Mendidik Adab dan Fitrah

Harry Santosa  
December 23, 2016

Mendidik Adab (QS 66:6) dan Fitrah (QS 30:30) harus berjalan selaras, keduanya adalah amanah dan tanggungjawab setiap orangtua.

Mendidik Fitrah itu inside out, bagaimana membangkitkan antusias, ghairah, kecintaan dari dalam (intrinsic motivation), karena semua potensi kebaikan sudah terinstal.

Mendidik Adab itu outside in, bagaimana nilai nilai Kitabullah perlu ditanamkan sehingga memuliakan potensi fitrah.

Tanpa fitrah yang tumbuh paripurna, Adab akan sulit ditanamkan. Kalaupun bisa, tentu dengan cara pemaksaan bukan berangkat dari kesadaran dan dari dalam diri manusia. Manusia bukan robot, mereka beramal bukan mekanistik seperti mesin atau dengan “stick n carrot” seperti hewan. Manusia yang fitri dan Islami beramal karena niat yang kuat dari dalam dirinya dipandu Kitabullah.

Apakah anak mau menerima perintah sholat (adab pada Allah) di usia 7 tahun dengan antusias dan suka cita, apabila gairah dan kecintaan (fitrah keimanan) pada Allah, Rasulullah SaW dan Islam tidak tumbuh hebat di usia 0-6 tahun?

Apakah anak akan mampu menerima beban syariah dan tanggungjawab ummat (total Adab) pada usia 15 tahun (aqilbaligh) dengan kesadaran penuh, apabila semua aspek fitrahnya tidak tumbuh hebat sejak lahir sampai usia 14 tahun?

Begitupula tanpa Adab, maka fitrah akan tumbuh menggeragas tanpa arah dan panduan. Potensi keimanan seseorang bisa melantur menjadi kebatinan, potensi bakat pemimpin bisa menyimpang menjadi diktator, potensi belajar dan bernalar akan ngawur menciptakan kehancuran, potensi seksualitas akan berkembang sesat menjadi feminisme buta dsbnya

Orangtualah satu satunya makhluk di muka bumi yang mampu melakukannya dengan baik, ikhlash, telaten dan seimbang dalam mendidik fitrah dan adab. Adanya Ayah adalah sosok yang bisa dengan tegas mengAdabkan, dan adanya Ibu adalah sosok yang mampu dengan lembut membangkitkan potensi potensi fitrah.

Sekolah jelas sulit diharapkan. Banyak sekolah masih memberhalakan kecerdasan akademis dengan pendekatan formal dan kaku sehingga berpeluang besar menyimpangkan fitrah, kemudian dengan gegabah mengkaitkan prestasi dan kedisplinan akademis dengan Adab.

Bagi Sekolah, akan lebih efektif jika sekolah melibatkan orangtua dalam mendidik fitrah dan adab secara intensif. Jadi sekolah sebagai fasilitator bagi Mendidik Fitah dan Adab, sehingga sekolah bisa fokus pada pengajaran knowledge dan skill, sementara tugas tugas menumbuhkan fitrah dan menanamkan adab bisa dilimpahkan pada orangtua

Mari bersama kita berjuang mengembalikan fitrah peran orangtua untuk berani kembali mendidik anak anaknya sesuai fitrahnya dan memuliakan fitrah itu dengan adab. Semoga kelak lahir generasi peradaban dengan peran peran peradaban terbaik istimewa dengan semulia mulia adab.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak/adab

adab-vs-fitrah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s