Membersamai Anak

Harry Santosa
July 10, 2018

Seorang wanita karir resign dari kantornya, ia ingin mendidik anaknya sendiri dgn sepenuh cinta. Segera disusunlah kurikulum terbaik menurutnya sampai rinci kegiatan perhari. Lalu ketika dicobakan ke anaknya, apa yg terjadi? Tak satupun berjalan, malah membuat frustasi. Apa masalahnya?

Persekolahan modern yang panjang membuat cara pandang kita seperti penjajah, kita melihat anak kita obyek kosong yang harus dijejali sesuai mau kita dan menurut cara kita agar hebat seperti ambisi kita.

Ketahuilah anak kita adalah manusia yang Allah telah instal fitrah atau kebaikan bawaan sejak lahir. Tugas kita bukan banyak menjejalkan (outside in) dengan cara cara tak manusiawi apalagi cara syaithoni.

Tugas kita adalah membersamai dan membangkitkan (inside out) fitrah itu. Jadi mengalir saja dengan beragam kegiatan yang sederhana namun seru, unik bagi keluarga kita dan mempesona, sampai kemudian kita akan paham pola fitrah itu dari banyak kegiatan bersamanya disamping membangun relasi cinta yang kuat.

Ketika paham pola fitrahnya, itulah saatnya merancang kurikulum unik sesuai fitrah nya yg unik.

Pasti bekerja dengan baik, insyaAllah karena anak mau melakukan apapun jika relevan dengan fitrahnya baik tahap maupun keunikan, ada relasi cinta yang kuat dengan ayah bundanya serta alasan atau reason yang mengakar mengapa harus melakukan itu. Selamat membersamai.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s