Tujuan Pengasuhan – Blueprint 5 – Siap Bermanfaat Bagi Masyarakat dengan Profesional – Bag 2

Yayasan Kita dan Buah Hati
Serial Parenting #26

Mendidik anak agar siap bermanfaat bagi masyarakat dengan profesional dapat dimulai dari membantunya menjadi pribadi yang otentik. Pribadi yang otentik adalah pribadi yang tahu betul apa yang dia suka, apa yang dia mau, apa yang dia inginkan. Anak yang demikian akan menjadi orang yang inisiatif dan solutif terhadap permasalahan yang ada dihadapannya.

BAGAIMANA CARANYA MENDIDIK ANAK AGAR MENJADI PRIBADI YANG OTENTIK?

Sebelumnya kita sudah sedikit singgung bahwa mengasuh anak laksana menyemai benih. Sebagai fasilitator yang diamanahi merawatnya, kita perlu memberi ruang yang baik untuk tumbuh dan menyediakan kesempatan seluas-luasnya sesuai usianya agar ia bebas bereksplorasi dan mengalami sendiri proses penemuan dirinya.

Minimalisasi penggunaan kata “jangan” dan ganti dengan berbagai “pilihan lain” yang bisa ia tentukan. Tentu saja kata “Jangan” tetap boleh digunakan untuk hal-hal yang prinsipil dan memang harus menggunakan kata “jangan”, asal tidak berlebihan. Kata “jangan” berpotensi memangkas kreatifitas dan imajinasi anak.

Secara fitrah, Tuhan telah meng-install rasa penasaran (curiosity) yang tinggi pada diri anak agar ia memiliki alat untuk belajar dan memahami apapun dari dunia yang sama sekali baru baginya. Bisa jadi anak kita penasaran tentang mesin cuci hingga bertahun-tahun, kemudian berganti ingin tahu segala hal tentang tentara namun hanya dua pekan, lalu berganti lagi menyukai bunga hingga berbulan-bulan. Maka, beri anak keleluasaan dalam menemukan ritme dan topik pembelajaran yang ia minati, bukan orangtua yang menentukan anak harus belajar apa saja dan kapan.

Alkisah, seorang anak tak sengaja melihat kepompong menempel di sela-sela batang tanaman di halaman rumahnya. Dipanggilnya sang Bunda,

“Bun, itu apa?”

“Itu kepompong, Nak”, jawab sang Bunda.

“Kepompong itu apa?”

“Kepompong itu ulat yang akan berubah jadi kupu-kupu. Sekarang kan dia tertutup rapat begini, nanti ujung bawah ini akan terbuka dan kupu-kupu akan keluar dari sini.”

Setiap hari anak itu melihat perubahan kepompong tersebut. Saat berangkat sekolah, pulang sekolah, sebelum pergi main dengan teman-temannya, juga ketika pulang ke rumah. Sampai suatu saat ia melihat kepompong tersebut merekah dan menyembul kaki kecil dari rekahannya. Lama sekali ia mengamati. “kasihan sekali”, pikirnya. Ia menyangka kupu-kupu tersebut kesulitan keluar dari kepompongnya. Satu jam berlalu, ia akhirnya mengambil gunting dan merobek kepompong tersebut. Terbebaslah kupu-kupu tersebut dan terbang rendah. Namun, apa yang terjadi, tiba-tiba kupu-kupu itu terbang rendah dengan sayap yang masih menguncup dan tak lama kemudian rebah ke tanah.

“Bunda, kupu-kupunya sakit”, anak itu berlari menemui ibunya sambil membawa kupu-kupu kecil tersebut. “Tadi dia susah keluar kepompong, aku bantuin. Trus pas terbang cuma sebentar, dia jatoh Bun.”

Sang Bunda tersenyum, “Adek tadi bantu kupu-kupunya keluar ya? Dia bukan sakit, sayang. Dia belum siap terbang. Dia perlu waktu untuk mengisi sayapnya dengan cairan penguat dan dia perlu berjuang sendiri saat keluar dari kepompong agar cairan penguat tersebut mengalir sampai ujung sayapnya. Dengan begitu sayapnya menjadi kuat.”

“Adek salah ya Bun? Maaf ya kupu-kupu..”

Sang Bunda memeluk, “Adek jadi merasa bersalah ya? Salah karena tidak tahu itu boleh, Dek. Adek baik hati banget. Perasaan adek lembut, makanya karena adek ga tahu, adek tolong kupu-kupunya”.

Di masa belajarnya, mungkin anak kita melakukan kesalahan. Tetap terima perasaannya dan beri apresiasi atas sisi positif yang dilakukannya, agar ia belajar menyikapi kegagalan dengan cara yang positif. Penerimaan kita juga membuat anak kita tetap percaya diri dan mau melakukan hal yang lebih baik lagi di kemudian hari.

Anak yang otentik mempunyai ciri khas yang dapat kita kenali dengan mudah. Ia selalu menanyakan apapun yang membuatnya penasaran. Binar matanya penuh rasa ingin tahu dan tanpa beban. Coba kita lihat mata buah hati kita, terlihat? 🙂

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s