Jusman Syafii Djamal
December 27, 2016

Stasiun Kereta Api Nagoya : Meeting of Mind

Pagi tadi saya sampai ke stasiun kereta API Nagoya. Ramainya bukan main. Selain penumpang sy bertemu banyak keluarga yang sedang makan pagi distasiun ini. Stasiun kereta API di Jepang bukan daerah steril hanya untuk mereka yang punya karcis. Daerah steril hanya ada di peron tempat penumpang berkah is naik dan turun. Umumnya stasiun kereta API di Jepang bertingkat dua. Yang satu tempat penumpang naik turun. Yang lain public space. Ruang publik.

Meski manusia nya banyak berlalu lalang stasiun nya rapi dan bersih. Lantainya berkilat, toilet nya wangi. Ramai bersih petanda public space terkelola dgn baik.

Stasiun kereta API di Jepang dikelola seperti sebuah mall produk lokal dan kuliner tradisional. Banyak toko dan juga kiosk penjual makanan dan minuman. Disetiap stasiun kita bertemu produk makanan unggulan lokal. Stasiun menjadi “show room” sekaligus “trading places ” dari poduk lokal. Kita bertemu dengan outcome dari Program One Village One Product disini. Produk usaha kecil menengah dan industri rumah tangga diperjual belikan di stasiun kereta API. Kita dapat bertemu starbuck tapi diikuti oleh warung kopi serupa dari jepang yg jual kopi toraja misalnya. Produk impor tak bisa mendominasi stasiun.

Stasiun kereta API di Jepang merupakan tempat Rendezvouz. Meeting of mind. Para businessman usaha kecil menengah dan industriawan lokal sering Mengunakan stasiun untuk breakfast meeting lunch atau dinner. Sebelum berpisah mengejar kereta yg berangkat dan datang dari tempat tinggal masing2.

Stasiun kereta API juga jadi tempat Rendezvous keluarga dan teman sebaya yg kebetulan berbeda kota. Nagoya adalah kota tua yg dibangun sejak Nobunaga Shogun Jepang meletakkan fondasi kultural persatuan dari para samurai yg hobby perang menyatu sebagai suatu bangsa. Jejak itu ada distasiun ini. Ada produk lokal tradisi masa lalu yg dikemas modern.

Distasiun kereta API Nagoya Saya jadi ingat Cak Nun, EmHa Ainun Najib yang selalu konsisten mengingatkan para ahli perkeretaApian di grup Technovasi KA untuk mengembangkan stasiun kereta sebagai Cultural Center. Tempat penyemaian budaya dan produk lokal berbasis tradisi se tempat. Warung pecal di Stasiun Madiun, Gudeg di Jogja dst. Yang tak kalah penting membuat stasiun sebagai meeting places para budayawan dan seniman lokal. Agar tradisi dapat terpelihara.

Stasiun kereta API Nagoya ini memiliki Twin Tower , gedung tertinggi didunia yang dibangun diatas jaringan kereta . Revenue perusahaan KeretaApi di Jepang baik milik Swasta, BUMN maupun PerusDa komposisi nya 40% dari hasil pen jualan ticket dan 60% dari pengelolaan property management.

Jepang merupakan benchmark yg baik bagi upaya mengembangkan pemanfaatan moda transportasi massal kereta API. Jaringan kereta api dan stasiun adalah Public utility karenanya dikelola Negara. Pemanfaatannya Seperti juga UU No 23/2007 PerkeretaApian prinsip multi operator dan multi investor untuk pengelolaan sarana dilakukan dgn sangat baik disini. Ada lebih 20 operator kereta api disini Salam

Advertisements