Dunia seperti apa yg akan dibentuk dengan FBE

Harry Santosa
August 12 ·

Dunia Seperti Apa yg Akan Dibentuk dengan FBE

__________

Assalamualaikum Ustadz Harry.

Perkenalkan saya agri dari Bandung. Minggu lalu ikut seminar/kuliah Ustadz di Bandung (masjid PLN). Sayang saya hanya bisa ikut sesi pagi saja. Minggu lalu waktu sesi pertanyaan alhamdulillah saya kebagian jadi penanya pertama. Sebenarnya banyak yang ingin saya tanyakan, namun mengingat keterbatasan waktu dan krn banyak juga yang ingin bertanya, sy jadinya cuma bertanya dua pertanyaan saja.

Kalau boleh sy ingin bertanya-tanya juga lewat FB messenger ya uztdaz. Semoga bisa sempat dijawab ditengah kesibukan ustadz.

Jadi, salah satu yang ingin saya tanyakan adalah… dunia seperti apa yang ingin ustadz bentuk dengan FBE ini? Saya agak sulit membayangkan karena sudah terbiasa dengan dunia yang ada saat ini. Kalau yang saya tangkap dari Kulwap/buku/status uztadz soal FBE kan pendidikan sekarang itu warisan jaman revolusi industri yang dipakai untuk menjadi sumber pencetak buruh. Banyak memang akhirnya lulusan2 perguruan tinggi pun orientasinya cm jd “buruh elit” tanpa makna, tanpa visi/misi, tanpa gairah.

Nah, fbe itu kan mencetak generasi yang hebat… pemuda/pemudi yang punya misi hidup.. yang kalau saya bayangkan rasanya ga ada yang punya misi ingin jadi pegawai a.k.a buruh elit.

Apakah itu sesuatu yang mungkin? Anggaplah fbe sukses diaplikasikan di dunia… kalau semua menjalankan misi personalnya… siapa yang akan bekerja di bawah mereka? Akankah pabrik2 kosong? Tidak ada buruh kasar, ataupun pegawai2?
Atau berdasarkan fbe, tetap saja ada orang yang memang kemampuan dan passionnya adalah menjadi pegawai/buruh saja..?
Ataukah dunia dengan fbe adalah dunia tanpa hubungan pemodal dan buruh.. majikan dan budak? Yang ada adalah kolaborasi saja? Semua setara?

Semoga ada rizkinya pertanyaan saya dijawab. Terimakasih sebelumnya.

Wsw

___________

Wa’alaykumusalaamwrwb

FBE ini konsep dasarnya adalah pendidikan peradaban, yg disarikan dan diturunkan dari pandangan Ibnu Khaldun, Malik Bennabi dstnya. Pendidikan peradaban yaitu pendidikan yg mentransform semua aspek fitrah baik fitrah manusia, fitrah alam dimana manusia dilahirkan, fitrah waktu kehidupan disaat manusia ditakdirkan hidup lalu dipandu fitrah munazalah (Kitabullah) sehingga menjadi peran peran peradaban terbaik selaras fitrah2 itu.

Aqidah kita mengajarkan bahwa setiap kita diciptakan dengan maksud (the purpose of life) beribadah dan menjadi khalifah, utk mewujudkan maksud itu maka setiap kita harus punya tugas spesifik atau peran peradaban spesifik (the mission of life) Setiap manusia harus punya peran spesifiknya masing masing, begitupula setiap keluarga dan setiap bangsa. Tanpa tugas atau peran atau misi maka sulit mencapai maksud penciptaan utk beribadah dan menjadi khalifah.

Peran itu benihnya ada pada fitrah, berupa karakteristik dan potensi potensi kebaikan yang telah diinstal sejak diciptakan. Setiap makhluk atau ciptaan di semesta ini membawa benih kebaikan sejak diciptakan, termasuk manusia. Kita hanya perlu mengikuti saja fitrah ini, membangkitkan, menumbuhkan, merawat sesuai tahapannya lalu memandunya dengan Kitabullah sehingga tumbuh indah sempurna dan berbahagia menjadi peran peradaban

Peran peradaban atau the mission of life inilah yang menunjukkan bahwa kita hamba Allah dan khalifah Allah di muka bumi, yg kehadiran kita bukan sia sia tetapi punya tugas spesifik atau peran spesifik yg penuh makna. Peran2 itu, apapun itu, jelas harus bermanfaat besar, secara individual harus memberi berita gembira/solusi dan membawa peringatan (bashiro wa nadziro) serta rahmatan lil alamin. Secara komunal atau kolektif harus menjadi khoiru ummah (the best model) dan ummatan wasathon (the best moderator/orchestrtator) Peran peradaban itulah yg disebut dengan the mission of life.

Tentang Masa Depan

Agama Islam membuktikan bahwa inilah ajaran akhir zaman, Islam mendorong manusia, keluarga, ummat, bangsa dll harus independen, merdeka dengan perannya masing masing sebagaimana microocosmos atau macrocosmos, semua beredar pada garis edarnya masing masing. Relasi relasi diantaranya harus bersifat saling memuliakan peran masing masing. Konsep industrialisasi berupa konglomerasi, perusahaan besar dgn karyawan banyak semakin lama semakin berkurang.

Anak anak muda kita kini lebih suka bekerja di perusahaan kecil namun menghargai keunikan mereka. Pabrik2 dengan pekerja2 yg tak unik, berulang, monoton akan digantikan robot. Para pemikir yg cuma mengandalkan analisa angka2 akan digantikan Artificial Intelligence. Yg diperlukan di masa depan orang2 yg bekerja dengan hati, dengan passion, dengan believe, dengan keimanan yg penuh kebaikan di ruang publik, dengan bahagia, dengan independen, dengan gairah belajar dan inovasi yang menyenangkan, dengan mengedapankan keharmonian dan kelestarian alam, melakukannya dalam suasana kolaboratif dan saling memuliakan dstnya.

Kelak perusahaan2 besar spt saat ini akan berubah menjadi konsorsium perusahaan2 keluarga yg bersinergi dengan keunikan masing masing. Tiap keluarga akan makin solid dengan misi keluarganya dan maisng masing memiliki bisnis keluarga yg produk atau jasanya unik. Secara direct mereka bisa langsung menjangkau pelanggan utk menebar manfaat.

Semoga memahami.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s