Platform Bisnis berbasis 3D : Digitalisasi, Desentralisasi dan De-Carbon-isasi

Jusman Syafii Djamal
2 Jan 2019

Ketika tanggal 1 Januari 2019 saya melintasi jalan dari Amsterdam menuju Hamburg , karena jalan 360 km terasa sangat mulus, goncangan mobil tak begitu terasa, saya dapat membaca majalah the Economist. Judulnya The World in 2019.

Ada pandangan Isabelle Kocher CEO Engie yang menarik untuk saya share. Semoga bermanfaat.

Ia bilang di tahun 2019 Ada Tiga trend kemajuan teknologi Yang perlu ditunggangi agar suatu wilayah ekonomi dapat tumbuh lebih tinggi.

Yang pertama adalah trend akselerasi teknologi Yang bergerak dalam paradigma digitalisasi.

Yang kedua desentralisasi sumber daya untuk mempercepat proses kolaborasi kompetensi dan integrasi jaringan kerja dalam global production network

ketiga adalah akselerasi proses de carbonisasi. Untuk membangun masyarakat bebas emisi karbon.

Pada bulan Agustus 2018 meski California mengalami kebakaran hutan yang meluluh lantai kan daerah pemilik Iman kaum élite kaya nya, akan tetapi pemerintahan negara bagian California telah mensahkan undang undang sumber energi dan sistem Transportasi bebas karbon.

Pada tahun 2045 ditargetkan 100% sumber energi fossil Menghilang diganti renewable source of energy. Tahun 2018 Isabelle Kocher sebagai CEO telah menanda tangani kontrak untuk pengadaan sumber energi Matahari atau solar cell dengan harga 0,043 dollar per kilowatt hour di Senegal. Seperlima harga jual energi berbasis Batubara. Harga energi solar cell telah turun 73% pada 2017 dibanding harga 2010.

Juga kini di Paris telah terjadi peningkatan penggunaan mobil dan motor listrik. Tahun 2015 ada satu juta mobil listrik beredar dijalan. Tahun 2017 meningkat jadi 3 juta.

Kedua trend diatas memperlihatkan bahwa Policy On De Carbonization mungkin diimplementasikan dalam
Satu wilayah ekonomi. Perlu insentip Fiskal dan moneter untuk mewujud kan nya. Jika tak mau ketinggalan.

Kini di Eropa dan Amerika jumlah kantor, pabrik dan industri Yang memanfaatkan “Internet of Thing” Yang mengkoneksikan pelbagai gawai, sensor , displays dan personal computing meningkat. Banyak kawasan kini sudah benar benar berada dalam era digital economy.

Dicatat tiap orang paling tidak telah mengkoneksikan 11 peralatan utamanya satu sama lain dan terhubung dengan sensor dan displays dalam jaringan wifi atau online sepanjang waktu. Digital home and office sudah jadi gaya hidup. Digitalisasi jadi penggerak utama kemajuan.

A digital network kini juga telah mendorong terbentuknya proses desentralisasi pusat pusat produksi dan kreativitas.

Innovation kini terdesentralisasi dalam banyak “Silicon Valley” yang terdistribusi dipelbagai Wilayah. Proses desentralisasi ini melahirkan pusat pertumbuhan klaster Inovasi dan klaster ekonomi

Dengan Tiga trend yang akan semakin tampak nyata pada tahun 2019 ada baiknya kita “banting stir “ seperti anjuran Bung Karno. Banting stir untuk memutar arah dan strategi bisnis dalam perusahaan kita masing masing agar dapat terus survive menuju masa depan.

Begitu kata Isabelle Kocher. Bagaimana kata kita di Indonesia ? Wallahu Alam.

Mohon maaf jika ada yang keliru. Salam

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s