Keluarga Simpul Utama Pendidikan Nasional

Dewi Utama Fayza

Memaksakan BELAJAR hanya di sekolah justru mempersempit akses belajar bagi banyak warga belajar, apalagi di daerah terpencil dengan infrastruktur yang jauh dari memadai. Dalam cetak biru sistem pendidikan nasional (sisdiknas), fokusnya adalah PERLUASAN KESEMPATAN BELAJAR (learning opportunities), terutama melalui JEJARING BELAJAR yang lentur dan luwes. Sekolah bisa menjadi salah satu simpul dalam jejaring belajar itu. Simpul-simpul lain yang penting selain keluarga adalah beragam satuan pendidikan masyarakat. Misalnya, klub-klub minat seperti robotik, sanggar kreativitas dan seni, komunitas pecinta tanaman hias, komunitas pecinta mode dan fashion, komunitas pecinta kuliner, komunitas pecinta tanaman obat, komunitas pecinta sains, komunitas pencinta alam, komunitas pecinta aeronautika, perguruan bela diri, komunitas pecinta musik dan sebagainya. Satuan-satuan bisnis di masyarakat juga dapat memberikan kesempatan magang kepada warga belajar. Pendidikan untuk semua mensyaratkan pendidikan oleh semua.

KELUARGA harus diposisikan dan diperkuat sebagai SIMPUL UTAMA PENDIDIKAN NASIONAL dan SATUAN PENDIDIKAN YANG SAH. Pendidikan Pra-Nikah, Pendidikan Orangtua (Parenthood), teladan karakter orang tua, asupan gizi yang cukup, serta tunjangan ibu hamil dan menyusui akan menjadi PENDIDIKAN yang jauh LEBIH EFEKTIF daripada program pendidikan anak usia dini (PAUD), apalagi utak-atik kurikulum.

Wahai para pendiri sekolah, didiklah para orangtua untuk mampu mendidik anak-anaknya. Doronglah para orangtua untuk berani mendidik anak-anaknya sendiri. Bimbinglah para orangtua untuk mengenali semua potensi fitrah dirinya dan fitrah anak-anaknya. Ajarkan para orangtua untuk mampu merancang personalized curriculum bagi tiap anak-anaknya.

Wahai para pendiri sekolah, jangan biarkan dirimu menjadi tempat penitipan anak, ibarat Binatu atau Laundry yang menerima seonggok cucian kotor lalu kau harus mencuci sampai bersih, kering dan terlipat rapih. Kemudian kau terima bayaran dan terima komplain. Seperti itukah misi lembaga pendidikan yang sejati? Ketahuilah, ada banyak fitrah yang memerlukan didikan langsung para orangtua yang memang mendapat amanah anak dari Sang Pencipta.

Wahai para pendiri sekolah, kasihanilah para orangtua yang hanya bisa menitipkan anak-anaknya. Kasihanilah mereka karena mereka sudah lama meninggalkan fitrah peran mendidik anak-anaknya. Jangan kau tambah lagi penyimpangan fitrah mereka dengan membiarkan mereka menitipkan anak-anaknya sepenuhnya di lembagamu. Ajak mereka kembali kepada fitrah peran kebundaan dan keayahannya, insyaAllah semuanya akan menjadi mudah bagimu dalam mendidik anak-anak generasi peradaban.

Wahai para pendiri sekolah, jangan merasa lebih hebat dari Tuhan, sehingga berani mengambil alih amanah pendidikan anak dari tangan para orangtuanya. Bukankah orangtua yang diamanahkan Tuhan untuk mendidik anak-anaknya? Maka libatkanlah orangtua dalam mendidik anak-anaknya seluas-luasnya dan sebanyak-banyaknya. Bangunlah pendidikan berbasis komunitas agar para orangtua bisa saling bersinergi, belajar dan menasehati.

Wahai para pendiri sekolah, insyaflah, bahwa tidak ada anak yang bermasalah sehingga harus dididik di sekolah. Yang ada adalah orangtua yang bermasalah karena tidak mau kembali kepada panggilan fitrah perannya untuk menjadi ayah dan bunda sejati. Tidak ada anak yang tidak punya masa depan, yang ada adalah orangtua dan guru yang tidak mampu mensyukuri setiap aspek potensi fitrah anak-anaknya lalu mendidiknya dengan baik.

Wahai para pendiri sekolah, indikator keberhasilanmu bukan diukur dari banyaknya murid dan siswamu atau uang sumbangan gedung atau terkenalnya yayasanmu, tetapi diukur dari berapa banyak orangtua yang disadarkan untuk kembali dan berani mendidik anak-anaknya sesuai fitrahnya. Keberhasilan lembaga pendidikan diukur dari tegaknya komunitas orangtua yang berdaya bersama mengantarkan anak-anak mereka kepada peran peradaban terbaik dengan adab yang mulia.

Wahai para pendiri sekolah, ingatlah Misi Pendidikan yang diamanahkan Sang Pencipta.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s