Komunikasi Pengasuhan – Orangtua Pengertian Biasa Bicara Perasaan

Yayasan Kita dan Buah Hati
Serial Parenting #55

Dua remaja putri, sebut saja namanya Ani dan Ina, sedang ngobrol di dalam kelas saat jam istirahat.

Ani : “Kok kamu diem aja sih dari tadi ?”

Ina : “Bete ! Mama udah daftarin aku ke bimbel A, padahal aku udah kebanyakan les. Apa ga liat tiap hari aku pulang malem, udah cape banget.”

Ani : “Kamu pernah ngomong ke mereka ?”

Ina : “Males, mereka ga pengertian. Aku bilang cape, mereka bilangnya demi masa depan. Aku ngusulin yang lain, mereka bilang, ini yang terbaik. Ya mana bisa ngobrol, ngedengerin aku aja engga”

Familiar dengan percakapan begini ? Banyak sosok remaja yang tumbuh tanpa merasa dimengerti oleh orang tuanya. Sebenarnya ini tidak terjadi tiba-tiba. Ini adalah hasil dari pola asuh orang tua selama ini. Jika kita memastikan selalu terhubung dengan anak sejak dia kecil, seterusnya sampai dia dewasa, maka selama itu juga kita adalah orangtua yang pengertian.

Menjadi orang tua pengertian, bukan berarti menuruti semua yang anak minta. Orangtua pengertian adalah yang mampu menerima dan memahami perasaan anak, juga apa yang anak inginkan. Orangtua pengertian biasa bicara perasaan dengan anak. Karena biasa bicara perasaan, maka akan selalu tumbuh saling pengertian antara orangtua dan anak.

Orang tua sebagai orang yang jauh lebih dewasa, sewajarnya menjadi pihak pertama yang menyesuaikan diri dan berusaha memahami anak. Karena orang dewasalah yang punya kemampuan beradaptasi. Sementara anak, dengan usia jauh lebih muda, masih belajar memahami perasaannya dan belum tentu sudah sanggup beradaptasi. Kesediaan orang tua beradptasi duluan dengan cara memahami anak, itulah yang akan anak tangkap pertama kali, sehingga ia pun tumbuh jadi anak yang belajar untuk memahami, dan jadi anak yang pengertian, seperti halnya orangtuanya.

Dengan begitu, orangtua pengertian akan menumbuhkan anak yang juga pengertian. Perasaan anak yang dihargai dan dipahami akan mematangkan sistem limbik anak. Jika perasaan anak dikenali, dihargai, maka perilaku anak juga akan sehat. Perilaku anak yang tidak sehat, di luar normal, justru sering diakibatkan perasaan anak tidak dihargai.

Bagaimana caranya kita sebagai orang tua memahami perasaan anak ? Langkah pertama, baca bahasa tubuhnya. Berikutnya adalah mendengar aktif. Tentang mendenagr aktif akan lebih banyak dibahas di artikel-artikel berikutnya.

Ayah bunda, mari pastikan kita selalu menjadi sahabat yang siap memahami perasaan anak, sehingga anak tumbuh sehat bahagia dalam asuhan kita.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s