Membuat Rencana Hidup

Satria Hadi Lubis

Biasanya di akhir tahun atau di awal tahun kita membuat resolusi diri berupa target yang akan kita capai di masa mendatang. Begitu pun di akhir tahun 2018 ini, sebaiknya agar waktu libur lebih bermanfaat kita gunakan untuk membuat rencana hidup.

Untuk membuat rencana hidup (life plan), langkah-langkah yg perlu dilakukan sbb:

1. Membuat visi dan misi hidup.
Visi adalah tujuan yang terukur. Buat visi seumur hidup (misalnya sampai dgn usia 60 thn). Contohnya: menjadi pengusaha dgn total omzet 3 triliun atau menjadi pegawai dengan jabatan terakhir Dirut. Sebaiknya visi hidup mencakup aspek karir, keluarga, keuangan dan agama/sosial.Muhamad Herry tidak betul begitu. Ini life plan untuk keberhasilan hidup di dunia dan akhirat. Ada paragraf tentang “sebaiknya visi hidup mencakup aspek karir, keluarga, keuangan, agama/sosial”.

Untuk visi agama/sosial contohnya sampai usia 60 tahun sudah naik haji 1x, umroh 2x, hapal 30 juz al Quran, memiliki 100 anak asuh, memiliki total 50 halaqoh, membangun 2 buah pesantren, dll (silakan disesuaikan sendiri).

Setelah itu, membuat misi hidup yaitu pedoman hidup yg dipegang teguh dalam mencapai visi hidup. Misi hidup berguna untuk membuat kita konsisten dgn visi hidup. Membuat hidup terarah dan tidak plin plan.

2. Langkah selanjutnya membuat peta kehidupan (life mapping) yg berisi rencana hidup setiap tahunnya sampai dgn usia tertentu (misal 60 thn). Life mapping bersifat global dan strategis tentang apa yg harus ditempuh setiap tahunnya untuk mencapai visi hidup. Jika ada tahun yg kosong biarkan saja, nanti akan terisi jika rencana sdh berjalan.

3. Membuat Target Peran yg dibuat setiap awal tahun. Agar hidup seimbang maka buat target untuk setiap peran dlm hidup kita. Misalnya, peran sebagai karyawan apa targetnya, sebagai anak apa targetnya, sebagai pengurus organisasi tertentu apa targetnya dan seterusnya. Tanpa mencantumkan peran biasanya kita akan terjebak untuk menghabiskan waktu pada kegiatan utama saja dan lupa bhw ada peran lain yang terbengkalai. Target setiap peran harus terukur. Contoh: peran sebagai mahasiswa targetnya memperoleh ipk 3,7. Peran sebagai anak adalah mengirimkan uang ke ortu 500 ribu per bulan. Contoh yg tidak terukur: menjadi karyawan yang baik, menjadi anak sholih, menjadi warga yang bermanfaat, dll.

4. LAKUKAN dgn konsisten menjadi langkah-langkah bulanan, mingguan, dan harian yang mengacu pada target peran tahunan.

Jangan hidup terlalu spontan, tapi sebaliknya jangan terlalu sibuk dengan satu peran saja. Beri ruang juga untuk fleksibilitas rencana. Insya Allah jika dilakukan konsisten, hidup kita akan maju beberapa langkah dan kita punya alat untuk mengevaluasi apakah hidup kita sudah sesuai dgn visi misi hidup atau tidak (on the track atau tidak).

Jangan putus asa jika rencana belum tercapai. Lakukan lagi dan lagi sambil berdoa. Jika gagal, yang penting kita sudah berusaha. Di mata Allah kita sudah tercatat sbg orang sukses. Sebab yg dilihat Allah adalah usaha kita, bukan hasilnya. Sesungguhnya yg membedakan pemimpi dgn pemimpin adalah tindakan. Pemimpi menuai penyesalan. Pemimpin menuai sukses!

Jika Anda peduli dgn keberhasilan diri Anda dan keberhasilan orang lain silakan tulisan ini di-share.

Advertisement

1 thought on “Membuat Rencana Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s