Adriano Rusfi

Kenapa negara mampu mengharu-biru gelisah masa depan anak-anak kita ?… Kenapa negara mampu dengan entengnya mempermainkan kurikulum pendidikan kita ?… Kenapa negara sanggup membuat kita jengkel luar biasa namun berakhir dengan pasrah tak berdaya ?

Ya, karena kita menyerahkan hajat hidup kita pada negara. Kita dengan sengaja telah memperlemah kemandirian kita sebagai komunitas, dan menyerahkan tanggung jawab itu pada negara. Kita telah MENUHANKAN negara !!! Maka jangan heran jika negara kuasai hajat hidup kita, lalu menghina kita sejadi-jadinya. Lihatlah… ketika harga bawang putih meningkat dan kita merengek, lalu negarapun cemooh kita : jangan makan bawang putih !!! Lihatlah, ketika Tarif Dasar Listrik membumbung dan kita memohon, dengan entengnya negara mengejek kita : cabut saja meteran lsitrik !!!

Ini memang ironis dan menyakitkan, wahai rakyat… Aparat negara itu kita yang lahirkan, kita yang kasih makan, kita yang didik, lalu kita pula yang menggajinya lewat pajak. Tapi lihatlah… mereka seakan berasal dari planet lain yang datang untuk menjajah kita. Bahkan saat menagih uang untuk membiayai gaji mereka (pajak), mereka buat kita bagaikan penjahat pesakitan. Dari uang kita mereka membuat pembangkit listrik, lalu mereka ludahi kita saat kita keluhkan tingginya TDL.

Maka, wahai rakyat… mulailah dari memberdayakan diri kita. Karena seharusnya bukan kita yang berhajat pada negara, namun negaralah yeng berhajat pada kita.

Berdayakanlah diri kita, lalu bersedekahlah pada negara. Makmurkanlah kantong-kantong perekonomian komunitas kita, lalu pekerjakan dan gaji aparat negara.

Mampukan diri kita untuk mendidik karakter, ilmu dan kompetensi diri dan anak-anak kita, lalu kerahkan profesionalitas itu untuk membangun negara. Mari kita hasilkan beras kita, bukan beras negara… Cabe kita, bukan cabe negara… Perusahaan Listrik Kita, bukan Perusahaan Listrik Negara…. Pendidikan kita, bukan pendidikan negara…

STATE-FREE EDUCATION hanya akan terjadi jika hajat kita pada negara minimal. Selama kita takut bahwa sekolah kita tak beroleh ijin dan akreditasi dari negara, maka STATE-FREE EDUCATION adalah mustahil. Selama kita galau andai anak kita tak beroleh ijazah yang diakui negara, maka STATE-FREE EDUCATION adalah omong kosong. Selama perut kita mulas andai buah hati kita tak bisa ikut ujian negara, maka lupakanlah STATE-FREE EDUCATION. Selama komunitas kita merasa tak sanggup untuk mendidik, memberdayakan dan menghebatkan anak-anak kita sendiri, sehingga perlu mengundang keterlibatan negara, maka mari kita simpan angan-angan kosong STATE-FREE EDUCATION itu.

Mari kita belajar banyak dari Pondok Modern Gontor. Sekian lama mereka tak diakui… sekian lama mereka dianggap liar dan ilegal… Sekian lama mereka tak mendapatkan bantuan dan subsidi… Lalu mereka mendidik santri-santrinya dengan cinta, mandiri, merdeka, karakter dan kompetensi, hingga melahirkan Din Syamsuddin, Hasyim Muzadi, Lukman Hakim Saifuddin, Ahmad Fuadi, Penggagas Kampung Bahasa Inggris di Pare dst. Pondok Modern Gontor adalah contoh STATE-FREE EDUCATION yang paling otentik. Mereka sukses karena mereka tak berhajat pada manusia dan negara. Ya, karena mereka hanya menyembah dan minta tolong kepada Allah !!!

Jadi, dari mana kita akan memulai dari STATE-FREE EDUCATION ???… Mari kita mulai dari jiwa yang bersyahadat : bahwa tidak ada ilah yang patut mendominasi hidup kita kecuali Allah, bahwa tidak ada ilah yang patut kita mintai sertifikasi kompetensi kecuali Allah. Karena Allah telah berjanji bahwa Dia, rasulNya dan orang-orang yang beriman akan memantau kinerja kita dan akan memberikan feedback pada kita, berupa koreksi atau sertifikasi :
“Dan katakanlah : “Berbuatlah kalian, niscaya Allah akan melihat kinerjamu. Begitu pula RasulNya dan orang-orang yang beriman. dan kalian akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Lalu diberitakanNya kepada kalian apa-apa yang telah kalian kerjakan” (QS At-Taubah : 105)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s