Revolusi Industri ke-4 : Berkah atau Musibah ?

Jusman Syafii Djamal
January 18, 2018

Revolusi industri keempat (4IR) adalah “penggabungan teknologi tinggi” yang mengaburkan garis batas” antara Dunia yang kasat mata/fisik dengan dunia maya serba digital yang makrokospis dengan dunia mikrokosmos , jasad renik biologis,begitu kata Klaus Schwab, pendiri Forum Davos. (Mechanics + Electronics + Bio Engineering)

4th Revolution 

Perpaduan dari begitu banyak bidang pada akhirnya akan membuat generasi muda yang menguasai teknologi dengan cerdik dapat mengubah landskap ekonomi jauh lebih dahsyat dan lebbig mendasar daripada tiga revolusi industri pertama.

Kini kita berada diambang kesempatan untuk melengkapi Manusia bersumber daya iptek dengan keahlian tinggi untuk berinteraksi dan bersinergi dengan para pekerja yang mayoritasnya lulusan SD,SMP dan SMA di Indonesia untuk jauh lebih produktip dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang dikuasainya.

Kesempatan ini akan hilang percuma jika para cerdik pandai dan para politisi kita hanya terfokus pada arena adu siasat dan adu jangkrik semata untuk memenangkan setiap kontestasi pilkada/pemilu dan lupa menyiapkan program sistimatis terencana berkesinambungan untuk mengantisipasi masa kemajuan teknologi yang dapat menelan kita semua. Dan lupa mempersiapkan program penguasaan iptek sebagai pendorong inovasi dan kesejahteraan bersama

Apa begitu ?

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s