Pertumbuhan An-Organik di Industri Dirgantara : Sebuah Catatan

JUSMAN SYAFII DJAMAL·FRIDAY, FEBRUARY 23, 2018
Dua metode utama ekspansi bisnis dikenal sebagai pertumbuhan organik dan pertumbuhan anorganik. Pertumbuhan organik adalah pertumbuhan yang berasal dari bisnis perusahaan yang ada, membuka cabang baru, meningkatkan penjualan dengan menjual ke pasar baru atau dengan menjual produk baru dan dengan cara waralaba atau lisensi produk bisnis.
Pertumbuhan anorganik di sisi lain adalah perluasan usaha yang cepat yang dicapai dengan menggabungkan, mengambil alih atau membentuk aliansi dengan bisnis lain. Merger and Acquisition.
Penggabungan atau Merger dua persuahaan atau lebih adalah penggabungan dua perusahaan saling menguntungkan demi mendapatkan profit bersama yang jauh lebih tinggi akibat skala bisnis, penetrasi pasar dan skala ekonomi yang jauh lebih tinggi. Proses Merger melibatkan persetujuan bersama dari dua perusahaan yang sejenis untuk digabungkan dan menjadi satu entitas. Sebuah badan hukum tunggal dibentuk setelah merger disetujui oleh pemegang saham dan tidak ada bisnis yang memiliki kendali atas pihak lain. Contoh Merger Soni-Ericson di Industri Telekomunikasi dapat dikemukakan.
Metode lain adalah proses Pengambilalihan (akuisisi) satu perusahaan untuk digabung dengan perusahaan lainnya. Ini terjadi bila 51% (atau lebih) saham dalam bisnis dibeli dengan cara bermusuhan atau ramah. Perusahaan yang mengakuisisi menyerap perusahaan lain, yang mungkin kehilangan identitasnya setelah akuisisi, menjadi bagian dari perusahaan yang mengakuisisi. Biaya pengambilalihan bisa sangat mahal, karena mungkin diperlukan pengakuisisi untuk membayar lebih dari nilai nominal perusahaan untuk mencapai kendal pasar yang jauh lebih baik. Contoh pengambil alihan Mc Donnell Douglass oleh Boeing dapat diperlihatkan.
Pada awalnya, pertumbuhan perusahaan dicapai melalui aktivitas usaha non-organik berupa merger dan akuisisi. Merger menjadi mekanisme untuk menemukan jalan bagi proses pengalokasian sumber daya yang lebih efisien. Aksi merger dan akuisisi dipilih sebagai sarana untuk melakukan konsolidasi dengan memperkuat lini bisnis melalui pengambilalihan perusahaan kecil yang memiliki keahlian dan sumber daya lebih baik.
Fenomena konsolidasi perusahaan melalui proses merger dan akuisisi merupakan metode yang wajar yang sering dilakukan oleh Industri penerbangan. Disebut proses konsolidasi sebagai solusi atas akumulasi kerugian yang terjadi dan upaya meningkatkan ruang lingkup bisnis serta pertumbuhan market share awalnya terjadi di industri manufaktur pesawat terbang.
Pada 1992, tercatat ada 26 perusahaan manufaktur pesawat dan komponen pesawat di Amerika Serikat. Secara perlahan, perusahaan seperti De Havilland Canada, Rockwell, McDonnell Douglas, dan Hughes Space diakuisisi dan melakukan merger menjadi perusahaan di bawah satu bendera Boeing.
Demikian juga General Dynamics, Lockheed, Martin Marietta, Loral, dan sebagainya dikonsolidasi dan dimerger oleh Lockheed Martin. Sehingga, pada 2001, industri manufaktur pesawat di Amerika Serikat berkurang drastis dari 26 perusahaan menjadi empat perusahaan saja, yakni Boeing, Lockheed Martin, Norto Grumman, dan Raytheon.

JSJ01

Begitu pula yang terjadi di Eropa. Mulanya, terdapat 21 perusahaan komponen industri pertahanan dan dirgantara yang tersebar di berbagai negara. Namun, sejak tahun 1999, perusahaan tersebut dikonsolidasikan ke dalam empat perusahaan konglomerat Uni Eropa, yakni European Aeronautics and Defence Systems (EADS), British Aerospace, FinMeccanica, dan Thales.

JSJ02

Begitulah kurang lebihnya.
Salam

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s