Anak Anak Fitri

Adriano Rusfi
June 21, 2018

Hari kedua lebaran… Kami berkunjung ke famili yang kami tuakan di keluarga, sehingga hampir tiap tahun kami wajib sowan dan berlebaran ke rumahnya. Ini adalah saat saya berkumpul dengan adik-adik dan paman se-Rumah Gadang, tentunya lengkap dengan keluarga. Ada yang selalu kami nanti saat berlebaran ke rumahnya : makan siang dengan rendang, asam padeh, dan dendeng balado. Terakhir nanti ada penutup yang tak kalah mengasyikkan : bakso kuah yang lezat.

Tapi tahun ini agak istimewa : banyak anak-anak yang hadir, sebagian besar berusia dini. Saya membawa dua cucu, yang lainnya dengan anak-anak kecilnya. Ada yang berbeda dengan sekumpulan anak-anak kecil lazimnya : Nyaris tak dijumpai yang berlarian sana-sini. Yang ramai adalah celoteh anak-anak yang bicara dan bertanya. Kenapa ??? Apakah selama ini saya berjumpa dengan anak-anak kinestetik, lalu kini saya menjumpai anak-anak verbalis ? Atau, karena yang saat ini saya hadapi adalah anak-anak Minang yang “dari sononya” sudah terlahir verbalis ? hahaha…

Saya coba menerawang ke masa silam : Ya, ternyata anak-anak saya di masa dulu pun bukan tipe “lasak dan lesek”, lelarian kian kemari tak kenal tempat. Mereka memang hobby memanjat sofa, melompat di kasur, berlarian di gang bersama anak tetangga, tapi cenderung pada tempatnya. Dan sisanya : nyinyir berceloteh, bertanya tanpa akhir, berdebat adik-kakak, lalu istri saya pusing tujuh keliling mendengar suara memekakkan. Vonis terakhir adalah : “Dasar niru bapaknya…”. Ampun…

Tapi apa yang sebenarnya terjadi ? Bukankah setiap anak butuh gerak untuk mengasah motorik kasar dan halus ? Apakah ayahbunda mereka sering menghardik anak-anak yang menjelajah hilir-mudik ?

Saya coba menyelidik… Ternyata para ayahbunda mereka bukan kaum pemberang. Anak-anak begitu akrab dengan mereka, dan begitu cerewet bertanya ini-itu. Yang saya saksikan adalah fitrah yang berkembang utuh, lengkap dan seimbang : Bahwa bergerak adalah fitrah, tapi diam juga fitrah; Bicara adalah fitrah, tapi hening mendengar juga fitrah; berlari-melompat adalah fitrah, namun duduk dan tidur juga tak kalah fitrahnya. Mereka tak menghardik anaknya jungkir balik di rumah orang, tapi mengapresiasi mereka yang mau duduk tenang. Sungguh, fitrah anak senang dipuji.

Ataukah anak-anak itu keturunan bangsa verbalis, dan bukan kinestetik ? Tampaknya tidak juga. Ini soal keseimbangan. Anak-anak itu enersinya besar. Mereka butuh ventilasi dan kanalisasi atas enersi besar itu. Jika ventilasinya hanya di dunia motorik, maka jadilah mereka full motorik. Jika ventilasinya hanya verbal, jadilah mereka pengoceh murni. Jika mereka tak kenyang di dunia motorik, maka kanalisasinya adalah verbal. Jangan biarkan mereka menghabiskan enersi di dunia motorik, karena mereka tak akan punya enersi untuk mengembangkan kapasitas verbalnya. Padahal, cerewet itu indah…

Ekspresi verbal itu juga semacam kapasitas motorik juga lho. Yaaa… sebut sajalah sebagai “Motorik Lidah” hahaha… Dan “Motorik Lidah” ini langsung tersambung dengan kemampuan hati dan otak sekaligus. Orang dewasa mungkin merasa dulu, baru bicara, atau berpikir dulu, baru berucap. Tapi pada anak-anak yang terjadi adalah sebaliknya: berceloteh dulu untuk mengasah hati… Berbicara dulu untuk merangsang otak. Jadi alangkah sayangnya jika seorang anak hanya menyalurkan dan menghabiskan enersi besarnya di dunia motorik kasar, sehingga hilang daya bagi pengembangan verbal, hati dan otak.

Iedul Fitri kali ini alhamdulillah memberi insight baru bagi saya. Ini adalah silaturrahim antar fitrah manusia. Ada fitrah motorik… ada fitrah verbal… ada fitrah gerak…ada fitrah diam… Sesekali saya saksikan seorang ibu yang memarahi anaknya yang berlari nggak karuan. Tapi saya tersenyum : sang ibupun sedang menyalurkan fitrah marahnya, demi keutuhan fitrah ananda. Selamat Iedul Fitri…

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s