Anak bukan Kertas Kosong

Harry Santosa
November 19, 2016

Anak memang bukan kertas kosong (blank slate), sepakat! Namun pertanyaannya adalah kalau begitu apa isinya? Apa yang sudah diinstal dalam diri anak oleh Sang Maha Pencipta?

Cerita tentang apa yang sudah diinstal dalam diri anak, bukanlah hal yang main main, bukan juga hal yang kira kira. Ini tentang “human nature” atau “innate goodness” atau “primordial nature” dstnya yang apabila ditafsirkan salah maka akan memunculkan manusia yang tidak sesuai maksud penciptaanya. Ini juga tentang pertanyaan yang harus dijawab, untuk apa semua itu diinstal?

Di Barat, konsep “blank slate” sudah ditolak, sama halnya dengan konsep “evolusi” bahwa manusia ada karena “rangkaian kebetulan”. Namun masyarakat Barat masih menebak nebak apa sesungguhnya maksud instalasi manusia ini. Lalu apa saja yang diinstal dan apa hubungannya dengan budaya (culture) dan pengalaman (nurture).

Islam dengan jelas menyebutkan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepadaNya dan untuk menjadi Khalifah di muka bumi. Clear! Maka semua maksud instalasi “human nature” itu adalah dalam rangka manusia mencapai maksud penciptaannya itu.

Human nature dalam Islam disebut dengan Fitrah. Ini bukan bicara potensi bawaan (innate) manusia seperti bakat anak saja namun bicara tentang potensi beriman dan bertuhan atau beragama untuk menjalani peran menyempurnakan akhlak manusia, bicara potensi seksualitas untuk menjalani peran sesuai gendernya, bicara tentang potensi bernalar untuk memahami Qouliyah (ayat Kitabullah) dan Kauniyah (ayat semesta) serta peran melestarikan alam sesuai potensi alam dimana dia tinggal, bicara tentang potensi individualitas dan sosialitas untuk menjalani peran mendamaikan manusia dsbnya.

Tiada yang kebetulan dan semuanya adalah Qodarullah. Tiada yang sia sia dari ciptaan Allah. Tiada penciptaan kecuali menghendaki maksud. Tiada maksud kecuali menghendaki tugas atau peran. Dan tiada peran kecuali Allah instal potensi potensi untuk menjalani peran atau tugas itu. Itulah Fitrah, beragam potensi manusia yang Allah instal untuk menjalani perannya sesuai maksud penciptaanya.

Hanya saja manusia diberikan pilihan mau tetap di atas fitrahnya atau mau menyimpangkannya. Fitrah adalah potensi alami, tidak ada perubahan pada ciptaan (fitrah) Allah, yang ada adalah menyimpangkannya atau menguburnya. Hati hati menyebut anak bukan kertas kosong jika kita tidak memiliki rujukan Ulama dalam mengetahui apa isinya secara komprehensif

Aspek Fitrah menurut Imam Ghazali meliputi

  1. Potensi untuk Bertuhan atau Beragama untuk menjalani peran memuliakan manusia (Fitrah Keimanan)
  2. Potensi untuk Mengetahui sesuatu (Fitrah Belajar dan Bernalar)
  3. Potensi untuk Menjalani sesuatu peran yang unik (Fitrah Bakat)
  4. Potensi sesuai gendernya untuk menjalani peran sesuai gendernya (Fitrah Seksualitas)
  5. Potensi lainnya terkait manusia

Tentu saja semua semua aspek potensi fitrah itu harus dirawat dan ditumbuhkan (tarbiyah) juga dipandu dengan nilai nilai Kitabullah agar beradab (ta’dib) sehingga mencapai peran peran peradaban terbaik dengan adab termulia.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s