Jusman Syafii Djamal
April 3, 2017

Membingkai kembali kekuatan Inovasi sebagai Engine of Growth : Food for thought

Bingkai dari satu lukisan seringkali bikin mata terfokus pada objek. Ketika tahun 1983 tinggal di Madrid seringkali saya kunjungi musium Prado.

Banyak karya lukisan ternama dipamerkan disana. Seringkali saya amati banyak seniman muda dari Eropa betah berjam jam didepan sebuah lukisan.

Di Madrid juga saya bisa mengamati ratusan sketsa Pablo Picasso yang menampilkan anatomi wajah dengan pelbagai posisi dan bentuk geometris. Seolah ada ritme yang mengalir dan menari dalam ruang imajinasi tiap pelukis.

Sebuah proses evolusi yang membuat Picasso kembangkan kubisme.

Begitu juga saya bisa tenggelam dalam ruang konflik batin pelukis Goya melalui frame sederhana dan karya lukisnya berjudul Guerra. Bingkai dan persfektip Goya yang melukiskan tentang tragedi perang saudara di Spanyol semasa regime Franco.

Saat itu saya masih junior engineer yg sedang on the job training di CASA Getafe pabrik pembuat pesawat terbang. Saya belum mengenal makna The Power of Reframing Problems.

Saat itu saya sedang bekerja untuk belajar memahami industri pesawat terbang dari segi Quality Cost and Delivery time dalam Mata rantai proses produksi.

Pemahaman tentang pentingnya Frame saya temui ketika bertemu dgn Dr Klug, mentor pertama saya dalam preliminary design. Dimana ia membimbing says untuk menemukan banyak alternatip konfigurasi sayap pesawat terbang untuk menjalankan suatu misi tertentu.

Ia sering menguji dengan dua pertanyaan ini : pertama What is the sum of 5 plus 5?”berapa hasil penjumlahan bilangan 5 dengan 5. kedua What two numbers add up to 10?” Berapa a dan berapa b jika a+b=10 ?

The first question has only one right answer, and the second question has an infinite number of solutions, including negative numbers and fractions.

Kedua problem diatas meski merupakan soal penjumlahan biasa memiliki cara berbeda dalam membingkai persoalan. Bingkai yang melahirkan persfektip ruang solusi berbeda. Yang satu jawaban langsung bisa diperoleh. Jawaban nya unik dan tunggal yakni 5+5=10.

Sementara yang kedua memiliki alternatip solusi. Bisa 2+8=10. Boleh 4+6=10. Mungkin juga 3+7=10. Itu jika domain solusi bilangan bulat. Bagaimana jika pecahan. Bisa jadi bilangan negatip yang ditambahkan.

Melalui cara sederhana ini Dr Klug membimbing saya untuk punya “ruang imajinasi” sebagai perancang pesawat terbang melalui banyak equations dan design requirements and objectives yang ada.

These two problems, which rely on simple addition, differ only in the way they are framed. In fact, all questions are the frame into which the answers fall. And as you can see, by changing the frame, you dramatically change the range of possible solutions.

Begitu kata Tina Sleig dalam bukunya iGenius. Seolah ingin menyimpulkan dgn membangun Frame kita tida terjebak untuk memusatkan perhatian pada “small” problems dan lupa “big” problem.

Inovasi kata Steve Jobs adalah proses iteratip untuk lahirkan keunggulan. Dan untuk itu keahlian memilih yang tidak dikerjakan jadi utama. Don’t pick small problem to create a bigger problem jadi motto.

Albert Einstein pernah bilang begini :”If I had an hour to solve a problem and my life depended on the solution, I would spend the first fifty-five minutes determining the proper question to ask, for once I know the proper question, I could solve the problem in less than five minutes.”

Bagi Einstein pertanyaan yang tepat menjadi “bulan dalam kepala” sebuah bola bundar dalam ruang imajinasi untuk membingkai persoalan yang IA hadapi.

Mastering the ability to reframe problems is an important tool for increasing your imagination because it unlocks a vast array of solutions.”

Tan Malaka dalam tulisan perjalanan dari Penjara ke Penjara bicara tentang jembatan keledai untuk merangkai ingatan pada peristiwa. Sebuah metode otodidak untuk menghafal dan melatih otak memiliki Frame.

Selama 15 tahun saya ikut jadi assisten Prof BJ Habibie , saya sering terkesima dengan keunggulan photographic memory yang beliau miliki sebagai anugerah illahi.

Beliau pernah bicara liwat tilpon membimbing saya menemukan equation matriks koeficient pengaruh antara suku bunga , laju inflasi dan exchange rate.

Dari cara beliau memberi “guidance” saya bisa menurunkan Kumpulan matriks yang kemudian disebut oleh beliau sebagai teori zig zag.

Sebuah tatacara membingkai persoalan ekonomi menjadi model simulasi matematika dari interaksi struktur pesawat terbang dengan cuaca yang berubah sepanjang perjalanan. Sebuah interaksi struktur dengan fenomena Fluktuasi, Volatility dan Uncertainty.

Semua itu pengalaman tahun 82 sd 1996 yang dialami sebagai engineer yg belajar dari banyak Mentor.

Melalui kemampuan photographic memory Prof BJ Habibie saya banyak belajar tentang makna bingkai dalam fikiran. Proses Framing dan Reframing untuk Menemukan persfektip baru atau sudut pandang baru dalam memecahkan persoalan complex.

“ “Why do you need a bridge?” I would likely tell you that I need a bridge to get to the other side of a river. Aha! This response opens up the frame of possible solutions.

There are clearly many ways to get across a river besides using a bridge. You could dig a tunnel, take a ferry, paddle a canoe, use a zip line, or fly a hot-air balloon, to name a few.

You can open the frame even farther by asking why I want to get to the other side of the river. Imagine I told you that I work on the other side.

This, again, provides valuable information and broadens the range of possible solutions even more. There are probably viable ways for me to earn a living without ever going across the river.

The simple process of asking “why” questions provides an incredibly useful tool for expanding the landscape of solutions for a problem.”

Begitu tulis Tina Seelig.dalam bukunya inGenius.

Dan melalui proses Frame and reframing seperti diatas saya memprediksi kita sebagai Bangsa pasti memiliki kemampuan untuk bangkitkan policy yang baik di institusi masing masing bagi tumbuhnya ekosistem inovasi.

Mohon maaf jika keliru. Salam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s