Reuni Aqidah

Adriano Rusfi

Sudah lama kami tak bertemu… Kami dulu adalah siswa sebuah SMA Negeri di Jakarta yang dipertemukan oleh Islam. Kami adalah aktivis dan alumni Rohis yang dulu berkumpul setiap pekan dari rumah ke rumah untuk liqo’ alias tarbiyah. Hanya karena saya adalah yang paling senior diantara mereka, maka saya adalah murabbi mereka. Tarbiyah itu berakhir tahun 1992, saat saya harus pindah ke Malang. Ada rindu diantara kami untuk berkumpul kembali, apalagi ketika dua orang diantara kami telah menghadap Rabb-nya. Maka saya berangkat ke Depok dengan pertanyaan harap-harap cemas di dalam dada : masihkah adik-adikku menjadi Muslim seperti yang dulu ???

Maklumlah, kami telah lama tak berdiskusi dan mengaji tentang agama, dan banyak hal yang dapat berubah dalam rentang waktu yang begitu panjang. Perjalanan hidup dapat membuat manusia berubah… interaksi antar manusia dapat membuat keimanan berpindah… bahkan seorang mitra dakwah telah putar haluan gegara kesulitan finansial beberapa tahun silam… Lagipula, ini adalah era akhir jaman dimana “Paginya dia masih Mu’min, sorenya sudah kafir. Sorenya dia masih Mu’min, paginya sudah kafir. Dia jual agamanya dengan harga yang murah” (Al-Hadits).

Saya datang terlambat saat mereka telah berkumpul. Seperti biasa : kami melepas rindu, berpelukan, saling sapa dan bergurau. Tuan rumah menyediakan makanan berlimpah, dengan segala keramahannya yang tak pernah hilang dari dulu. Ibundanya menyapa kami dengan daya ingat yang masih tajam. Dan… Alhamdulillah…ternyata ini adalah reuni aqidah yang tak pernah berubah… Allahu Akbar !!! Ruh memang tak pernah salah gaul. Tak ada yang komando, tapi masing-masing kami seakan ingin bersaksi kepada Allah dan saudara-saudaranya bahwa kami adalah Mu’min yang menarik garis tegas bahwa haq adalah haq, dan bathil adalah bathil. Kami berparade kesepakatan : kebathilan harus enyah !!!

Seharusnya tak ada yang terlalu mengejutkan. Mungkin justru sayalah yang terlalu pesimistik dan cemas berlebihan. Bahwa kami saling rindu untuk bertemu, seharusnya itu adalah isyarat bahwa ruh-ruh kami masih dalam frekuensi yang sama. Bahwa kami saling berpelukan tulus bagai tak ingin berpisah, seharusnya cukup menjadi pertanda bahwa hati-hati ini telah Allah persatukan dalam mencintaiNya, seperti yang selalu kami lafalkan dalam Do’a Rabithah. Alhamdulillah… Allah pelihara kami lewat ijabah do’a… Allah pelihara kami lewat amal jama’ie yang kami jaga di ranah hidup kami masing-masing…

Ya… sebuah reuni aqidah. Dan nikmat reuni aqidah itu saya rasakan kembali beberapa hari kemudian. Bahkan harus saya akui sebagai sebuah nikmat kejutan yang mencengangkan. Betapa tidak : selama ini saya tak pernah sungguh-sungguh at home saat harus berkumpul dengan teman-teman se-almamater antar angkatan. Sungguh terasing dan lonely-crowd, baik dulu ketika masih mahasiswa hingga kini telah menjadi alumni. Tapi kini… dua hari penuh kami berkumpul, disatukan oleh almamater, profesi dan aqidah. Bicara tentang pendidikan aqil-baligh, tiba-tiba saja interaksi itu menjadi begitu hangat, seakan tak ingin berpisah. Kami bagaikan sekumpulan suku terasing yang menemukan rumah kami kembali : rumah aqidah !!!

Saya menerawang bahagia. Beberapa bulan silam saya kembali ke Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB-PII). Puluhan tahun saya tak terlibat. Lalu bertemu di Tasikmalaya, Dago, Braga dan Buahbatu. Dan saya bagai pulang ke rumah, padahal para penghuninya asing bagi saya. Kami bicara politik praktis dengan arah yang sama, tanpa canggung dan pasang kuda-kuda sedikitpun.

Wahai Allah… sungguh Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun mencintaiMu… telah bertemu dalam ta’at padaMu… telah bersatu dalam da’wahMu… telah berjanji dalam menolong syari’atMu… Kuatkanlah Yaa Allah ikatannya… Aamiin…

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s