Jangan bersyukur menjadi Buruh tetapi bersabarlah

Harry Santosa.
May 1, 2017 ·

Sabar dan Syukur adalah dua hal yang sama mulianya, namun jangan sampai salah tempat dalam memasangkannya di kehidupan.

Misalnya, orang miskin jangan diminta syukur, karena dia akan mensyukuri kemiskinannya dengan berkutat pada kefakirannya, tetapi mintalah bershabar agar segera keluar dari kemiskinannya. Orang kaya jangan diminta shabar, karena dia akan lupa diri dengan kekayaannya, tetapi mintalah untuk bersyukur agar menggunakan kekayaannya lebih banyak manfaatnya untuk ummat.

Jadi jika menjadi buruh adalah bagian dari perbudakan modern, maka bagi yang masih menjadi buruh hendaknya jangan bersyukur, tetap bershabar agar segera mengakhiri keburuhannya.

Riset di Perusahaan Boeing thd buruhnya atau karyawannya menyebutkan bahwa mereka yang pensiun di usia 40an, umumnya bisa berpeluang hidup sampai di atas 80, mereka yg pensiun di usia 50an akan berpeluang hidup sampai 70an, dan mereka yang pensiun di usia 60an umumnya akan mati di tahun yang sama.

Penyebabnya adalah ternyata banyak orang berkarir atau bekerja tidak sesuai fitrahnya atau panggilan hidupnya. Menurut Prof Sir Ken Robinson, hanya 2 dari 10 orang di dunia yang jujur dengan jatidirinya, kebanyakan hanya ikut arus dan cari uang bukan makna.

Apa hubungannya dengan pensiun dini? Ternyata dengan pensiun lebih dini maka diharapkan akan banyak waktu untuk silaturahmi, merenung dan menemukan panggilan hidup sesungguhnya atau jatidirinya sehingga kemudian menjadi lebih bahagia dan panjang umur karena menjalani sesuatu yang merupakan panggilan hidupnya.

Sebagai catatan, panggilan hidup tak kenal pensiun, inilah tugas spesifik peradaban yang kita harus tunaikan (dalam rangka menjadi Hamba Allah dan Khalifah Allah di muka bumi) sampai Allah mewafatkan kita.

Karenanya Guy Kawasaki, Co-Founder Apple, dalam bukunya, mengingatkan bahwa sebaiknya kita jangan cari uang tetapi cari Makna (meaning), karena jika cari uang maka kelak makna hilang dan uangpun hilang. Tetapi carilah makna, karena jika makna datang uangpun datang.

Seorang mantan Rektor IPB, almarhum Prof Andi Hakim Nasution, mengingatkan, “carilah kebenaran, bukan ketenaran, karena jika mencari kebenaran maka kelak keduanya akan datang bersamaan”

Mari kita didik diri kita dan anak anak kita untuk jujur dan ikhlash dengan fitrahnya, untuk menerima jatidirinya, untuk menyambut panggilan dirinya atau makna hidup sejatinya, maka Allah akan mampukan mereka yang menyambut panggilanNya.

Salam Pendidikan Peradaban
#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s