Tujuan Pengasuhan – Blueprint 5 : Siap Bermanfaat Bagi Diri Sendiri Dan Masyarakat dengan Profesional – Bag 1

Yayasan Kita dan Buah Hati
Serial Parenting #25

Kadang, tanpa sadar kita mendidik anak untuk hari ini saja : tak terbayang apa yang akan terjadi padanya di kemudian hari dari perlakuan kita padanya hari ini. Padahal, mengasuh itu seperti kita menyemai benih, benih apa yang kita tanam saat ini adalah apa yang akan kita panen di kemudian hari.

Dalam rangka menyiapkan anak kita agar siap bermanfaat bagi diri sendiri dan masyarakat dengan profesional, tugas orangtua sebagai fasilitator adalah memberi kesempatan benih itu tumbuh dengan baik sesuai ritmenya sendiri. Memberi kesempatan benih itu tumbuh alami karena setiap penciptaan sudah pasti punya tujuan penciptaannya dari Sang Pencipta.

Fasilitator yang diberi amanah dari Sang Pencipta sebagai penanggungjawab “benih” ini bertugas memastikan ‘tanah’nya subur, ‘air’nya pas, ‘pencahayaan matahari’ cukup, dan ‘menyiangi dari rumput liar’.

Pupuk yang diberikan cukup pupuk universal bukan pupuk khusus menumbuhkan akar, menumbuhkan daun, menumbuhkan bunga, atau menumbuhkan buah. Karena saat kita dikaruniai benih tersebut, kita tidak tahu kelak akan jadi apa benih tersebut bukan? Tunas yang baru tumbuh ini seperti tak ada bedanya dengan tunas tanaman lain. Maka bersabarlah, jika ia tumbuh sehat, kelak ia akan menunjukkan sendiri, tanaman apakah ia.

Artinya, yang perlu kita lakukan sebagai fasilitator adalah memberinya ruang yang baik untuk tumbuh, menyediakan kesempatan seluas-luasnya, mengajarinya lifeskill umum yang perlu dikuasai semua orang, mendampingi ia menikmati proses perjuangannya, memberinya pemahaman dan kebijaksanaan mengenai dunia yang telah kita kenal lebih dulu, serta mengajarkan anak bagaimana cara agar ia bisa melindungi dirinya sendiri dari kemungkinan hal-hal negatif. Tentu saja bertahap, kita perlakukan dan didik ia sesuai usianya.

Mudah-mudahan cara yang kita lakukan tepat untuk memfasilitasi ia dalam proses penemuan dirinya. Kelak pada usia 12 tahun, anak yang mengenal dirinya akan lebih mudah mengenal di bidang apa dia akan menyumbang karya pada dunia. Berkarya yang bukan hanya bekerja.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s