Manajemen Sampah di Rumah dengan Cegah – Pilah – Olah

https://lifestyle.kompas.com/read/2018/08/09/100306120/manajemen-sampah-di-rumah-dengan-cegah-pilah-olah-ini-caranya

Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Ini mungkin bisa jadi pemacu semangat bagi mereka yang ingin berperan dalam mendorong perubahan, salah satunya dalam hal menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan “ramah”.

Cegah – Pilah – Olah Sampah

Ketiga cara ini bisa mengurangi volume sampah yang ada di lingkungan kita.

Bagaimana penerapannya?

1. CEGAH SAMPAH

Mencegah sampah dengan belajar zero waste adalah salah satu langkah awal yang bisa diterapkan di rumah.

Langkah-langkah yang bisa dilakukan:

1. Menolak penggunaan wadah plastik atau kresek saat berbelanja. Sebagai alternatifnya, kamu bisa menggunakan tas kain, kardus, atau wadah lain.

Misalnya, saat membeli kentang di supermarket, gunakan wadah plastik dari rumah sebagai tempatnya. Hal ini dapat mengurangi penggunaan kantong plastik.

2. Menggunakan wadah sendiri ketika membeli makanan di luar rumah. Saat membeli makanan berkuah, dapat menggunakan rantang.

3. Membawa botol minum sendiri. Hal ini dapat diterapkan untuk mengurangi penggunaan botol atau gelas minuman yang berbahan dasar plastik.

4. Jangan membeli sesuatu yang tidak perlu. Membedakan dengan jelas sesuatu yang dibutuhkan dan diinginkan.

6. Menolak wadah yang berbahan dasar styrofoam. Styrofoam merupakan salah satu bahan yang tidak dapat didaur ulang dan tidak dapat terurai.

7. Menggunakan wadah yang dapat digunakan berulang kami untuk menyimpan sesuatu, misalnya menyimpan sayuran menggunakan wadah plastik.

8. Memilih jajanan tanpa plastik, misalnya pilih jajanan yang menggunakan daun pisang sebagai bungkusnya.

9. Mengganti penggunaan tisu dengan sapu tangan, hal ini dapat mengurangi jumlah sampah.

2. PILAH SAMPAH

Langkah berikutnya adalah melakukan pemilahan sampah di rumah. Pemilahan sampah yang sudah telanjur ada di rumah dapat dilakukan dengan membagi tempat sampah berdasarkan kategorinya.

Cara ini juga bagian dari upaya mengenalkan jenis sampah kepada anak-anak.

Tempat sampah berdasarkan kategori dibagi menjadi sampah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya), sampah daur ulang campuran, sampah kertas dan kardus, sampah kompos, dan sampah lain-lain.

Sampah kategori daur ulang campuran, seperti botol plastik dan kresek dapat disumbangkan kepada pemulung atau bank sampah terdekat.

Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan setelah tidak ada sampah di rumah, kamu bisa menolak barang yang dapat berpotensi menjadi sampah seperti sedotan, botol plastik sekali pakai masuk ke dalam rumah.

Untuk tempat sampah dalam kategori kertas dan kardus, pastikan sampah kertas dan kardus dalam kondisi kering dan bersih dari sisa makanan.

Sementara, tempat sampah kompos berisi sampah dari daun pembungkus makanan, sisa sayuran dan buah-buahan, termasuk kulit buah dan biji.

Tempat sampah dengan kategori lain-lain berisi sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berupa sampah yang tidak diterima oleh bank sampah seperti tissue, label botol plastik, selotip, stiker, dan lain-lain.

Tempat sampah kategori B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) berisi sampah berupa beterai, kabel, obat kadaluarsa, dan bahan-bahan kimia lainnya.

3. OLAH SAMPAH

Mengolah sampah yang sudah dipilah dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya mendaftarkan ke bank sampah terdekat atau memberikan sampah kertas bekas, plastik, logam, kaca, dan lain-lain ke pemulung. Selain itu, kamu bisa membuat ecobrick untuk aneka plastik yang tidak diterima oleh bank sampah.

Ecobrick merupakan botol plastik yang dipenuhi dengan padat segala sampah yang tidak terurai.

Komposkan sisa sayur dan kulit buah. Kamu dapat menggunakan alat bantu berupa komposter.

Selain itu, kamu dapat membuat biopori untuk sisa organik hewani seperti duri, tulang, dan lain-lain.

Mengurangi Sampah Makanan

Food recovery merupakan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah dari sisa makanan. Setiap harinya, pasti ada sampah yang berasal dari sisa makanan.

Terkait untuk mengurangi sampah makanan tersebut, beberapa saran yang dapat diterapkan, antara lain:

1. Mempersiapkan menu makanan yang akan diolah. Hal ini dapat dilakukan dengan merencanakan saat belanja sehingga saat belanja sesuai dengan kebutuhan.

2. Makan secukupnya, tidak perlu berlebihan. Hal yang terpenting adalah menghabiskan makanan yang telah kami ambil.

3. Jika memasak dalam jumlah berlebih, masakan tersebut dapat dikirim ke tetangga atau orang yang membutuhkan.

4. Sebelum membuang sampah makanan ke TPA, sisa makanan dapat digunakan untuk pakan ayam, kucing, atau untuk pakan ikan lele komposkan.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s