Automatic Brain and Thinking Brain

Tanadi Santoso

Pada sebuah acara pesta dirumah teman, ditengah meja ada piring besar berisi kacang. Setiap tamu yang datang sambil menunggu acara memakan kacang terus menerus. Walaupun makanan yang enak nanti datang dan kacang tidak baik karena membuat kenyang sebelumnya dan tidak sehat, tetap saja semua memakannya. Salah seorang tamu, tiba2 mengambil piring kacang itu dan memasukkan kedalam dapur sehingga tidak ada yang bisa mengambil lagi. Menariknya, teman2 yang lain malah merasa lega, dan berterimakasih padanya.

Hasil riset menunjukkan bahwa manusia sangat mudah terpengaruh oleh keadaan yang ada disekelilingnya. Bila ada buah mangga di kulkas tidak ada yang mau memakan, tapi kalau sudah dikupas dipotong2 ditaruh dimeja makan, sebentar habis. Kalau ada popcorn disamping sambil menonton, berapa banyakpun akan habis.

Manusia memiliki dua cara berpikir: Automatic, dan Thinking brain.
Automatic brain: Otak kita ini secara otomatis meresponse sesuatu tanpa berpikir, ada makanan enak kita makan terus, ada wanita cantik atau lekaki setampan F4, kita menoleh terus, badan kita gatal langsung kita garuk. Semua ini kita kerjakan “tanpa berpikir”. Sebaliknya kalau anda ditanya 115 x 27 berapa, nah anda mulai memakai Thinking brain.

Kita lebih mudah terpengaruh oleh Automatic brain kita, yang mengandung unsur intuisi, perasaan, perkiraan, dan bertemperamen. Sementara Thinking brain kita sering terlambat atau mengalah pada Automatic brain kita.

Oleh sebab itu kita mempercepat jam tangan kita dengan 15 menit, supaya begitu kita merasa terlambat, kita segera tergesa gesa. Padahal Thinking brain kita sebenarnya mampu mencerna waktu perjalanan dengan baik, tetapi lebih mudah untuk merasa terkejut dan segera tergopoh gopoh daripada harus berpikir dengan cermat.
Kalau kita berbicara dengan bahasa induk kita, Bahasa Indonesia, maka kita memakai Automatic brain, tetapi kalau harus memberi selamat dalam Bahasa Inggris, kita harus berpikir sambil bicara, nah itulah Thinking brain kita.

Perperangan antara Automatic brain dengan Thinking brain terjadi pada saat weker anda berdering pada pukul lima pagi, dan anda matikan sebentar, untuk sedikit tidur lebih panjang. Snooze 10 menit, bangun lagi, tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi, dan akhirnya bangun pada jam enam.

Dengan mengetahui perbedaan ini kita bisa lebih jernih untuk menyusun strategi tindakan kita untuk keuntungan kita sendiri. Pemanfaatan Automatic brain: Makanlah dengan piring yang lebih kecil dan porsi yang lebih sedikit, jauhkan cokelat Lind yang enak itu dari ranjang kita, tempatkan banyak buku dan agenda kerja anda disebelah ranjang. Sebaliknya untuk mengambil keputusan, kita jangan terlalu mudah memutuskan, pakailah Thinking brain sebelum mengambil keputusan penting itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s