Handry Satriago

Saya akan berbagi tentang listening skill, terutama dalam hubungannya dengan leadership. Percaya atau tidak, mendengarkan adalah salah satu hal yang paling sulit dalam memimpin dan sering menjadi kesalahan fatal bagi pemimpin.

“Ataukah karena pemimpin sedemikian sibuknya, hingga tak punya waktu untuk mendengarkan? Ah, pemimpin ever been busy to listen!”

Kenapa listening menjadi hal yang sulit? Karena ini sering terlupakan, padahal apa jadinya pemimpin tanpa mendengarkan pengikutnya? Ataukah karena pemimpin sedemikian sibuknya, hingga tak punya waktu untuk mendengarkan. Ah, pemimpin ever been busy to listen!

Seringkali juga muncul arogansi, yang muncul secara sengaja atau tidak, yang membuat pemimpin merasa sudah tahu semua dan tak mau mendengarkan. “Penyakit” tak mau mendengarkan ini seperti flu, bisa hinggap pada siapa saja. Bahkan pada pemimpin yang sudah kawakan atau hebat sekalipun. Obatnya cuma satu: punya pola pikir bahwa tak pernah ada kata berhenti untuk belajar.

If you have passion to learn, maka listening tidak akan terlalu susah. Selalu ada “alarm” ketika penyakit “tak mau mendengarkan” datang. Filosofinya, jika anda lapar untuk belajar, anda akan mencari pengetahun dari mana saja. Then you are willing to listening other’s input. Susahnya, tak semua masukan atau umpan balik dari siapapun sesuai dengan yang kita inginkan. Kita juga tidak punya waktu yang sangat leluasa untuk mendengarkan semuanya. We don’t have all time in the world untuk listening

Itulah yang membedakan pemimpin baik dengan yang bukan. Pemimpin mau listeningfor bad news, critics, feedback, and different opinion. Itu juga yang membedakan pemimpindan doers. Doers hanyalistening for orders, guidance. Leaders listen to input, ideas. Tentu tak semua masukan yang didengarkan harus disetujui. Tapi pengikut perlu punya rasa bahwa mereka boleh berpendapat, walau beda. Perlu juga “diajarkan” pada pengikut bagaimana mengajukan pendapatnya secara to the point agar mendengarkan bisa jalan dengan baik.

“Tentu tak semua masukan yang didengarkan harus disetujui. Tapi pengikut perlu punya rasa bahwa mereka boleh berpendapat, walau beda”

Kadang kalimat “What’s your point” itu memang harus digunakan ketika listening sangat dibatasi oleh waktu. Pastinya kuping bisa merah kalau sedang mendengarkan kritik dan opini berbeda. Tapi bukankah belajar naik sepeda juga mengalami jatuh?

Tantangan terberat kala mendengarkan adalah ketika ada pendapat yang asal, dan tak berdasar logika atau fakta. Untuk pendapat asal itu, bisa jadi kita yang belum mengerti pendapatnya. Ada baiknya diparafrase, ditanya ulang maksudnya pendapatnya.

Kemampuan mendengarkan dalam kepemimpinan itu memerlukan sekali kemampuan parafrase. Tidak cepat emosi atau keinginan “membantai”. Memberikanfeedback terhadap pendapat berbeda, mengajak diskusi, itu bagus.

Tapi kalau sudah mentok, perlu sudahi dengan “ok..I listen to you”.  Listening needs respect to others. Respectbahwa cara berpikir orang tidak semua sama, dan orang memiliki proses pembelajaran yang berbeda-beda. Saya percaya listening lebih banyak manfaatnya darimudharatnya. Walau tak semua yang didengar enak. Kalau mau enak, denger blues aja.

Dalam konteks leaders develop leaders, perlu disediakan waktu untuk mendengarkan ide-ide yang gila, yang tak biasa, yang anti mainstream. Ada kalanya, saya mengambil waktu untuk memikirkan ulang terhadap pendapat yang berbeda setelah listening. Ini proses pembelajaran.

“Dan lagi, kalau jadi pemimpin yang hanya mau dengar pendapat yang memuji dan baik-baik saja, mending punya pengikut robot. Bisa diatur harus bicara apa”

Dan lagi, kalau jadi pemimpin yang hanya mau dengar pendapat yang memuji dan baik-baik saja, mending punya pengikut robot. Bisa diatur harus bicara apa. Tak ada yang lebih mengerikan bagi seorang pemimpin kalau punya pengikut yang semuanya robot.

Begitulah,  not a rocket science, hanya sebagai pengingat barangkali, bahwa listening adalah learning.Karena pemimpin selalu belajar, maka mendengarkan tak perlu ditakuti karena bakal ada pendapat yang tak sama, yang tak enak, yang mengabiskan waktu. Hidup ini jadi indah dengan adanya beragam pendapat.

Enjoy your listening and learning proses!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s