Obsesi Bikin Bantet

Harry Santosa
July 11, 2018

Kita harus jujur bahwa anak yg belum atau tak tumbuh fitrahnya dengan baik, lalu dikirim ke pondok pesantren, kelak malah akan bantet atau berpeluang banyak mengalami penyimpangan fitrahnya. Sudah banyak kasus yang terjadi.

Itu karena pondok pesantren sejatinya adalah tempat pengajaran (ta’lim) dan pengadaban (ta’dib). Itulah kawah candradimuka penggemblengan kemandirian sosial (bukan lagi personal) melalui ujian kehidupan & beban dakwah untuk mencetak leader dan ulama. Itu hanya tepat bagi mereka yang telah tumbuh hebat fitrahnya sejak di rumah sehingga siap untuk menerima ta’lim dan ta’dib.

Indikator fitrah yg tumbuh hebat itu nampak pada ghirah keimanannya, rasa ingin tahu dan belajar yg besar, bakat yang ajeg untuk menjadi Ulama atau ahli agama, kedekatan (attachment) yang tuntas dengan kedua orangtuanya, kedewasaan berupa keberanian utk mengambil tanggungjawab, gairah memimpin dan terpimpinnya sudah muncul, sensitif pada keindahan dan keharmonian serta kedamaian dstnya.

Jadi ukurannya bukan “anaknya yang minta kok”, atau sterilisasi (jangan jangan hanya untuk menutupi obsesi) tetapi pengamatan sungguh sungguh mendalam para orangtua atas kesiapan semua aspek fitrahnya dan relevansi bakatnya sebelum dikirim.

Nah, jika anak yang di pondok pesantren mengalami penyimpangan fitrah baik kasus LGBT, Narkoba, depresi maupun LiburSyariah ketika pulang ke rumah, lalu hanya memuaskan kesenangan tanpa produktifitas dsbnya, itu bukan kesalahan pondok pesantren.

Itu karena banyak orangtua yang obsesi dan gegabah mengirimkan anaknya ke pondok pesantren tanpa dibersamai dengan sungguh sungguh sejak usia dini sehingga fitrah fitrahnya tak tumbuh dengan hebat dan tak siap untuk digembleng dan diajarkan.

Tentu saja yang kena “cuci piring” ya para ustadz dan ustadzah di pondok pesantren,. Para guru mulia ini yang seharusnya hanya fokus pada penggemblengan ilmu dan adab, tetapi harus membereskan fitrah fitrah yang tak siap menerima pengajaran dan pengadaban. Apalagi kena komplan jika terjadi kasus pada santri.

Ketahuilah bahwa Fitrah itu sejatinya adalah kondisi, konstitusi, karakter yang dipersiapkan untuk menerima Kitabullah atau agama. Jadi jika fitrah tak tumbuh baik, maka pengajaran dan pengadaban akan sulit dilakukan.

Mengirim anak ke pondok pesantren sebelum fitrahnya siap dan jelas, itu Ibarat membuat roti, belum telaten diuleni sehingga belum mengembang adonannya lalu kemudian sudah diberi toping dan dimasukkan ke oven.

Ya jelas aja bantet!

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s