Ayah Pendidik Anak yang Utama

Oleh : Ustadz Adriano Rusfi

Sering saya bertanya-tanya : “Kenapa Islam membolehkan lelaki Mu’min menikahi wanita Ahli Kitab ? Bukankah sang ibu yang kelak akan mendidik anaknya, dan akan mendidiknya menjadi ahli kitab pula ?”

Tapi belakangan saya sadar :
“Tidak… Karena pendidik utama anak-anak dalam Islam adalah AYAHNYA !!!”
Sedangkan ibunya adalah pelaksana harian….

Bagaimana caranya Meng-AqilBaligh-kan Anak? Siapa yang bertanggung-jawab meng-AqilBaligh-kan anak?

Perlu dipahami bahwa penanggung jawab utama pendidikan adalah AYAH. Bukan BUNDA! Bunda adalah pelaksana pendidikan.

Dalam sejumlah referensi islami ditemukan tokoh parenthood yang terkenal adalah laki-laki.
Ada nama Lukmanul Hakim, seorang budak berkulit hitam yang petuah-petuahnya untuk anak-anaknya menjadi referensi parenting hingga kini. Namanya bahkan diabadikan dalam Al Quran.

Saat ini, sebagai korban revolusi industri, para ayah menjadi sekedar buruh. Jangan berlindung dibalik kualitas, padahal kuantitas sangat kurang. Tidak ada KUALITAS tanpa KUANTITAS yang CUKUP. Sudah seharusnya Ayah bekerja cukup dengan 4 jam sehari, sehingga memiliki waktu lebih untuk mendidik anak-anaknya.

Tapi jangan juga jadi ayah yang serakah.
“Kalau 4 jam saya dapat 30 juta, berarti dalam 8 jam bisa dapat 60 juta nih.”
Banyak sekali Ayah yang seperti ini.

Terkadang para Ayah pulang bawa gaji, “Ini uang bulan ini, cukup-cukupin ya.”
Lantas petantang petenteng seolah bisa menjajah seisi rumah karena merasa pencari dan pemberi nafkah.

Salah satu masalah berat dalam rumah tangga adalah tanggung jawab pendidikan anak, bukan urusan cari uang. Maka memikirkan matang-matang Poligami bukanlah semata masalah “Adil”, tapi juga kemampuan bertanggung jawab terhadap pendidikan anak.

Tanggung jawab yang bukan sekadar menyekolahkan anak di sekolah mahal dan bagus, tapi tanggung jawa meng-aqilbaligh-kan anak.

Tugas pengajaran bisa didelegasikan ke sekolah, namun tugas pendidikan tetap di rumah. Sekolah tidak bisa dijadikan tulang punggung pendidikan anak.

Sumber: Buku Menjadi Ayah Pendidik Peradaban

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s