S E I Z E Y O U R S

image

KETIKA AS-SIBA’I BERBICARA TENTANG PENDIDIKAN ANAK

» كُلُّ إِنْسَانِ تَلِدُهُ أُمُّهُ عَلَ الْفِطرَةِ وَاَبَوَاهُ بَعْدُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ فَإِنْ كَانَا مُسْلِمَيْنِ فَمُسْلِمٌ «

“Setiap anak dilahirkan ibunya dalam keadaan fitrah. Dan kedua orang tuanyalah yang merubahnya setelah itu menjadi Yahudi, Nasrani dan Majusi. Maka ketika kedua orang tuanya (mendidiknya) secara Islam, jadilah ia menjadi Muslim.” (HR. Muslim, no. 25-2658).

Saudaraku, Anak keturunan merupakan sumber kebahagiaan kita dalam hidup. Sebuah keluarga yang jauh dari suara tawa dan tangisan anak-anak, terasa sepi, mencekam dan kaku. Tidak jarang hubungan pasutri menjadi hambar, pemicunya adalah karena buah hati yang didamba tak kunjung datang menghampiri keluarga.

Aisyah r.a, sering cemburu terhadap Khadijah r.a, karena Nabi s.a.w sering menyebut nama Khadijah di depannya. Bukankah salah satu penyebabnya adalah karena Khadijah satu-satunya istri beliau yang dapat memberikan keturunan untuknya? Yang tentunya tidak beliau dapatkan dari ummahatul mukminin lainnya?.

Anak adalah penyambung amal shalih setelah kepergian kita ke…

View original post 1,445 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s