diam diam banyak mengambil & memanfaatkan untuk kepentingan diri sendiri bukan memberikan sebanyak manfaat yang kita punya kepada komunitas utk kebaikan bersama. Kita seringkali merasa lebih pandai dari yang lain, atau merasa…

ZPD dan Ban Zhuren

Khairil Azhar Kepala Divisi Pelatihan Yayasan Sukma Jakarta Media Indonesia, 20 November 2017 PEMBELAJARAN, bagi Vygotsky, pada 1930, adalah soal mengelola perkembangan untuk menghapus jarak. Ini setidaknya seperti yang ditulisnya dalam Mind in society: the Development of Higher Psychological Processes. Jarak itu, kata psikolog prolifik Rusia yang mati muda ini, ada di antara perkembangan aktual…

Pemimpin Peradaban vs Pemimpin Karbitan

Harry Santosa – Millenial Learning Center 4 Feb 2017 Selama berabad lamanya, di masa lalu, secara alamiah, para pemimpin sesungguhnya selalu memulai karirnya sebagai local leader. Sejak muda mereka berjibaku menata dan membangun kaumnya sehingga perlahan memiliki rekam jejak kredibilitas baik moralitas maupun karya solutif bagi kaumnya. Itulah mengapa para local leader di masa lalu,…

Merdeka Belajar (4): Terus Belajar, Terus Merdeka

Kampus Guru Cikal November 25, 2016 Oleh Najelaa Shihab inisiator Komunitas Guru Belajar, dosen Kampus Guru Cikal. Komunitas guru belajar tidak bisa sendirian. Melawan miskonsepsi tentang pendidikan, hanya bisa dilakukan bersama-sama. Pendidik adalah kita semua, guru, orangtua, peneliti, kepala sekolah, pemimpin komunitas dan organisasi, ketua komite, pejabat pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Dalam mimpi kami,…

Peran Pemimpin dalam Peradaban

Harry Santosa – Millenial Learning Center Oct 09, 2016 Dalam konsep peradaban, sesungguhnya negara hanyalah wadah peradaban, bukan peradaban itu sendiri. Peradaban sesungguhnya adalah manusia secara personal maupun manusia secara komunal di dalam keluarga maupun di dalam komunitas. Keluarga dan komunitas inilah sesungguhnya pemilik peradaban karena dari sanalah lahir para pemimpin, peran serta karya karya…

Wahai Ayah Bunda

Harry Santosa – Millenial Learning Center Sep 29, 2016 Wahai Ayah Bunda yang baik, janganlah merasa sedih dan cemas gelisah, karena aspek internal berupa kesedihan dan kecemasan itu mendatangkan kemalasan dan ketidakbecusan. Wahai Ayah Bunda yang baik. Rileks dan optimislah. Yakinlah sesungguhnya Allah bukan memanggil mereka yang mampu, namun Allah akan memampukan mereka yang terpanggil…

Full Day School dan “Macan Ternak”: Potret Diri Keluarga Urban

Augustinus Widyaputranto Pemerhati pendidikan Pemerhati masalah pendidikan, bekerja sebagai Kepala Bagian Program Development Sekolah Bisnis dan Ekonomi – Universitas Prasetiya Mulya, Jakarta Kompas, 11 Agustus 2016 Gagasan Full Day School yang dikemukakan oleh Mendikbud Muhadjir Effendy telah menuai banyak kontroversi dan emosi publik. Full Day School (FDS) atau yang belakangan diralat oleh Mendikbud menjadi aktivitas…

Pendidikan Di Tahun 2030 : Open Source Dan Berbasis Komunitas

Oleh : Mei Chua (Hacker, Member Red Hat’s Community Architecture team) OpenSource.Com – Saya ingin berdiskusi tentang bagaimana pendidikan akan terlihat pada 20 tahun yang akan datang. Saya pikir, pada tahun 2030, sekolah-sekolah kita akan meniru komunitas Open Source. Catatan: Secara teori, istilah Open Source, diartikan sebagai prinsip-prinsip dan metodelogi yang bertujuan mempromosikan akses terbuka…

Sistem Pendidikan Negara Kita

Harry Santosa – Millenial Learning Center Wahai negara, mengaku sajalah bahwa sistem pendidikan negara kita gagal. Kini semua hal menjadi darurat. Museumkan saja kurikulum usangmu. Sudah terlalu lama kalian melenakan para orangtua menjadi para tukang titip anak anak. Kalian sudah memasung fikiran orangtua bahwa sukses mendidk itu jika lulus UN, perayaan wisuda, dan bergelar berderet…