Harry Santosa – Millenial Learning Center
Nov 23, 2016

Ah sudah diduga, mindset para menteri persekolahan itu pasti menambah jam belajar, menambah jam mengajar dan kini menambah biaya operasional dengan meminta donasi orangtua dan lembaga. Isi kepala mereka adalah “deficit based” bukan “strengths based.

Ah mereka memang selalu begitu sejak 100 tahun terakhir, melihat masalah maka solusinya adalah menambal masalah dengan masalah baru. Mereka mirip sebuah forum Lawak, “menyelesaikan masalah tanpa solusi”. Problem based bukan potential based.

Sudah hafal kan? Para perancang program persekolahan itu “come up” dengan kacamata penjajah, datang dengan nafsu intervensi membawa serenceng program buatan pakar mereka sendiri untuk “menolong” bukan untuk “menguatkan” kearifan yang ada lalu merancang program bersama.

Ah mereka itu seperti tuan “meneer”, kebanyakan makan bangku sekolah kolonial. Mereka melihat para orangtua dan masyarakat semua nya bodoh dan lemah kecuali jika mengikuti program sekolah. Jadi agar tak bodoh dan tak lemah maka menghambalah kepada sekolah.

Hai pak Menteri Persekolahan serta orang pintar di sekitarmu, lihatlah ada potensi hebat yang bisa dilibatkan untuk mendidik generasi, yaitu orangtua dan komunitas. Buang jauh jauh fikiran bahwa mereka bodoh dan lemah, yang hanya bisa menitip anak dan menitip uang donasi.

Berhentilah menjadi penjajah dunia pendidikan berkulit sawo matang. Berdayakan para orangtua dan komunitas beserta kearifan kearifannya untuk terlibat penuh mendidik anak anak mereka sendiri.

Ah sayang, menteri persekolahan dan jajarannya bukan sedang membangun peradaban, mereka cuma sedang mempertahankan kekuasaan.

Sudahlah para orangtua dan komunitas, berhentilah berharap menunggu ilusi persekolahan, keluarlah dari lingkar yang diluar kendalimu, yang engkau cuma bisa protes dan frustasi serta stress. Sibuklah pada lingkar kendalimu (circle of control). Jadilah orangtua dan komunitas yang berani kembali kepada kesejatian fitrah perannya.

Jika cahaya mu melebar maka masalah dan kegelapan duniamu sekitarmu juga kan selesai.

Mari bangun peradabanmu sendiri dengan mendidik secara berjamaah anak anak kita sendiri sesuai fitrah ilahi. Kita rancang dan racik kurikulum yang tepat untuk anak anak kita sendiri. Yuk bahagia menjalani dan menularkannya.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s