Orang Tua yang Bahagia menciptakan Anak yang Bahagia – Bag 6

Yayasan Kita dan Buah Hati
Serial Parenting #41

Bagaimanapun masa lalu kita, sejak menikah, kita masuk ke jilid dua hidup kita. Kita membayangkan kisah hidup kita diwarnai kebahagiaan. Cobaan tak apa menyapa, tapi ketenangan jiwa tetap di dada. Kita membayangkan pasangan kita senyum gembira dan anak-anak kita yang manja dengan kelucuan tingkah polahnya….

Bagaimana mewujudkannya? Peliharalah humor dalam keluarga (Sense of Humor).

Humor bukan hanya membuat kita bahagia, bahkan bisa mempererat ikatan dalam keluarga. Jika dengan tersenyum saja otak kita menghasilkan hormon-hormon dan senyawa kimia otak yang membuat tubuh kita sehat jiwa dan raga, apalagi tawa. Humor dapat mengubah iklim dalam keluarga yang semula tidak nyaman menjadi menyenangkan. Dalam keluarga, humor dapat membantu dalam situasi serius sekalipun!

Seorang anak yang dibesarkan di lingkungan yang penuh humor tidak hanya akan tumbuh menjadi anak yang ceria, tapi juga cerdas, sehat secara fisik dan jiwa, berpikiran terbuka, tidak mudah tersinggung, tidak mudah stress, pandai mengelola emosi, dan sebagainya. Mengapa demikian?

Humor mematangkan bagian otak yang bernama sistem limbik. Sistem limbik adalah bagian otak yang berfungsi dalam pengenalan dan pengelolaan emosi sehingga kecerdasan emosi anak akan terlatih. Anak yang dibesarkan dalam humor, sistem limbiknya ‘terbuka’ sehingga informasi dapat diteruskan ke neokorteks (bagian otak yang mengelola ilmu dan pengetahuan, tempat berpikir dan menganalisa). Maka, jelaslah mengapa anak yang dibesarkan dalam suasana bahagia akan jauh lebih cerdas karena otaknya seperti spons yang menyerap apa saja dengan mudah.

Sedangkan anak yang penuh dengan tekanan, kata-kata yang melukai, kemungkinan yang terjadi bisa dua hal : kecerdasan rata-rata atau lebih rendah dengan emosi tidak stabil cenderung negatif, atau cerdas dengan emosi tidak stabil cenderung negatif. Keduanya memiliki emosi tidak stabil cenderung negatif, kecuali mereka yang sudah selesai dengan dirinya dan berdamai dengan masa lalu. Tentu kita tidak menginginkan anak yang demikian bukan? Contoh terburuk dari anak-anak yang besar dalam lingkungan yang penuh tekanan adalah perilaku geng motor yang ‘senggol bacok’. Tersinggung sedikit, responnya negatif dan besar. Tidak lain karena sistem limbik yang mengurusi kontrol emosi tidak terbiasa distimulasi.

Informasi yang terkait dengan emosi dari sistem limbik, akan mendapat tanda “penting” sehingga akan disimpan sebagai memori jangka panjang. Oleh karena itu kita bisa mengingat dengan lengkap lirik lagu “Mungkinkah” milik Stinky, terlepas perasaan kita berbunga-bunga atau patah hati tak berdaya.

Humor sangat bermanfaat bagi keluarga dan anak kita. Ternyata, ada humor yang sehat dan humor yang tidak sehat. Humor yang sehat adalah segala jenis humor kecuali yang berikut ini :

• Humor yang mengejek, misalnya mengejek ‘cacat’ tubuh atau panggilan buruk
• Humor yang membual atau mengandung kebohongan
• Humor yang porno

Anak kita laksana spons, ia menyerap banyak sekali hal. Sedangkan pengasuhan menciptakan kenangan. Tanyakan pada diri sendiri setiap hari, “apa yang dipelajari anakku dari orangtuanya hari ini?” dan “akan diingat sebagai orangtua yang bagaimana oleh anakku jika aku wafat kelak?”

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s