Fitrah Mendidik

Yustinawaty Hasibuan·
Jan 17, 2017
Sebelum mempunyai kepercayaan diri untuk mendidik anak sendiri, saya termasuk ibu yang galau, yang khawatir dengan masa depan anak saya, yang galau ingin mencetak anak yang sholeh dan sholehah, yang melakukan semua ilmu parenting yang saya ikuti yang akhirnya membuat saya semakin bingung karena antara yang satu dengan yang lain saling bertabrakan, ingin menjadi ibu yang sempurna bagi anak-anak yang justru membuat saya semakin stress karena harus berperan ganda di sektor domestik dan sektor publik, intinya dulu saya ibu yang galau.
Sekarang apakah tidak galau lagi? Alhamdulillah setelah saya renungkan dan evaluasi jalan hidup yang saya lalui selama ini saya sampai pada suatu kesimpulan bahwa kegalauan saya karena saya tidak mengenal diri saya dengan baik. Saya ingin melakukan ini, saya ingin melakukan itu, saya melihat orang lain berhasil dengan ini saya mengikuti, saat orang lain berhasil dengan cara itu saya mengikuti.
Ditengah sosial media yang marak dengan ilmu-ilmu parenting yang banyak justru kalo kita tidak punya pondasi yang kuat dan tidak tahu arah tujuan kita maka kita akan mudah terombang-ambing dengan trend yang lagi marak. Salah satu Rezeki terbesar yang harus saya syukuri ketika saya bertemu dengan konsep Fitrah Based Education. Konsep yang memberdayakan orang tua sebagai pendidik utama, yang berbasis kepada Fitrah yang telah Allah instalkan pada setiap diri manusia sejak lahir. Sangat menarik karena disini kita bersandar kepada Tuhan sebagai pemberi amanah sejati kepada kita.
Dan yang lebih menyenangkan lagi bahwa konsep ini bisa dilaksanakan oleh siapapun sepanjang memiliki komitmen untuk memberdayakan fitrah keayahbundaan yang melekat di dirinya. Tidak memandang anda harus berprofesi di ranah publik atau domestik, tidak memandang status single parents, orang tua yang bercerai, orang tua angkat, siapapun yang diamanahi untuk merawat dan mendidik anak-anak bisa melakukan ini konsep fitrah based education ini.
Tahun pertama saya mencoba konsep ini dengan try and error. Mencoba menerapkan dengan pemahaman, dengan penalaran dengan penafsiran saya sendiri. Intinya saya harus memulai dan memulai. Masalah hasilnya serahkan kepada Allah SWT.
Tahun kedua kami mulai merumuskan dengan lebih baik setelah berdiskusi langung dengan beberapa guru yang bersedia berbagi ilmu untuk memberdayakan kami sebagai orang tua, bukan yang membuat kami tergantung dengan orang lain atas nama profesi pendidik. Pada level ini kami sudah sangat percaya diri bahwa kami adalah sebaik-baik pendidik bagi anak kami dengan tidak menafikan peran orang-orang disekitar yang mempunyai visi dan tujuan yang sama. Tapi kontrol pendidikan ada di tangan kami sebagai orang tua. Kami menjadi orang tua yang mandiri, tidak mudah terpengaruh dengan apapun yang terjadi di sekitar kami, karena kami mempunyai misi pendidikan keluarga sendiri.
Alhamdulillah fitrah mendidik kami sebagai orang tua tumbuh dengan baik tatkala kami berusaha mendidik anak-anak kami sesuai dengan fitrah mereka. Alhamdulillah seandainya semakin banyak orang tua dan keluarga yang mengenal Fitrah Based Education ini. Jangan takut untuk mandiri dalam pendidikan anak karena sejatinya kita yang lebih memahami anak-anak kita. Intinya belajar terus menjadi orang tua, mengenal diri sendiri, rajin-rajin diskusi dengan teman-teman, evaluasi, dan terakhir berdoa.
Hidup terasa sangat indah dan selalu bersyukur jika kita tahu siapa kita, tujuan kita dan peran hidup kita.
Terima kasih khusus untuk guru-guru kehidupan kami Pak Harry Santosa, Abah Rama Royani Ust Adriano Rusfi yang membantu memberdayakan kami sebagai orang tua dan meyakinkan serta menumbuhkan kepercayaan diri kami menjadi ayah bunda pendidik sejati anak-anak kami.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s