Pendidikan Aqil Baligh

Adriano Rusfi

Cerewet atau nyinyir adalah ciri khas seorang perempuan. Itu disebabkan karena kebutuhan dan kemampuannya dalam memproduksi kata dan kalimat, minimal 20.000 kata dalam sehari

Hal itu juga disebabkan karena kelenjar pituitari seorang perempuan lebih besar daripada seorang laki-laki. Kecerewetan itu juga dibutuhkan sebagai ventilasi, kanalisasi alias penyaluran emosi-emosi yang seringkali menggumpal pada diri seorang perempuan, akibat akumulasi berbagai keletihan dan permasalahan rutin yang dihadapi sehari-hari.

Fitrah cerewet atau nyinyir ini menyebabkan perempuan khususnya para ibu mengemban sebuah misi teramat mulia yaitu membangun akhlak anak-anak dan keluarganya.

Akhlak adalah puncak dari seluruh proses pendidikan Islam, karena akhlak adalah penyempurnaan atau finishing touch dari seluruh nilai-nilai keislaman.

Dan membangun akhlak ini membutuhkan kecerewetan, karena akhlak harus diingatkan berkali-kali, harus disampaikan berulang-ulang, harus diajarkan terus-menerus, karena manusia adalah makhluk pelupa, dan manusia punya kecenderungan untuk membangkang dan melanggar norma serta aturan.

Akhlak pada dasarnya adalah seperangkat “aturan pengaman” yang berisi pantangan dan rambu-rambu. Hal ini pada dasarnya kurang disukai oleh manusia yang tercipta bersifat progresif. Oleh karena itu menyampaikan nilai-nilai akhlak harus membutuhkan intensitas, disiplin, kerja keras dan ketekunan yang tinggi. Itu yang menyebabkan hanya Si Cerewet lah yang mampu menyemaikan nilai-nilai akhlak ini kepada manusia.

Tentu jika hanya bermodal kecerewetan, maka pendidikan akhlak itu menjadi sesuatu yang sangat menjengkelkan, menyebalkan, dan memekakkan telinga. Oleh karena itu sebuah kecerewetan juga harus ditemani dengan cinta dan kasih sayang.

Hanya mereka mereka yang memiliki cinta dan kasih sayang lah yang mampu menjadikan kecerewetannya sebagai metode pendidikan akhlakul karimah. Dan alhamdulillah secara bersamaan Allah telah melimpahkan cinta, kasih sayang, ketulusan dan keikhlasan yang luar biasa kepada kaum perempuan yang cerewet ini.

Maka yang harus dilakukan pertama kali dalam pendidikan akhlak keluarga kita adalah menebarkan, menyemaikan, dan melimpahkan rumah tangga kita dengan cinta. Karena hanya dengan itulah kecerewetan menjadi bermakna, bahkan menjadi indah.

Kecerewetan yang hadir bersama cinta akan menjadi sebuah kekuatan yang efektif, bahkan dirindukan oleh anggota keluarga. Betapa banyaknya anggota keluarga kita yang merasa kehilangan, ketika seorang ibu tak lagi cerewet, karena cerewetnya Ibu tersebut adalah cerewet yang hadir bersama dengan cinta.

Cerewet yang hadir bersama cinta, akan melahirkan akhlak mulia. Tapi cerewet yang tak hadir bersama cinta, justru hanya akan menggoreskan luka.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s