Jusman Syafii Djamal
December 30, 2016

A Broken Glass in The Windows : Pilot tak boleh Mabuk ! Sebuah Catatan akhir tahun

Ditengah perjalanan bis menuju osaka, sehabis mengunjungi sebuah musium pribadi seorang inventor dan airplane designer Jepang, Saya mendapat kiriman video. Judulnya Pilot Mabuk. Sedih juga saya menyaksikan video itu. Peristiwa terjadi di anak perusahaan Garuda. Yang terkenal selalu concern dan menjaga Safety sebagai Credo Bisnisnya.

Airplane Safety adalah pilar bisnis maskapai penerbangan. Keteraturan, Kerapihan dan Kecermatan serta disiplin menjaga standard operating procedure dari safety n security mutlak dikembangkan jadi kultur dalam sistem pengoperasional pesawat terbang.

Karenanya alangkah sedih jika ada seorang pilot menyimpang dari professionalisme nya. Saya berharap video itu tidak benar. Tetapi melalui tilpon saya sudah minta agar kredibilitas sistem operasional maskapai penerbangan dibenahi dan diperjuangkan untuk kembali.

Trust penumpang pada Pilot adalah unsur utama bagi upaya membangun ekosistem airplane safety sepanjang perjalanan menuju tujuan.

Penumpang pastilah percaya tak mungkin Pilot ada yang mabuk dapat masuk ke cockpit. Pilot sakit dan bermasalah pastilah sudah discreen atau disaring untuk tidak diijinkan membawa penumpang dan mengemudikan pesawat terbang.

Karenanya tingkat Proficiency , keahlian , latihan tak kenal henti , jam terbang , kesehatan jasmani dan rohani mutlak jadi prasyarat. Semua tatacara telah ada dalam s.o.p dan Safety Management Systems Manual yg di update setiap waktu.

Karena nya pula dalam undang undang no 1 2009 penerbangan yg kebetulan mas Budi Muliawan dirjen udara kala itu, dan Saya ikut membidaninya bersama komisi v dpr di tahun 2009, dikenal istilah Captain in Command. Hanya ada satu komando di pesawat terbang yang sedang beroperasi.

Membangun Trust pada Safety Management System di Maskapai penerbangan memerlukan keteladanan konsistensi dan disiplin menjaga attitude dan core competencies dari semua profesional yg bekerja dalam Mata rantai nilai tambah nya. Dan itu tidak mudah.

Mata rantai tiap operasi itu ibarat deretan jendela kaca di apartment gedung pencakar langit.

Makin valuable satu Mata rantai ia ibarat jendela kaca di lantai tetrtinggi. Kaca jendela harus diperhatikan secara seksama tidak boleh retak. Sebab dipuncak tertinggi “a broken glass in the window” dapat merembet kemana mana dan lahirkan benih masalah yg tak terduga.

Broken glass in the complex systems sama seperti efek sayap kupu kupu dalam teori chaos. Kepak sayap ribuan kupu kupu di Hutan amazon dapat memunculkan tornado di Amerika utara. Karenanya harus dicontained.

Fikiran seperti itulah yg menyebabkan Saya berbicara panjang dalam tilpon untuk mengetahui akar masalah seorang pilot yang bisa tertangkap kamera seolah seperti sedang mabuk. Dan videonya menjadi viral di Medsos.

Diperlukan tindakan segera agar tingkah laku yang tak sesuai dengan standard operating procedure seorang pilot tak terulang dimasa depan. Trust pengguna pesawat terbang di Indonesia pada tingkat keselamatan penerbangan perlu terus menerus diperjuangkan untuk diperbaiki. Roadmap to zero accident perlu dikembangkan sebagai kultur. Safety is No 1 priority dan Airplane Operation Safety merupakan pilar Bisnis Jasa Maskapai Penerbangan.

Sebagai Insan Dirgantara dan sekaligus komut Garuda saya prihatin pada peristiwa yang terjadi. Kita serahkan semua masalah pada otoritas Penerbangan Sipil Indonesia.

Mohon maaf pada Pelanggan Maskapai Penerbangan Citilink yang merasa tak nyaman. Pembenahan segera akan di lakukan jika ada yg keliru. Salam

Advertisements