Pendidikan Sekular

Harry Santosa
February 18, 2017

Tiada yang kebetulan dalam ciptaan Allah, apalagi penciptaan manusia, yang secara spesifik memiliki maksud untuk beribadah kepada Allah semata dan menjadi Khalifah Allah di muka bumi.

Tentu totalitas beribadah kepada Allah ditunjukkan dengan memiliki peran peradaban spesifik tertentu di muka bumi. Ini juga dalam rangka menjalani maksud penciptaan manusia lainnya yaitu untuk menjadi khalifah Allah di muka bumi.

Jika peran spesifik ini tunai dilaksanakan (accomplished) di dunia maka tercapailah dengan sukses maksud penciptaan manusia di dunia sebagaimana disebutkan di atas, sehingga Allah menjadi ridha.

Karenanya sukses dunia, akan berdampak pada sukses akhirat. Dan orientasi pendidikan yang mengantarkan generasi kepada peran peradaban spesifik ini tentu adalah orientasi akhirat, karena inilah makna keberadaan dan panggilan Allah.

Orang beraqal adalah orang yang mengarahkan seluruh aktifitas hidupnya kepada orientasi hari akhir, orang modern menyebutnya “start from the end”.

Sulit dipahami, bagaimana maksud penciptaan tercapai dan bagaimana akhirat bisa sukses, apabila manusia tidak memiliki peran spesifik peradaban di dunia yang merupakan panggilan hidupnya dan sekaligus alasan keberadaannya di muka bumi.

Untuk itulah menghantarkan anak menuju peran spesifik peradaban di dunia, ketika mereka aqilbaligh, yang berorientasi akhirat, menjadi hal yang utama dalam mendidik generasi peradaban.

Pendidikan yang mengantarkan generasi peradaban pada peran spesifik peradaban namun tidak berorientasi akhirat adalah pendidikan sekular, begitupula sebaliknya, pendidikan yang dikatakan berorientasi “akhirat” namun tidak melahirkan peran peran peradaban di dunia, juga disebut pendidikan sekular karena melalaikan maksud penciptaan manusia di dunia.

Karenanya dalam landskap peradaban menurut alQuran, ada 3 dimensi peradaban, yaitu potensi fitrah peradaban, pendidikan peradaban dan peran peradaban. Pendidikan peradaban adalah upaya mentransform seluruh potensi fitrah peradaban dipandu Kitabullah sehingga mencapai peran peran peradaan baik secara individual maupun komunal.

Cara pandang pendidikan peradaban yang utuh seperti inilah, yang tidak memisahkan dunia dan akhirat, yang menyebakan peradaban Islam dahulu begitu cemerlang, mampu memimpin dunia dengan melahirkan generasi peradaban beserta peran peran peradaban peradaban spesifik yang luarbiasa menebar rahmat dan manfaat bagi semesta, baik skala individual maupun secara kolektif keummatan.

Pendidikan yang berorientasi akhirat bukan berarti pendidikan yang melupakan untuk melahirkan generasi peradaban dengan peran peran peradaban spesifik di dunia, karena inilah misi sesungguhnya maksud dari menjadi khalifah Allah di muka bumi.

Kepanikan kita pada hari ini, menyebabkan kita memisahkan akhirat dengan dunia atau dunia dengan akhirat. Melahirkan peran peran peradaban di dunia seolah dianggap melupakan akhirat. Berorienasi pada akhirat seolah melupakan melahirkan peran peran peradaban di dunia. Padahal akhirat dan dunia adalah satu rentangan keseluruhan kehidupan kita, yang hanya dipisahkan oleh jembatan kecil bernama kematian.

Jangan heran jika kemudian peran peran peradaban kita di dunia diambil oleh ummat lain, karena kita kehilangan peran peradaban itu akibat menganggap pendidikan yang melahirkan peran peran peradaban di dunia itu tidak berorientasi akhirat.

Lihatlah sepanjang sejarah, peradaban Islam bertaburan peran peran peradaban cemerlang di dunia dari ummat ini, karena kesuksesan menemukan dan menjalankan peran peradaban sesuai fitrah di dunia, amat menentukan kesuksesan di ahirat. Bagaimana kita mengklaim maksud penciptaan Allah di muka bumi telah tercapai jika peran peran peradaban tidak kita temukan dan jalankan selama hidup di dunia.

Semoga Allah memampukan kita untuk menghantarkan anak anak kita, generasi peradaban, kepada peran peran peradaban terbaik dengan adab mulia yang menebar rahmat dan manfaat bagi manusia dan alam semesta, sehingga mereka menjadi sukses menjalankan maksud penciptaan Allah di dunia dan menjadi syaratnya untuk sukses akhirat dengan mempertanggungjawabkan kehadirannya di dunia.

Salam Pendidikan Peradadaban

#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak
#fitrahbasededucation