Orang Tua yang Bahagia menciptakan Anak yang Bahagia – Bag 5

Yayasan Kita dan Buah Hati
Serial Parenting #40

Pelukan memiliki kekuatan untuk menyembuhkan. Pelukan adalah simbol universal tentang berbagi energi. 

Bagi sebagian orang, kenyataan hidup sedemikian menyakitkan dan menimbulkan keterasingan tanpa peluang jalan keluar, hingga tak satu patah kata pun mampu terucap untuk mengekspresikan perasaan yang muncul karenanya. Sebuah pelukan adalah cara untuk berbagi perasaan dan energi yang seringkali tak terucapkan. Pelukan membentuk ikatan antara dua orang atas sesuatu yang tak bisa diekspresikan melalui kata-kata.

Sebagai manusia biasa, kita pernah merasakan keterasingan dan tak sanggup lagi berkata-kata atas kenyataan hidup yang berat. Kita hanya membutuhkan satu hal : pelukan. Pelukan membuat seseorang merasa aman dan diterima. Peneliti dari University of California, Berkeley, mengatakan bahwa perasaan dicintai memiliki efek reparatif (perbaikan) dan anti-aging (membuat awet muda).

Pelukan memerintahkan tubuh kita memproduksi hormon oksitosin. Oksitosin seringkali disebut “hormon cinta”. Kadar hormon ini semakin berkurang seiring bertambahnya usia dan ikut berkontribusi dalam berkurangnya massa otot dalam tubuh.

Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal ilmiah Nature Communication, peneliti menyuntikkan oksitosin pada sel otot tikus tua yang rusak. Setelah 9 hari, perbaikan sel otot rusak tikus tua 80% lebih cepat daripada perbaikan sel otot tikus muda yang tidak disuntik oksitosin.

Jika Ayah Bunda merasa berwajah lebih tua daripada usianya, banyak-banyaklah berpelukan dengan pasangan dan anak-anak kita. Oksitosin akan membantu meremajakan kembali otot-otot wajah kita, apalagi jika ditambah senam wajah (tersenyum 50 kali perhari) secara rutin.

Pelukan juga memperkuat ikatan dengan orang yang kita temui setiap hari. Dengan diproduksinya oksitosin, sesuai fungsinya (oksitosin, -pen), pelukan dapat memperkuat ikatan hati dengan orang yang kita cintai. Selain disebut “hormon cinta”, oksitosin juga disebut “hormon kepercayaan”. Sehingga, pelukan juga dapat menumbuhkan kepercayaan dan merangsang terbentuknya solidaritas, pembinaan hubungan antar manusia, meningkatkan kepercayaan diri, dan membuat kita menjadi manusia yang lebih bahagia.

Pelukan juga menurunkan stres! Pelukan membantu tubuh kita menurunkan hormon kortisol yang merupakan hormon stres dan menurunkan tekanan darah. Pelukan dapat menjadi perawatan ¬anti-anxiety tanpa obat!

Bagi anak-anak, pelukan juga mematangkan sistem limbik (bagian di otak yang berfungsi dalam pengenalan dan pengelolaan emosi). Anak yang mendapatkan pelukan yang cukup, akan lebih matang dalam bertindak dan tumbuh menjadi anak yang sabar.

Berapa jumlah pelukan yang diperlukan anak kita untuk mematangkan sistem limbiknya? 4 pelukan perhari membuat anak merasa ada, 8 pelukan perhari membuat anak merasa diterima kehadirannya, dan 12 pelukan perhari membuat anak merasa berharga bagi dunianya.

Sedangkan dalam lingkup kesehatan jiwa, Virginia Satir menyatakan bahwa 4 pelukan perhari kita butuhkan agar kita mampu bertahan hidup, 8 pelukan perhari kita butuhkan untuk memperbaiki diri, dan 12 pelukan perhari kita perlukan untuk tumbuh lebih baik setiap hari.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s