Harry Santosa – Millenial Learning Center
November 25, 2016 ·

Anak memang tidak diciptakan untuk bermain, mereka diciptakan dengan seperangkat potensi fitrah tentu agar kelak memiliki peran peradaban terbaik sesuai fitrahnya itu dengan adab yang mulia sehingga mampu menebar rahmat bagi semesta (rahmatan lil alamin) dan memberi kabar gembira serta peringatan (bashiro wa nadziro).

Namun bagi anak usia dini, bermain adalah awal dari menjalani peran peradabannya itu, melalui interaksi fitrahnya dengan beragam pengalaman membahagiakan bersama orangtua, alam dan kehidupan nyata, justru inilah juga awal menumbuhkan semua aspek fitrah sekaligus mengkonstruksi adabnya.

Dalam bermain ada belajar dan bernalar, ada keimanan, ada bakat dan kepemimpinan, ada seksualitas dan cinta, ada estetika dan bahasa, ada fisik dan kesehatan, ada individualitas dan sosialitas dsbnya.

Adab sering dikaitkan dengan disiplin orang dewasa dan sering dibenturkan dengan fitrah anak usia dini sehingga justru berpeluang bisa menyimpangkan fitrahnya. Apakah pupuk dan mata air adab dapat diberikan banyak banyak pada benih fitrah yang belum tumbuh indah? Hati hati memberi pupuk dan air pada benih yang baru tumbuh merekah.

Menurut Prof. Naquib al-Attas, adab adalah “pengenalan serta pengakuan akan hak keadaan sesuatu dan kedudukan seseorang, dalam rencana susunan berperingkat martabat dan derajat, yang merupakan suatu hakikat yang berlaku dalam tabiat semesta.”

Perhatikan bahwa pendidikan adab amat memperhatikan hak, tahapan, martabat, derajat, tabiat atau fitrah manusia.

Allahlah Murobby sejati anak anak kita, Dialah yang paling tahu fitrah manusia, maka bershabarlah dalam mengAdabkan anak, sebagaimana Allah SWT baru menyuruh menyampaikan Adab sebagai “perintah” (order) ketika anak berusia 7 tahun, yaitu Sholat.

Sholat adalah Adab kepada Allah, Sang Maha Pengatur, diperintahkan kepada orangtua agar menyuruh anaknya sholat di usia 7 tahun bukan sejak dini. Apa hikmahnya?

Ketika bicara anak, pastikan mereka ada di rentang usia berapa, apakah usia 0-2 tahun, usia 3 -6 tahun, usia 7-10 tahun, atau usia 11-14 tahun. Tiap tahap berbeda penekanan dan pendekatannya. Usia 15 tahun ke atas bukanlah masa anak anak lagi.

Adab sebagai perintah hendaknya dimulai pada usia 7 tahun, namun pada usia dini, Adab disampaikan bukan dengan perintah namun dengan keteladanan dan suasana keshalihan yang berkesan mendalam, membahagiakan dan memunculkan imaji imaji keindahan tentang Allah, Islam, Rasulullah, Alam dan Kehidupan dstnya. Ada banyak hadits yang meminta untuk berhati hati mendidik pada usia dini dan fokus membangkitkan imaji imaji positif.

Membacakan kisah kisah indah dalam al Quran, mengimajikan kehebatan Allah sampai anak takjub, mengimajikan keindahan syurga sampai anak menetes liurnya, mengimajikan indahnya akhlak Nabi SAW dan Sahabatnya sampai terkagum kagum terbawa mimpi, sampai bermain kuda kudaan bersama ayah dengan menyenangkan sampai terbangun kelekatan yang dalam dstnya, inilah metode menumbuhkan fitrahnya sekaligus mengadabkan anak usia dini. Ini selaras dengan menumbuhkan fitrah keimanan dan semua aspek fitrah lainnya termasuk fitrah perkembangannya.

Sesungguhnya anak usia dini yang tumbuh fitrahnya dengan baik dalam bentuk antusias dan gairah kepada kebenaran atau alHaq maka mereka akan dengan suka cita menyambut perintah Sholat dan perintah Adab lainnya sejak usia 7 tahun.

Kaidah dalam pendidikan anak adalah bahwa anak anak yang dituntaskan haknya ketika usia dini, maka mereka akan menunaikan kewajibannya setelah usia dini. Begitupula anak anak yang dituntaskan haknya ketika masa anak anak, maka mereka akan menunaikan kewajibannya ketika dewasa.

Jadi anak yang direnggut haknya untuk bahagia sesuai masa anak anaknya dengan alasan apapun, maka kelak kita akan jumpai orang dewasa yang kekanak kanakan. Maka pahami hak hak anak sebelum bicara kewajibannya sebagaimana Allah Yang Maha Tahu mendahulukan hak anak.

Jangan tergesa melihat anak beradab ketika masa usia dini sehingga membuat mereka justru kelak menjadi biadab ketika dewasa.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s