Orang Tua yang Bahagia menciptakan Anak yang Bahagia – Bag 4

Yayasan Kita dan Buah Hati
Serial Parenting #39

Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas cara-cara berikut untuk memperbaiki suasana hati agar menjadi orangtua yang mampu menciptakan kebahagiaan dari diri sendiri :
– membuang sampah emosi melalui melakukan hal-hal menyenangkan
– berbicara positif kepada diri sendiri (self talk)
– menulis di Cognitive Diary
– tersenyum

ketika emosi kita sedang bermasalah, kita bisa mengubah bahasa tubuh kita yang semula menunjukkan sedang dirundung masalah menjadi bahasa tubuh yang menyenangkan. Dalam ajaran Islam, hal ini juga direkomendasikan oleh Nabi Muhammad saw. Ia mengajarkan bahwa jika kita sedang diliputi amarah, jika kita sedang berdiri, maka ubahlah posisi tubuh kita menjadi duduk. Jika masih diliputi amarah, berbaringlah.

Erik Peper, dosen di San Fransisco State University telah membuktikan hal ini. Penelitiannya membuktikan bahwa ketika seseorang mengubah posisi berdirinya dari duduk menjadi postur tegak percaya diri, terjadi pertambahan hormon testosteron yang mengatur level energi pada tubuh. Dan sebaliknya, mengubah posisi berdiri menjadi duduk dapat menurunkan level energi dari penurunan hormon testosteron yang bermanfaat meredakan emosi saat seseorang marah.

Dana Carney, psikolog sosial dari University California of Berkeley mengatakan ketika kita duduk atau berdiri dengan gestur percaya diri dan tersenyum, sikap tubuh terbuka, otot-otot ditubuh kita mengirim sinyal ke otak melalui impuls saraf dan akan direspon dengan perubahan senyawa kimia dalam otak dengan peningkatan hormon testosteron (pengaturan self-confidence) dan penurunan hormon kortisol (hormon stres).

Ketika kita sebagai orangtua sedang kesal tak tertahankan melihat tingkah polah anak-anak kita, coba ubah posisi tubuh kita jongkok dengan mata sejajar dengan matanya. Selain menurunkan hormon testosteron dan kortisol yang bermanfaat menurunkan level energi kemarahan kita, magic gesture ini membuat anak kita merasa diterima dirinya.

Terbukti bukan, bahwa gestur mempengaruhi emosi dan level energi kita. Masih tidak percaya? Coba saja Ayah Bunda marah dengan wajah tersenyum. Bisa?

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s