Foto Keluarga

Harry Santosa
June 16, 2018

Di hari iedul fitri 1439H, kita lihat betapa bahagia dan indahnya foto foto keluarga beserta ucapan selamat hari raya bersliweran di berbagai sosial media, semoga senyum bahagia di foto itu benar benar mewakili kebahagiaan sesungguhnya keluarga keluarga yang kembali fitri dengan misi keluarga yang ajeg.

Semoga senyuman bahagia itu tidak seperti senyuman pada foto foto keluarga saat wisuda salah seorang anak anaknya, yang umumnya hanya senyuman untuk menutupi kebingungan dan kegalauan, mau dibawa kemana ijasah sarjana anaknya itu setelah acara wisuda.

Itu karena anaknya kuliah sekedar memenuhi prestise atau mencapai target obsesi keluarga atau menjalani kuliah tanpa kejelasan misi hidupnya. Riset sebuah lembaga di tahun 2014, menunjukkan 87% mahasiswa di Indonesia salah jurusan. Sungguh Ilusi perkuliahan yang dijalani anak anak kita.

Data BPS 2016, menunjukkan bahwa ada sebanyak 300 ribu lebih perceraian dalam setahun, itu berarti sekitar 970an kasus perceraian perhari atau sekitar 36 kasus perceraian per jam. Sejak subuh tadi sampai kita membaca artikel ini, sudah ada sekian jam dikali 36 keluarga yang bercerai. Kita tentu tak sedang berharap ini terjadi ketika membahas ini, namun inilah realitanya.

Penyebab Perceraian

Seorang pakar mengatakan bahwa ada 2 penyebab utama perceraian, yang pertama adalah tiadanya misi keluarga dan yang kedua adalah tidak adanya proses mendidik di dalam rumah tangga.

Misi Keluarga

Keluarga tanpa Misi Keluarga, ibarat kapal terbang tanpa destini dan rute penerbangan, melayang layang di awan tak jelas arahnya hingga bahan bakar habis, rentan dihempas badai sekecil apapun.

Tiadanya misi keluarga umumnya adalah dosa para ayah yang gagal berperan sebagai ayah sejati, sang pemimpin jalan, “A Man of Mission dan Vision”, yang tugas utamanya adalah find the mission, show the mission dan lead the mission.

Umumnya para ayah tak punya misi personal karena tak dibimbing untuk menumbuhkan fitrahnya sejak masa anak, lalu para ayah tanpa misi personal ini akan gagal menemukan misi keluarganya.

Misi keluarga adalah jawaban jawaban atas pertanyaan untuk apa pernikahan kita atau keluarga kita ada di muka bumi, apa misi personal ayah dan misi personal ibu yang dapat disinergikan, aktifitas apa yang sangat bergairah dilakukan dan semakin menguatkan cinta, kegiatan apa yang menggebu gebu ingin dilakukan untuk membuat dunia lebih baik, peran peradaban apa yang ingin disandang oleh keluarga kita, siapa yang paling ingin kita tolong di muka bumi dengan peran dan aktifitas keluarga kita, jika orang berkunjung ke rumah kita maka ingin disebut apa rumah kita dstmya.

Proses Mendidik

Tentang tidak adanya proses mendidik di rumah, nampaknya kita telah paham bahwa banyak orangtua yang lebih pandai menitipkan anak anaknya atau mencari sekolah favorit anaknya begitu saja daripada mendidiknya sendiri. Anak boleh sekolah atau tidak sekolah, namun kewajiban mendidik anak tak pernah bisa didelegasikan.

Apalagi banyak orangtua yang berpandangan bahwa kalau anak sudah disekolahkan di sekolah Islam penuh hari, mahal dengan fasilitas mewah dan prestasi akademis selangit lalu kita menganggap selesailah pendidikan anak anak kita, padahal riset dan realita banyak membuktikan bahwa tersekolahkan dengan baik belum tentu terdidik dengan baik.

Lalu apa efeknya ke pernikahan? Keluarga keluarga yang tak menajamkan fitrah mendidiknya akan kehilangan kehangatan cintanya dan kehilangan kesempatan untuk menumbuhkan kekuatan cahayanya dalam rumah tangganya. Anak anak itu karunia dan amanah, makin kita urun rasa, urun hati, urun tangan, urun fikiran, urun kaki dalam mendidiknya, maka makin hebatlah fitrah keayahbundaan kita, lalu makin berbahagialah dan bercahayalah rumah kita.

Keluarga yang punya misi keluarga maka proses mendidik di keluarganya akan semakin mudah. Banyak kisah tentang bagaimana anak anak yang menyimpang akan mudah diluruskan apabila diingatkan tentang misi keluarganya dan dilibatkan menjalaninya.

Uswatun Hasanah

Sepanjang sejarah kita temukan bahwa para Ayah Ayah luarbiasa baik di dalam rumah maupun di dalam jamaahnya adalah para ayah yang punya misi personal yang ajeg dan kokoh. Lihatlah bagaimana Nabi Ibrahiem AS, Nabi Muhammad SAW dengan misi visi keluarganya dan adab pada keluarganya yang luarbiasa, maka beliau berdua secara khusus disebut alQuran sebagai uswatun hasanah.

Semoga kita mampu meneladani keluarga keluarga terbaik sepanjang sejarah, yang punya misi keluarga yang kokoh, memperjuangkannya bersama dengan penuh cinta dan bahagia lalu menurunkannya menjadi pendidikan bagi anak anaknya. Lalu kelak kita saksikan senyuman bahagia pada foto keluarga kita adalah senyuman karena kebahagiaan sejati kembali ke fitri.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah

#FBE

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s