Fitrah itu memang tidak Allah Install di Memory, tetapi di Jiwa.

Harry Santosa
October 20 ·

QS 7:172 memberitakan ttg fitrah keimanan yg Allah instal di jiwa (nafs) bukan di memory, karenanya tak satupun kita mengingat peristiwa persaksian di alam rahim itu, bahwa kita pernah bersaksi Allah adalah Robb kita. Kita bahkan lahir dalam keadaan tak mengetahui apapun, tetapi jiwa manusia sdh terinstal fitrah keimanan tanpa sadar.

Itulah mengapa bayi lahir menangis (para ulama mengatakan krn seeking the God). Begitupula berbagai penelitiannya menyebutkan bahwa anak anak tanpa sadar memahami konsep prima causa, memahami bahwa diciptakannya beragam makhluk agar dunia menjadi semakin indah. Menurut pakar, ini pemahaman relijius tak sadar.

Jadi tak perlu menunggu bakat “connectedness” yang kuat untuk menjadi orang yang beriman atau relijius krn semua kita memilikinya dalam skala minimal sekalipun. Prof.Dr Justin Barrett meneliti panjang bagaimana anak anak dalam jenjang usia berbeda telah memiliki keimanan atau relijiusitas sejak usia dini dan menuliskannya dalam buku berjudul Baby Born as Believer.

Dr.Yusuf Qardhawi, dalam bukunya Wujudullah (Eksistensi Allah) mengatakan bahwa di masa lalu eksistensi Allah tak perlu dibahas karena suatu hal yang niscaya dan diyakini oleh orang Musyrik Quraish sekalipun. “Apabila ditanyakan kepada mereka, siapa yang menciptakan langit dan bumi, maka mereka mengatakan, Allah”

Tentang adanya fitrah, kita tak tahu sampai Kitabullah memberi tahu QS 30:30. Jadi fitrah bukan diinstal di memory otak, walau demikian jiwa manusia telah merekamnya di alam rahiem lalu secara tak sadar memperlihatkan sepanjang kehidupannya. Secara tak sadarmanusia menunjukkan kebutuhannya akan fitrah baik sebagai konsepsi (sifat), potensi (aktifitas) maupun eksistensi (peran).

Manusia akan selalu mencari jalan menuju fitrahnya ketika merasakan ketidakseimbangan dalam hidupnya, kemudian ketika telah kembali kepada titik kesadaran fitrahnya maka fitrah itu meningkat menjadi jalan menuju perannya atau tugas spesifiknya atau misi hidupnya di muka bumi dalam rangka memenuhi maksud penciptaannya untuk beribadah dan menjadi Khalifah di muka bumi.

Jika fitrah adalah Jalan hidup (terminal & route), maka Kitabullah lah penunjuk jalannya (compass).

Salam Pendidikan Peradaban
#fitrahbasededucation
#fitrahbasedlife

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s