Harry Santosa
February 5, 2017

#fitrahzaman

Kita dan anak anak kita ditakdirkan Allah untuk hidup di zaman yang luarbiasa keras ini. Jangan panik lebay, karena kepanikan itulah yang menyebabkan kita menjadi bagian dari masalah bukan solusi, namun tetaplah optimis dan rileks. Tentu Allah tidak lalai menempatkan kita di zaman ini.

Lihatlah sepanjang sejarah tokoh tokoh besar selalu lahir di zaman zaman yang keras, yaitu zaman ketika manusia secara komunal dalam skala nasional maupun skala global mengalami krisis dan chaos luar biasa. Tough times breed the Great Leaders.

Tetaplah tenang dalam mendidik generasi. Tidak pernah ditemui dalam sejarah, bahwa kemarahan dan kebencian akan melahirkan tokoh hebat maupun gerakan yang hebat. Maka mulailah semuanya dengan keyakinan pada Allah dan Hari Akhir sehingga menenangkan jiwa.

Justru di masa sulit inilah kesempatan kita untuk kembali berhenti sejenak, merenung dan segera sadar apa misi sesungguhnya dari kehidupan ini, dan bagaimana kemudian kita melahirkan peran kepemimpinan yang hebat yang mampu memberikan solusi terbaik bagi lokalitas kita dan bagi zaman kita sesuai potensi fitrah diri kita.

Jadi banyaklah bersyukur, karena zaman ini sesungguhnya karunia yang luarbiasa untuk kita dan untuk anak anak kita jika kita mensikapinya dengan baik dan mau kembali kepada fitrahNya.

Laa tahzan. Yakinlah, Allah Maha Tahu bahwa kita sanggup menjalaninya karena itu ditakdirkanNyalah kita hidup di zaman ini. Kita akan mampu sepanjang kita konsisten dengan fitrah yang Allah karuniakan kepada masing masing dalam skala personal maupun skala komunal.

Kita akan mensikapi zaman ini dengan baik jika kita memiliki

1. Gambaran utuh (Big Picture) landsekap peradaban. Dari gambaran ini kita akan mampu melihat potensi, misi dan akhir perjalanan. Dari sini kita akan memiliki keinginan dan keyakinan yang kuat untuk mengambil tanggungjawab masalah ummat secara personal maupun komunal, termasuk pendidikan anak anak kita.

2. Berani mengambil kesempatan menemukan peran terbaik kita sendiri sembari mendorong peran terbaik bagi anak anak kita kelak sesuai fitrahnya. Jangan sia siakan fitrah bakat diri dan bakat anak.

Lihatlah sejarah hidup para ulama terdahulu, mereka secara sadar senantiasa berani memilih peran unik yang sesuai fitrah dirinya, lalu mengkonteks dengan kebutuhan ummatnya dan tuntutan zamannya kemudian konsisten menjalaninya sampai menemui Robbnya.

Anak anak kita harus berani menemukan perannya sendiri sesuai fitrahnya, sesuai kebutuhan ummatnya, problematika negerinya, sesuai zamannya, dimana peran itu mampu memberi solusi terbaik bagi tempat terdekatnya. dan mampu melakukan inovasi atas kearifan lokalitasnya serta teknologi pada zamannya.

3. Berani mengkontekskan peran itu para realitas sosial ummat dan realitas zaman, sehingga muncul tantangan yang menginspirasi idea hebat untuk melakukan inovasi yang melahirkan solusi bermakna. Lihatlah peran peran innovatif para salafushalih yang luarbiasa namun bermanfaat hebat dan dibutuhkan kaum dan dibutuhkan zamannya, padahal peran peran itu tidak ada di masa Rasulullah SAW.

4. Dan akhirnya serahkanlah semuanya hasilnya kepada Kehendak Allah SWT dengan sepenuh keindahan bertawakal kepadaNya.

Salam Pendidikan Peradaban
#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

Advertisements