Fitrah and Happiness

Harry Santosa
January 18, 2017

Bahagia (Happiness) dalam definisi Islam adalah Ithminan atau Muthmainnah (Jiwa yang Tenang). Dan Jiwa yang tenang itu kelak dipanggil Allah kepada KeridhaanNya, dimasukkan ke dalam golongan HambaNya lalu diundang ke SyurgaNya.

Bagaimana Ketenangan itu diperoleh? Ternyata kita semua telah menyadari bahwa ketenangan bukan diperoleh dari pemuasan ambisi, pemuasan harta dan kekuasaan. Tetapi ketenangan diperoleh ketika seseorang tiba pada momen penemuan peran hidupnya yang menjadi panggilan dan makna sejatinya sebagaimana Allah maksudkan..

Seorang Beriman kan tenang jiwanya jika tiba pada peran untuk menyeru manusia menuju Keimanan kepada Tuhannya, karena gairah cintanya kepada Tuhannya menggebu gebu,.
Ini berarti Fitrah Keimanannya tumbuh indah paripurna, menjadi Adab kepada Allah

Seorang Professional kan tenang jiwanya jika tiba pada peran yang relevan dengan sifat atau karakteristik bakat dirinya yang memberi banyak manfaat bagi ummat. Ini berarti Fitrah Bakatnya tumbuh indah, paripurna, menjadi Adab kepada diri, kehidupan dan Zaman.

Seorang Pencari Ilmu kan tenang jiwanya jika tiba pada peran memakmurkan dan melestarikan alam dengan kemampuan nalarnya Ini berarti Fitrah Belajar dan bernalarnya tumbuh indah paripurna, menjadi Adab kepada Alam, Ilmu dan Ahli Ilmu

Seorang Ayah atau Bunda kan tenang jiwanya jika tiba pada peran keayahan atau peran Keibuan untuk mendidik keluarganya sesuai fitrahnya. Ini berarti fitrah seksualitas dan cintanya tumbuh indah paripurna, menjadi Adab kepada keluarga, pasangan dan keturunannya.

Sebagai makhluk sosial, seseorang kan tenang jiwanya jika tiba pada peran untuk memenuhi kewajibannya untuk berkontribusi pada realitas sosialnya. Ini berarti fitrah individualitasnya tumbuh paripurna, menjadi Adab bagi problematika dan realita sosial masyarakatnya.

Sebagai makhluk yang mencintai keindahan, seseorang kan tenang jiwanya jika tiba pada peran membuat dunia lebih indah, penuh makna dan damai harmoni. Ini berarti fitrah estetika nya tumbuh indah paripurna, menjadi Adab bagi peradaban

Sebagai makhluk yang mencintai kesehatan, kebersihan dstnya maka seseorang kan tenang jiwanya jika tiba pada peran membuat dunia dan kehidupan lebih sehat dan lebih bersih alami. Ini berarti fitrah jasmani tumbuh paripurna, menjadi Adab bagi diri, alam dan kehidupan

Ketika semua potensi fitrah itu tumbuh paripurna dengan pendidikan yang benar, sehingga menjadi peran peran terbaik dengan adab mulia, maka layak dan pantaslah kita menjadi Hamba yang Bahagia karena jiwanya telah tenang dan tercapailah maksud penciptaan diri kita untuk menjadi Hamba Allah.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾ وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠﴾

“Wahai jiwa yang tenang (Muthmainnah),
kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai; lalu masuklah ke dalam hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku

(QS al-Fajr [89]: 27-30).

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfittah dan akhlak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s