Pentingnya Tazkiyatunnafs (Mensucikan Jiwa) bagi Orangtua dalam Mendidik Anak Anaknya serta Langkah Langkahnya.

Harry Santosa

Definisi #1: Tazkiyatunnafs berasal dari kata Tazkiyah (Mensucikan) dan Nafs (Jiwa atau Diri).
Manusia diberikan Ruh oleh Allah yang seluruhnya mengandung kesucian atau ketaqwaan. Ruh itu suci, Fitrah manusia juga suci dan terbawa bersama ruh. Malaikat senantiasa mendorong kepada kesucian. Sementara, Manusia diberikan Allah jasad dan disempurnakan, kemudian Ruh itu ditiupkan ke dalam jasad dan menyatu dalam jasad manusia. Padahal jasad memiliki syahwat atau kecenderungan pada materi yang dapat mengganggu ruhiyah atau merusak kesucian seseorang atau disebut dengan fujur. Jasad yang sudah memiliki ruh, disebut dengan jiwa atau nafs. Maka penting bagi manusia untuk senantiasa membersihkan jiwanya (tazkiyatunnafs) agar cenderung kepada ketaqwaan atau kesucian fitrahnya, dan tidak dipalingkan syahwat kepada kefujuran. Jiwa yang senantiasa cenderung pada kesucian disebut Salam atau selamat.

Definisi #2: Tazkiyatun Nafs adalah upaya mensucikan jiwa dengan mengembalikan fitrah manusia sehingga teraktualisasi menjadi semakin mulia dalam kehidupan serta tidak terkubur atau tersimpangkan

Urgensi Tazkiyatunnafs bagi Orangtua #1: Mendidik anak pada hakekatnya merawat, menumbuhkan dan membangkitkan fitrah anak anak kita dan memandunya dengan Kitabullah. Maka fitrah anak yang masih baik, hanya dapat berinteraksi maksimal dengan fitrah orangtua yang juga baik. Fitrah orangtua yang telah menyimpang cenderung tidak mampu mendidik fitrah anak anaknya dan juga sulit menjadikan Kitabullah untuk memandu fitrah keduanya.

Urgensi Tazkiyatunnafs bagi Orangtua #2: Menghilangkan penyakit hati para orangtua dalam mendidik fitrah anak anaknya. Penyakit hati ini diantaranya adalah tidak yakin pada pertolongan Allah dalam mendidik anak, tidak yakin Allah telah menginstal fitrah yang baik dalam dirinya maupun diri anak anaknya, tidak yakin Allah telah mencurahkan begitu banyak hikmah pendidikan dalam dirinya, sehingga menyebabkan ketidakshabaran, ketidaksyukuran, galau, hasad, obsesif, riya, suka membanding bandingkan anak, berburuk sangka pada anak, zhalim pada anak, lalai, kecanduan menitipkan anak,sering galau dan risau, sulit memaafkan masa lalu, kurang rileks dan kurang optimis dstnya

Langkah Tazkiyatunnafs #1: Mu’ahadah, yaitu mengingat dan merenungkan kembali maksud dan tujuan penciptaan, janji dan misi serta tujuan pernikahan termasuk amanah sebagai orangtua untuk mendidik anak anaknya, melanjutkan kebaikan kebaikan orangtua terdahulu dsbnya kemudian menetapkan dan menguatkan kembali janji, misi atau peran pernikahan juga peran keayahbundaan dalam konteks dan maksud Allah menghadirkan kita di dunia dan dalam konteks kehadiran kita di dunia untuk menebar manfaat dan rahmat sebanyak banyaknya bagi manusia.

Langkah Tazkiyatunnafs #2: Muroqobah, atau Muroqobatullah, yaitu mendekat kepada Allah dengan amal amal yang mendekatkan jiwa kita kepadaNya. Mendekat kepada Allah agar semakin meyakini dan merasakan serta menyadari kehadiranNya dalam membersamai anak anak kita. Agar kita selalu mengandalkan Allah dalam mendidik anak anak kita, bahwa Allah itu aktif dan tidak pasif. Kedekatan kepada Allah akan memberikan Qoulan Sadida, yaitu ucapan dan tutur yang berkesan mendalam pada jiwa ananda, idea yang bernas dan menginspirasi hebat gairah fitrah ananda, hati dan perasaan, nurani, intuisi yang tajam yang mampu membaca ayat ayat Allah dalam diri ananda termasuk tanda tanda bahagia dan sedih dalam diri ananda, serta perilaku dan sikap yang layak diteladani.

Langkah Tazkiyatunnafs #3: Muhasabah, yaitu mengevaluasi diri, manakah diantara semua aspek fitrah kita yang cidera, terkubur atau tersimpangkan sehingga menghambat perjalanan kita termasuk proses mendidik. Fitrah yang tak tumbuh baik akan nampak pada ghairah atau ghirah atau antusiasme dalam keseharian mendidik bahkan dalam keseluruhan kehidupan. Lakukan observasi dan refleksi pada setiap aspek fitrah pada diri dan upayakan program untuk secara bertahap mengembalikannya. Programnya adalah program yang sederhana dan fokus pada kebaikan dan memaafkan masa lalu serta mengambil hikmah yang banyak atas segala sesuatu yang Allah telah takdirkan teeradi.

Langkah Tazkiyatunnafs #4: Mu’aqobah, yaitu memberi sangsi atas kelalaian atau kelebaian dalam mendidik anak. Sangsi atau Iqob itu bukan hukuman namun peringatan atau konsekuensi yang positif dan berkesan agar tidak mengulang kembali. Iqob ini sebaiknya tidak membuat hati semakin keras dan menjauh, lembutlah dalam mensikapi jiwa.

Langkah Tazkiyatunnafs #5: Mujahadah, yaitu bersungguh sungguh menjalani dan memenuhi semua janji dan komitmen serta tak putus membangun kedekatan dengan Allah sambil mengevaluasi terus menerus. Jangan pernah ragu sedikitpun, yakin sepenuhnya, andalkanlah Allah sebagai yang utama bukan yang lain, bersungguh sungguhlah dalam mendidik, tajamkanlah naluri, intuisi, firasat sebagai ayah dan bunda. Sesungguhnya Allah tidak akan memanggil mereka yang mampu, tetapi memampukan mereka yang terpanggil. Jangan pernah putus dalam berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah dalam mendidik ananda. Fitrah adalah jalan sukses, tahapannya adalah cara sukses, doa kedua orangtua adalah kunci sukses. Barangsiapa yang sungguh sungguh menjalani peran sejatinya maka akan sampai kepada tujuannya.

Kesimpulan dan Catatan:
mensucikan jiwa bukan berarti merasa suci, tetapi justru karena merasa tidak sucilah maka kita senantiasa mensucikan diri kita. Mensucikan jiwa adalah proses sepanjang hayat agar kita kembalikan jiwa kita kepada Pemiliknya dalam keadaan sesuci mungkin. Dalam prakteknya, kita tak perlu menunggu suci sebelum mendidik, justru mendidik fitrah ananda sesungguhnya juga sarana mensucikan fitrah kita. Tetaplah rileks dan optimis terhadap Allah dan Hari Akhir (The Future) dalam melakukan tazkiyatunnafs, karena hanya yang optimis pada Allah dan masa depan yang akan mampu meneladani Rasulullah SAW.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s