Panggilan Hidup (Calling)

Harry Santosa
December 1

Menjelang menerima wahyu & menjalani misi sbg Nabi, Muhammad SAW sering ke gua Hira utk merenung atau berefleksi. Sepanjang perjalanan menuju gua Hira, pohon dan batu seolah mengatakan, “anda Rasul, anda Rasul, anda Rasul…”

Itulah barangkali tanda tanda dimana seseorang mendapat panggilan hidup atau tugas di dunia yang Allah canangkan kepada setiap manusia. Nabi Muhammad SAW pun bahkan Nabi lainnya memperoleh panggilan hidupnya dengan proses yang sama yaitu membaca tanda tanda penugasan ini sebelum meyakini dan menjalaninya.

Bagi hati yang bening, bagi jiwa yang fitrahnya tumbuh sempurna, panggilan itu begitu jelas terdengar, sayup sayup di awal, makin lama makin jelas terdengar. Alam semesta memberikan tanda tandanya, sampai kemudian Allah langsung yang memberikan tugas khusus atau peran peradabannya.

Panggilan hidup atau the mission of life adalah takdir peran peradaban seseorang untuk diselesaikan (accomplished) dalam rentang waktu usianya sampai kelak ruhnya dikembalikan kepadaNya. Tiada yang kebetulan, semua makhluk punya alasan kehadiran atau tugas atau peran peradaban di dunia. Jika kita jujur menyambutnya maka bermaknalah kehadiran kita di dunia.

Secara usia, masa menemukan misi hidup atau calling ini adalah ketika mencapai masa awal dewasa, kemudian terus menguat dengan manfaat yang terus melebar. Pada paruh baya panggilan hidup ini kemudian menjadi legacy yang dilanjutkan oleh anak dan keturunan.

Namun sayang, bagi banyak orang, kadang panggilan hidup ini nyaris tak terdengar bahkan sama sekali tak terdengar. Rutinitas, tekanan hidup, kecanduan yang tak produktif, salah fokus, hidup nyaman dlsbnya membuat seseorang melalaikan panggilan sejati hidupnya..

Padahal bila panggilan hidup ini selesai atau tuntas (accomplished) maka tercapailah maksud penciptaan manusia, yaitu beribadah kepada Allah dan menjadi Khalifah Allah di muka bumi. Padahal panggilan hidup ini adalah tugas kita di muka bumi dan alasan kehadiran kita di dunia. Padahal dosa Iblis (menolak tugas) jauh lebih berat daripada dosa Adam (melanggar larangan).

Sudah hari Jumat lagi kawan, lalu apa tugas spesifikmu di dunia yang menjadi panggilan hidupmu?
Semoga semakin jelas suara panggilanNya lewat tanda tanda dan ayat ayatNya di alam semesta maupun di dalam diri kita.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#fitrahbasedlife

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s