State – Free Education

Adriano Rusfi
June 21, 2017

STATE-FREE EDUCATION

Berharap negara akan melapangkan jalan bagi anak bangsa untuk mengembangkan pendidikan yang memberadabkan, tampaknya semakin lama makin jauh panggang dari api. Bahkan semakin dapat dipastikan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah kementerian dengan tingkat kemudharatan paling tinggi bagi bangsa ini. Syahwat para petinggi bangsa ini, Presiden – DPR – Mendikbud, untuk MENGATUR PENDIDIKAN bukan MELAYANI PENDIDIKAN bangsa ini tak pernah menyurut dari dulu hingga kini. Secercah harapan sebenarnya sempat muncul lewat UU SISDIKNAS No 20/2003 yang dirancang dengan suasana batin deregulatif, namun waktu akhirnya bercerita bahwa itu semua adalah janji palsu negara kepada rakyatnya.

Tak bisa tidak, akhirnya kita, rakyat, harus merebut hak pendidikannya sendiri demi masa depan peradaban bangsa ini. Menyerahkan masa depan pendidikan pada kebijakan politik harus disadari sebagai sangat berbahaya. Harus diakui bahwa pendidikan dan persekolahan adalah hajat hidup sosial tertinggi manusia modern, sehingga menguasai politik pendidikan berarti menguasai hajat hidup terdalam masyarakat moderen, sehingga akan terus-menerus menjadi obyek kebijakan politik penguasa paling seksi. Dan kebutuhan ini semakin krusial, mengingat rejim kekuasaan saat ini memiliki ketakutan yang luar biasa terhadap keterdidikan rakyat, lewat tema-tema radikalisme, ujaran kebencian, hoax, kebhinnekaan, anti-NKRI, SARA dan sebagainya.

STATE-FREE EDUCATION, tampaknya ini yang harus segera direbut anak bangsa ini : Pendidikan Bebas Negara. Ya, segera… hari ini, bukan besok !!! Ini adalah sebuah gerakan pemberadaban bangsa yang harus melepaskan diri, setidaknya meminimalkan, dari peran dan keterlibatan kekuasaan negara dalam regulasi pendidikan anak bangsa, serta melepaskan diri dari jerat-jerat birokrasi dan formalisasi yang mengungkung, seperti : perijinan, pengawasan, akreditasi dan sertifikasi negara. Sangat saya sadari bahwa gagasan ini akan segera dibaca oleh negara sebagai sesuatu yang sangat berbahaya, karena kekuasaan sejak dulu kadung percaya bahwa : pendidikan yang tak dikontrol negara akan sangat berbahaya bagi masa depan negara itu sendiri.

STATE-FREE EDUCATION ini pada dasarnya akan terbagi pada dua pendekatan. Pertama, pendekatan informal yang sama sekali tak membutuhkan kelembagaan, perijinan dan predikat apapun. Pendidikan jenis ini berlaku untuk PAUD dan SD, sepenuhnya dilakukan di rumah dan komunitas, dalam rangka pembentukan karakter kedewasaan (aqil-baligh), dengan melibatkan agama, kehidupan, kebudayaan dan kearifan lokal sebagai kerangka dan muatan pembelajarannya. Kedua, pendekatan non-formal yang melibatkan kembaga pembelajaran kompetensi, para profesional atau para pakar (maestro). Pembelajaran jenis ini berlaku untuk SMP (mungkin juga SMA) dan Pendidikan Tinggi, dilakukan di kehidupan, training center dsb, dalam rangka pembentukan kompetensi berbasis bakat, dengan menghidupkan lagi model pembelajaran BERGURU dan MENUNTUT ILMU.

Harus diakui, STATE-FREE EDUCATION ini baru akan berjalan baik pada sebuah civil community yang berdaya. Karena ia ditegakkan oleh aset sosial-budaya dan dikontrol-diukur oleh Sociocultural-Based Evaluation. Tapi tunas-tunas itu sedang tumbuh melalui gerakan Homeschooling, Home Education, Parenting, Community-Based Education. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebenarnya dapat menjadi awal mula dari gerakan ini. Namun jika pada akhirnya PKBM dengan Kejar Paket A-B-C akan menjadi alat kekuasaan pula, maka lupakan !!! Rumah, masjid dan rumah ibadah lainnya harus menjadi sentra gerakannya. Meunasah, Surau, Mushalla dan langgar harus didigdayakan. Para penggiat pendidikan pecinta bangsa dan NKRI, mari bersatu dan memulai !!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s