Be Good to Yourself

Yayasan Kita dan Buah Hati
Serial Parenting #34

Dalam sebuah obrolan bapak bapak di sebuah rumah, seorang bapak yang sudah senior bertanya pada seorang ayah muda. “Bapak kan baru saja jadi ayah, Bapak ingin jadi ayah yang seperti apa sih?”. Seketika itu, wajah ayah muda itu terdiam, campur aduk semua pikiran di otaknya. Sambil tersenyum, ayah muda itu menjawab “Ingin jadi ayah yang dekat dengan anak, yang bisa jadi sandaran dan tempat bertanya supaya anak tidak tersesat dalam hidupnya”. Mendengar jawaban itu, giliran bapak-bapak lain yang terdiam. Bapak senior itu menanggapi “Inilah Self Ideal, yang ingin kita capai sebagai bentuk terbaik kita.”

Sang tuan rumah, seorang bapak yang sudah punya dua anak kecil, ikut menanggapi dengan wajah sedih “Saya juga dulu mimpinya begitu Pak. Tapi sampai saat ini, saya sulit menemukan waktu untuk bisa bersama anak, karena sibuknya pekerjaan yang menyita konsentrasi. Saya sekarang merasa saya ini ayah yang kurang menghargai kehadiran anak”. Bapak yang senior itu menanggapi lagi “Inilah Self Image, bagaimana kita melihat diri kita sendiri saat ini. Self Image belum tentu benar begitu apa adanya, tapi jelas menentukan bagaimana cara pandang kita terhadap diri sendiri”.

Bapak yang senior itu menambahkan “Sangat bagus kalau kita punya harapan menjadi ayah yang terbaik bagi anak kita, di sisi lain wajar juga kalau kita masih banyak kekurangan dibandingkan harapan ideal kita. Tapi kita jangan berhenti di situ. Untuk bisa jadi lebih baik, kita harus menghargai diri kita yang sedang berproses. Hargai diri kita setiap hari. Apresiasi proses belajar kita setiap hari. Dan fokus pada hal hal baik, yang lebih dari diri kita, setiap hari. Inilah Self Esteem, bagaimana kita menghargai diri kita sendiri saat ini sebagai upaya menuju Self Ideal.”

Istri dari bapak beranak dua tadi, tidak sengaja mendengar obrolan ini. Ibu ini terdiam dan matanya berkaca-kaca. Menyadari dirinya masih jarang menghargai dirinya sendiri selama ini. Masih sering keras dan tidak peduli pada dirinya sendiri. Akibatnya dia pun bersikap begitu pada anak-anaknya. Kurang menghargai usaha anaknya, kurang mengapresiasi pencapaian yang diraih anaknya, kurang menghargai hari demi hari yang sebenarnya penuh hal hal indah dengan anak-anaknya.

Malam itu, sang bapak duduk berdua dengan istrinya, lalu berbicara dari hati ke hati. Mereka menyadari ternyata penyebab dari sikap mereka ke anak mereka selama ini, justru karena mereka sendiri kurang mengapresiasi diri mereka sendiri. Mereka lalu berjanji dan berniat dengan sungguh-sungguh menghargai setiap hari sebagai proses belajar dan bertumbuh bagi semua orang di dalam keluarga itu.

Sejak hari itu, mereka menuliskan hal hal baik yang mereka lakukan setiap hari. 1 hari 1 kebaikan yang berbeda. Disinilah jarak antara Self Ideal dan Self Image dipantau dan diakui, lalu kita merespon dengan menghargai pencapaian kita hari ini dengan cara pandang yang baik, Self Esteem.

Ayah Bunda, mari hargai setiap hari sebagai perjalanan proses diri kita menjadi orang tua yang baik, A Great Parent. Be Good to Your Self, and have a nice and honest Self Esteem

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s