Make-Create-Innovate : Tantangan Produktivitas , Efficiency dan Nasionalisme Industri 2017 (Travelling Note 9)

Jusman Syafii Djamal
January 1, 2017

Make-Create-Innovate : Tantangan Produktivitas , Efficiency dan Nasionalisme Industri 2017

Catatan perjalanan ke 9 ini ditulis ketika sedang duduk habis sarapan pagi di kota tua Nagoya. Nama Nagoya secara etimologi kata berarti Peaceful. Kota yang tenang dan menyenangkan.

Di Universitas Nagoya ada bidang studi Peace and Conflict Resolution dalam Program Master dan Post Graduate nya. Ketika empat hari lalu sy sempat berbincang.bincang dgn seoran Prof sambil menyantap bento makan siang di ruang staff , satu hasil riset yg ia sebut tentang peace and conflict resolution di pelbagai belahan dunia menunjuk Kesenjangan Sosial Ekonomi sebagai akar konflik.

Karena itu kata Nagoya yg berarti peaceful hanya mungkin terwujut jika visi Pertumbuhan Ekonomi wilayah ini dibarengi dengan Equality.

Kota Nagoya didirikan tahun 1610 ditandai dengan pembangunan Nagoya Castle oleh Ieyasu Shogun Tokugawa. Di zaman Restorasi Meiji tatakelola wilayah provinsi yg disebut Perfektures dikenalkan. Nagoya jadi ibukuota Perfekture Aichi 1 Oktober 1882.

Kota ini menjadi Hub dari Kawasan Industri Honshu. Tempat siklus pengembangan produk dalam tiga phase Make-Create dan Innovate berlangsung setiap hari.

Di kota ini Mitsubishi Aircraft Companies yg didirikan tahun 1920. berada. Pada perang dunia kedua 25% dari 1,5 juta penduduknya bekerja di industri pesawat terbang. Disini lahir pesawat tempur Mitsubishi A6M Zero fighter .

Tak heran kota ini mengalami gempuran pembom tempurnya Amerika saat perang dunia kedua. Sasarannya mengancurkan Pusat industri militernya. Mirip Bagdad ketika perang teluk berkecamuk tiap hari bom berjatuhan dari udara.

Tentu dengan skala berbeda dan tujuan berbeda.

Aichi yg ibukota nya adalah Nagoya merupakan Provinsi terkaya di Jepang. Disini Toyota Industry yg terkenal dgn kekuatan Mata rantai nilai tambah nya berupa jaringan pemasok komponen yg canggih.

Di Jepang kata industri tidaklah diartikan sebagai kata benda atau noun. Melainkan kata kerja atau verb. Industri bukan barang separo jadi atau produk akhir. Industri adalah way of life. Cara hidup untuk lebih produktip dan lebih efisien. Bersifat organis tumbuh berkembang dalam business cycle. Dinamis dan berfluktuasi sepanjang waktu tdk statis, bukan Diam seperti mannequin.

Mereka yang produktip biasanya tak pernah berhenti berfikir dan berupaya tak kenal henti untuk membuat barang, Making Product with continuous improvement , Kaizen menjadi media menciptakan produk dan juga berinovasi untuk menghasilkan produk baru .

Mereka yang efisien tak pernah berhenti menemukan cara terbaik untuk lebih hemat. Tidak boros sumber daya. Mereka yang fokus pada efisiensi selalu mencoba menemukan tools, equipment dan alat bantu perpanjangan tangan, kaki dan otak manusia.

Efisiensi dan Produktivitas memerlukan penguasaan disiplin ilmu Teknologi Industri. Memandang Industri tidak sebagai barang mati. Selalu “in the making” dalam proses menjadi.Ada proses berkesinambungan, bertahap bertingkat dan berlanjut. Mengikuti gelombang siklus pertumbuhan batas gerak majunya masyarakat dan kondisi ekonomi.

Disini seolah masyarakat sudah kenyang makan asam garam. Pahit getir nya perubahan zaman. Ada siklus gelombang inovasi yang terus menerus yang membuat phase kehidupan masyarakat tak tercerabut dari akar budaya nya.

Siklus bisnis berbasis agriculture era , industrialization era dimana railways industry, textile and chemical industry, electronic , automotive and aircraft industry tumbuh berkembang, dan digital era dimana computer, internet of thing online business tumbuh tidak membuat masyarakat nya kehilangan pijakan kultur dan tradisi nya.

Karenanya di Nagoya ini kita tidak menemukan dikhotomi antara pertanian dan peternakan sebagai hulu atau awal mata rantai bahan Baku industri rumah tangga makanan dan minuman, hotel dan restaurant dengan hilir nya adalah industri layanan jasa turisme.

Di hotel tempat Saya sarapan misalnya pada setiap meja Ada penjelasan menarik. Misal di meja salads dan sayur mayur serta Nasi dan telur Mata sapi, disebut bahan bakunya dari desa mana kecamatan mana dan siapa nama petani nya. Tampak mereka bangga dengan kawasan industri buah buahan dan sayur wilayah Aichi ini.

Dengan kata lain Industri sebagai Eko sistem tidak mengkotak kotakan jenis industri. Tidak ada batas antara agro-industry dengan electronics , automotiive dan airplane industry serta Service Industry. Masing masing punya “revenue stream” nya sendiri.

Fokus utama industri disini adalah how to create more value from existing resources. How to develop value chain and supply chain. How to create more jobs

Di jepang dikenal istilah Industri dengan padanan kata Monozukuri dan Hitozukuri. Industri adalah wahana dan way of life tentang tatacara memproduksi barang dan jasa (monoxukuri) dan pengembangan Manusia berSumber Daya IPTEK (hitozukuri)

Fokus kebijakan industri karena nya adalah Pengembangan “Excellence People before creating and producing product”. People befor product. “Man behind the gun” jauh lebih utama.

Pilarnya ada tiga : 1. How to Make or How to Produce a better products and services. Make or Produce 2. How to Create something from nothing, how to create new product from existing goods and services . Create and Discovery 3. How to find a new way of doing things. How to connect existing dots into a new business platform. Innovation.

Apa begitu ? Salam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s