Harry Santosa
April 30, 2017 ·

Islam adalah agama yang diturunkan untuk menegakkan Peradaban, karenanya pendidikan Islam adalah pendidikan peradaban, yaitu pendidikan yang menginteraksikan semua potensi potensi peradaban menuju peran peran peradaban terbaik dengan adab mulia.

Apa itu potensi peradaban?

Dalam landscape peradaban menurut alQuran, jelas bahwa Allah telah menciptakan bumi dan seisinya sebagai dimensi tempat bagi peradaban, kemudian Allah ciptakan universe time atau waktu kehidupan termasuk zaman sebagai dimensi waktu peradaban, lalu kemudian Allah ciptakan manusia di atas kedua dimensi itu sebagai aktor peradaban atau dimensi penggerak yang akan mengelola bumi dan waktu itu.

Keseluruhan dimensi itu semuanya memiliki karakteristik bawaan yang sudah “given”, yang disebut oleh Ibnu Taymiyah sebagai Fitrah alGharizah, yaitu sifat alami (nature disposition) yang inheren dan telah diinstal sejak dilahirkan.

Kemudian Allah juga tidak membiarkan begitu saja ketiga unsur peradaban di atas, namun Allah juga turunkan Life System, atau Kitabullah yang memandu kesemuanya itu sehingga dapat berjalan sesuai maksud penciptaannya masing masing. Tentu saja manusialah aktor yang memegang Kitabullah ini yaitu amanah yang pernah ditolak oleh langit dan bumi.

Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebut Kitabullah ini sebagai Fitrah Munazalah, atau fitrah yang diturunkan. Inilah yang kita kenal sebagai agama samawi, atau agama langit yang dibawa oleh utusanNya atau Rasul2Nya.

Fitrah Gharizah dan Fitrah Munazalah inilah potensi peradaban yang memerlukan pendidikan (tarbiyah dan ta’dib) untuk menumbuhkan dan mengintegrasikannya sehingga mencapai peran peran peradaban terbaik dengan adab mulia.

Kita akan gagal paham tentang pendidikan Islam dalam makna peradaban jika berfikir bahwa pendidikan adalah proses mengisi ilmu sebanyaknya baru kemudian terjun ke masyarakat setelah proses pengisian ilmu itu selesai.

Model pendidikan demikian tidak pernah dikenal dalam khazanah Islam maupun Sirah Nabawiyah. Lihatlah bagaimana Rasulullah SAW mendidik para Sahabat dengan metode interaksi fitrah dan realita kehidupan, lalu dalam peristiwa peristiwa kehidupan itulah ayat turun satu persatu untuk memandu para Sahabat, membangun karakter atau adabnya dengan alamiah dan berkesan.

Karenanya pendidikan Islam sejatinya adalah pendidikan yang menginteraksi seluruh aspek potensi fitrah manusia dengan potensi alam, realitas kehidupan dan potensi masyarakat lalu memandunya dengan Kitabullah sejak hari pertama pendidikan dimulai.

Agar fitrah itu teraktualisasi menjadi peran peradaban terbaik melalui pendidikan.
Agar generasi anak anak kita bukan generasi yang disebut Buya Hamka sebagai generasi yang tiba di masyarakat dalam keadaan mati, karena dia bukan orang masyarakat dan bukan orang alam yang tidak memahami mendalam masyarakatnya dan alamnya apalagi membuat solusi solusinya. Agar mereka bukan mesin dan robot penjawab yang hanya bisa menjawab sesuai yang ada pada databasenya saja.

Agar anak anak kita, generasi peradaban, Ilmunya bukan untuk mencari pekerjaan, agar ilmunya tidak malah melahirkan rasa takutnya berkiprah di masyarakat, agar ilmunya bukan untuk mementingkan kesenangan dan kemakmuran dirinya tetapi ummatnya. Agar jangan terjadi hatinya tidak peka pada realitas ummatnya, sehingga hatinya seperti batu.

Salam Pendidikan Peradaban
#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s