Merdeka Belajar (4): Terus Belajar, Terus Merdeka

Kampus Guru Cikal
November 25, 2016
Oleh Najelaa Shihab
inisiator Komunitas Guru Belajar, dosen Kampus Guru Cikal.

Komunitas guru belajar tidak bisa sendirian. Melawan miskonsepsi tentang pendidikan, hanya bisa dilakukan bersama-sama. Pendidik adalah kita semua, guru, orangtua, peneliti, kepala sekolah, pemimpin komunitas dan organisasi, ketua komite, pejabat pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Dalam mimpi kami, piramida aktor pendidikan perlu dirubah, agar ada proses umpan balik yang baik. Pertanyaannya bukan, “apa yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mensukseskan program pemerintah?”, namun;
“apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengumandangkan dan memperbesar skala praktik baik yang sudah dilakukan oleh masyarakat?”. Percepatan amplifikasi dan skala bukan sekedar eksperimen yang bisa direplikasi di semua tempat dengan formula yang sama. Praktik baik melalui proses belajar terus menerus di setiap tempat, yang hanya bisa tercapai dengan kemerdekaan belajar.

Temu pendidik memberikan kesempatan merdeka belajar. Menghadirkan inspirasi, mengajak setiap peserta untuk refleksi dan menyusun rencana aksi. Di temu pendidik kita beragam, ada guru, ada kepala sekolah, ada peneliti, pegiat dan pejabat. Ada yang berfokus di pendidikan formal, non formal atau informal, anak usia dini atau sekolah menengah. Kita punya posisi yang mungkin berbeda tapi disatukan oleh kepentingan yang sama. Pasti ada unsur yang bisa dikolaborasikan. Saya gambarkan temu pendidik sebagai upaya kolaborasi membangun jaringan; jaring pengetahuan dan jaring emosional. Kita tidak melihat siapa yang memiliki label biru, merah atau kuning, tapi melihat bahwa setiap dari kita sebenarnya memiliki warna yang beragam. Di temu pendidik, kita percaya yang esensial adalah mencoba menumbuhkan ikatan cita dan cara.

Belajar bersama bisa berarti mendebat, mengkomunikasikan dan mengadvokasi. Ini bentuk demokrasi sesungguhnya dalam pendidikan. Dan kita bersama akan menyadari arti merdeka yang sesungguhnya. Merdeka bukan soal menunggu orang lain, merdeka belajar adalah percaya bahwa kita dan apa yang kita lakukan adalah apa yang kita nantikan-nantikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s