Catatan tentang Adab

Catatan Diskusi mengenai Adab di grup Kader Utama Nasional Komunitas Hebat
22-23 Februari 2018
Notulen : Ninin K (div. Ilmu) ๐Ÿ™๐Ÿผ

Ustad Harry
๐Ÿ” definisi adab dari prof. NAQUIB ALATAS
Ini definisi lengkapnya

*Adab adalah โ€œpengenalan serta pengakuan akan hak keadaan sesuatu dan kedudukan seseorang, dalam rencana susunan berperingkat martabat dan darjat, yang merupakan suatu hakikat yang berlaku dalam tabiat semesta.โ€*

Definisi yang lebih ringkas
๐Ÿ’ Definisi adab menurut Profesor Naquib Al-Attas :
_*Adab merupakan kemampuan untuk meletakkan sesuatu pada derajat dan martabatnya*_

๐Ÿ”Para penganut pemikiran Prof Naquib alAttas menyatakan begitu, bahwa Ta’dib itu sudah meliputi Tarbiyah dan Taklim.

Saya memahami cara pandang itu krn adab itu bicara before, during dan after.

Pendidikan dalam Islam bicara 3 obyek yaitu Kitab wal hikmah, fitrah dan adab

Pendidikan terkait Kitab wal Hikmah adalah Ta’lim atau Pengajaran
Pendidikan terkait Fitrah adalah Penumbuhan atau Perawatan Potensi atau Tarbiyah
Pendidikan terkait Adab adalah Pembentukan atau Penanaman Nilai atau Ta’dib

Semuanya bisa disebut Ta’dib jika Adab dianggap sebagai 3 dimensi yaitu hikmah atau wisdom atau nilai2 Kitabullah, proses menumbuhkan potensi atau fitrah dgn dipandu Kitabullah, dan result atau hasil yaitu *manusia yang adil dan beradab*

๐Ÿ” Rasulullah SAW jelas Qudwah hasanah , best role model

Secara akhlak yang melekat dalam diri Rasulullah SAW adalah alQuran
Krn Beliau adalah alQuran berjalan *khuluquhul Qur’an*

Ini bicara adab sebagai Kitab juga Hikmah

๐Ÿ” Metode
Doa Nabi Ibrahiem ttg keturunannya kelak,
1. Dibacakan
2. Diajarkan
3. Disucikan

Dikoreksi oleh Allah SWT
1. Dibacakan
2. Disucikan
3. Diajarkan

Adab atau pembentukan nilai2 Kitabullah tidak terbangun ketika potensi fitrah tidak disucikan lebih dulu. Contoh sederhana mengapa sholat (adab pd Allah) baru diperintah kpd orangta utk menyuruh anaknya sholat saat usia 7 tahun bukan sejak dini, krn ada proses mensucikan atau menumbuhkan fitrah dulu (tarbiyah/tazkiyah) sebelum diperintahkan adab (ta’dib) dan diajarkan (ta’lim)

๐Ÿ”Namun mendefinisikan Adab itu tergantung konteksnya, baik konteks waktu (before, during, after atau sejarah, kini, masa depan), konteks tempat (kearifan lokal, realitas sosial) maupun konteks derajat manusia itu sendiri (intelektualitas, keunikan, fitrah)

๐Ÿ”ustd. AAD
Bagi kita yang mengalami keterbatasan ilmu akses, dan waktu, maka diantara cara termudah untuk memahami adab adalah dengan cara memahami definisi adab itu sendiri secara dalam, sedalam-dalamnya

Oleh Profesor Naquib Al-Attas, adab didefinisikan sebagai _*”kemampuan untuk meletakkan sesuatu pada derajat dan martabatnya”*_

Adab sangat beririsan dengan akhlak, namun tak persis sama.

Jika akhlak bicara tentang *ketinggian* perilaku, maka adab bicara tentang *efektivitas* perilaku, karena standar nilai yang dijaga.

Kalau akhlak bicara tentang *kemuliaan* perilaku, maka adab sebenarnya bicara tentang *presisi dan akurasi* perilaku

Maka Fakultas Sastra dalam Bahasa Arab disebut sebagai *Fakultas Adab*, itu karena sastra adalah upaya untuk meletakkan kata dan kalimat pada derajat dan martabat yang tepat, sehingga lahirlah keindahan.

Nah, dengan kita memahami definisi adab dengan dalam dan sedalam-dalamnya, maka diharapkan kita secara pribadi mampu mengimajinasikan dan merumuskan praktek-praktek adab itu sendiri.

Yang jelas, sebuah adab itu disusun oleh :

– Akhlak
– Hati nurani
– Akal sehat
– Adat istiadat
– Kearifan lokal

Nah dari unsur-unsur penyusunnya tersebut marilah kita berusaha untuk memahami konsep adab secara mandiri

๐Ÿ” ustd. Harry
Setiap manusia, setiap bangsa, setiap keluarga dihadirkan di muka bumi dengan membawa tugas atau peran peradabannya masing masing. Inilah alasan kehadiran mereka di dunia.

Misi Rasulullah SAW ini, adalah daurul hadhoriyah atau peran peradaban secara umum, yang dapat kita jadikan sebagai baseline umum dari peran speifik kita masing masing

Ustadz Anis Matta, menyebutkan bahwa secara generik, *peran atau tugas personal* (apapun peran spesifiknya) itu harus membawa kepada 2 hal yaitu

1. Bashiro (kabar gembira atau Solution Maker) wa Nadziro (peringatan atau Problem Solver)
2. Rahmatan lil Alamin (menebar rahmat dan manfaat)

Sementara peran komunal (apapun peran spesifiknya) harus membawa
1. Ummatan Wasathon (Orchestrator atau Integrator Community)
2. Khoiru Ummah (The best model community)

๐Ÿ” Challange
Tugas kita, sekali lagi, menurunkan (work by bridge) apa yang telah disarikan oleh para pemikir (work by brain) itu, menjadi sesuatu yang mudah diimplementasikan (work by hand)

——
Ust Aad
๐Ÿ”Karena adab itu terkait dengan *menempatkan sesuatu pada martabatnya, perilaku yang efektif, akurat dan presisi*

Di bukunya Ust Adian Husaini memang ada pernyataan tersebut.

Adab memang nggak selalu identik dengan sopan-santun dsb. Adab itu bisa saja melabrak (jika memang dibutuhkan dan tepat)

Makanya, saya menyimpulkan bahwa tujuan adab adalah efektivitas, akurasi dan presisi. Sedangkan akhlak bicara tentang ketinggian dan kemuliaan manusia. Dan core dari adab adalah akhlak.

Makanya, ada adab masuk kamar mandi, bukan akhlak masuk kamar mandi. Adab itu sebelum ilmu, agar serapan dan penguasaan atas ilmu menjadi efektif, akurat dan presisi.

Adab itu selalu punya objek … misalnya adab ke kamar mandi, adab makan
Beda dengan akhlaq

Pesan adab adalah :

Tempatkan sesuatu pada harkat dan martabatnya. Jangan letakkan AlQur’an di WC, dan jangan letakkan kloset di ruang tamu.

Kata orang dulu : Suruhlah orang tuli melepas tembakan… orang buta meniup bara api… orang lumpuh menjaga rumah… orang bodoh disuruh-suruh…

Itulah adab…

Maka jika berhadapan dengan orang bermartabat rendah karena akhlaknya hina, dan tindakan yang efektif untuk mengatasinya hanya dengan memakinya, maka memaki pada situasi tersebut adalah beradab.

Itulah sebabnya Ibrahim as yang lembut pernah memaki Namrud, sedangkan Musa yang keras justru berkata lembut terhadap Fir’aun. Itulah adab

Di situ pulalah titik temu dan perbedaan adab dengan akhlak.

Tanggapan ust. HARRY
๐Ÿ” Akhlak adalah nilai2 Kitabullah yang universal

Adab nilai nilai Kitabullah yang kontekstual dengan dimensi ruang dan waktu juga pelaku, bukan hanya pengenalan tetapi pengakuan akan derajat dan martabat

Contoh dari bunda dinda
๐Ÿ” Menurut Imam Al-Ghazali sebagaimana disebutkan dalam kitabnya berjudul Al-Adab fid Din (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, halaman 444) setidaknya ada lima (5) adab orang tua terhadap anak-anaknya sebagai berikut:

ุฃุฏุงุจ ุงู„ูˆุงู„ุฏ ู…ุน ุฃูˆู„ุงุฏู‡: ูŠุนูŠู†ู‡ู… ุนู„ู‰ ุจุฑู‡ุŒ ูˆู„ุง ูŠูƒู„ูู‡ู… ู…ู† ุงู„ุจุฑ ููˆู‚ ุทุงู‚ุชู‡ู…ุŒ ูˆู„ุง ูŠู„ุญ ุนู„ูŠู‡ู… ููŠ ูˆู‚ุช ุถุฌุฑู‡ู… ูˆู„ุง ูŠู…ู†ุนู‡ู… ู…ู† ุทุงุนุฉ ุฑุจู‡ู…ุŒ ูˆู„ุง ูŠู…ู† ุนู„ูŠู‡ู… ุจุชุฑุจูŠุชู‡ู….

Artinya: โ€œAdab orang tua terhadap anak, yakni: membantu mereka berbuat baik kepada orang tua; tidak memaksa mereka berbuat kebaikan melebihi batas kemampuannya; tidak memaksakan kehendak kepada mereka di saat susah; tidak menghalangi mereka berbuat taat kepada Allah SWT; tidak membuat mereka sengsara disebabkan pendidikan yang salah.โ€

Tahapan Penegahkan adab dalam peradaban
Ust. HARRY

๐Ÿ”Kalau menurut Siklus Peradaban nya Ibnu Khladun yang dikembangkan oleh Dr Malik Bennabi, semua peradaban itu awalnya selalu ditegakkan dengan fase awal berupa spirituality yang baik atau adab yang baik. Tidak mungkin sebuah peradaban tegak tanpa adab yang baik.

Namun begitu tegak, umumnya spirituality nya bergeser fokus ke fase ke dua yaitu intellectuallity. Mulai lahir orang2 pandai cendikia yang menciptakan berbagai ilmu dan teknology sehingga peradaban itu mencapai puncaknya. Di saat puncak itulah mulai masuk fase kelimpahan materi karena semakin sejahtera. Inilah fase ke 3, dimana sipirituality mulai ditinggalkan, fokus kpd materi dan teknologi.

Fase ke 3 inilah sebenarnya memasuki tahap decline atau titik balik. Jika peradaban itu segera menyadari maka mereka mulai membangun kembali spirituality nya utk naik kembali menjadi titik belok bukan titik balik. Jika tak menyadari, maka berlakulah titik balik, peradaban itu akan mengalami fase keruntuhan dan memasuki fase kegelapan kembali.

Jika kemudian mereka berhasil merajut kembali spirituality nya maka akan tegak kembali, berulang ke fase 1. Namun umumnya peradaban yang runtuh tak mampu bangkit dan kemudian diwafatkan atau menemui ajalnya.

Ini berlaku pada semua organisme, baik individu, organisasi, bangsa maupun komunitas

Tanggapn Bunda Rita
๐Ÿ” Dzalim itu salah satu tanda alpanya adab, begitu kata Dr, Hamid Zarkasyi.
Tanda tanda kedzaliman yang lain karena hilangnya adab adalah :

Tanda-tanda alpanya adab, sekurangnya ada 3:
1โƒฃ. Dzalim: kebalikan dari adil artinya tidak dapat meletakan sesuatu pada tempatnya.
Dalam adab dkesopanan orang jawa disebut empan papan. Tidak memahami dan menerapkan konsep secara proporsional, artinya mengampu dua atau tiga konsep yang saling bertentangan. Seperti mencapur keimanan dan kemusyrikan. Tauhid dengan faham dikotomis,dll
2โƒฃ Kebodohan: bodoh dalam cara mencapai tujuan.
3โƒฃ Kegilaan. Gila dalam artian salah tujuan, menentukan arah tujuan.
Akarnya adalah hamaqoh atau kebodohan. Yang bodoh akan arti hidup, tak akan tahu tujuan hidup. Bodoh dalam arti ibadah tak akan tahu tujuan ibadah dalam kehidupan.

ย 

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s