Cost Cutting atau Value Creation

Jusman Syafii Djamal
January 14, 2018

Ada kisah menarik tentang value creation atau penciptaan nilai tambah yang pernah disiarkan oleh TV Jepang bulan Januari 2016. Dua tahun lalu.

Di Jepang rute kereta api tdk dimonopoli state own company. Rute diperlakukan sebagai public utility dan dikelola dengan pendekatan service competitivenes. Seperti jalur lalu lintas udara dan slot bandara, atau telekomunikasi dan listrik. Swasta boleh ikut serta. Ada 25 operator KA di Jepang.

Di Hokaido ada satu perusahaan kereta api swasta punya ijin rute untuk jalani operasi ke satu line. Ujung nya menuju stasiun di desa berpenduduk 18 kepala keluarga.

Kini penumpang di stasiun itu terus menyusut dan jika tetap operasi perusahaan alami bleeding cash flow.

Secara ekonomis tak ada jalan terbaik kecuali menutupnya. Akan tetapi Dirut nya ketika berkunjung kesana menemukan ada seorang anak sekolah SMA yg jadi pelanggan sejak 10 tahun lalu. Tanpa kereta api ia tak punya cara untuk kesekolah. Terutama di musim dingin.

Akhirnya Dirut memutuskan menunda penutupan rute itu. Meski cash flow bleeding dan pelanggan setia nya tinggal satu orang, Dirut berkata melayani pelanggan bukan soal jumlah angka statistik dan uang semata. Tetapi komitmen atau janji untuk ditepati. Ia putuskan rute tetap dioperasikan. Sampai anak sekolah itu selesai.

Dulu kisah tentang kereta api sebagai alat transportasi anak sekolah banyak ditemui di Indonesia. Jalur cianjur sukabumi bogor jakarta, misalnya adalah rute padat anak sekolah.

Mereka dari desa ketemu sekolah bagus dikota. Kini spirit itu hilang selain jalur ka ditutup ada juga aturan rayonisasi. Anak desa hanya bileh sekolah didesa. Apalagi kini semua orang tidak lagi mentolerir jika ada perusahaan merugi. Sejak krisis ekonomi 1997/1998 keiteria tentang kinerja perusahaan berubah drastis.

Financial model tidak lagi cukup dimanfaatkan sebagai guidelines mengelola perusahaan. Cash Flow model sangat menentukan. Jika ada kerugian berapapun kecilnya dianggap tragedi. Tak peduli perusahaan sedang lakukan investasi atau sedang merambah pasar baru. Semua orang ingin cepat baku untung.

Hotel baru dibuka langsung diminta catat laba. Mall dan Plaza baru muncul diminta rame pengunjung dan laku. Jika tidak langsung semua dipotong atau cost cutting.

Tidak mungkin di Indonesia ada Dirut yang boleh mengambik keputusan seperti di Jepang. Dimana Layanan kereta api itu baru akan berhenti tahun depan tepat hari dimana Anak SMA tadi lulus sekolah dan tdk lagi memerlukan kereta api itu.

Sebuah keputusan berani untuk hormati pelanggan setia.

A Value Creation by itself. Sebuah pencipta Nilai, satu rupiah demi satu rupiah dengan produk terbaik u customer yg sering kita lupakan. Salam

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s