Harry Santosa – Millenial Learning Center
November 3, 2016

Modernisme di Barat memang telah kehilangan dukungannya. Barat kini bergerak ke Post Modernisme. Sistem Persekolahan Modern ala pabrik yang menyeragamkan sudah ditinggalkan, berganti menjadi sistem persekolahan posmo yang lebih “humanis”. Mereka menyebut gerakan ini dengan education reform (reformasi pendidikan) yang tentu saja segera diikuti oleh bangsa Asia dstnya.

Persekolahan Modern yang dahulu amat beraroma mekanistik dan robotik, kini mengalami reformasi menjadi amat menghargai humanistik. Pendekatan “Deficit based” yang melihat gap kelemahan lalu menambalnya atau diisi banyak banyak, bergeser menjadi pendekatan “Strength based” yang fokus pada potensi kekuatan manusia.

Outcome pendidikan selama ini berupa “Human Doing” dan “Human Thinking” disadari ternyata amat merusak alam, kehidupan dan kemanusiaan itu sendiri, sehingga diyakini harus lebih bermakna menjadi “Human Being”. Gelombang yang menyerukan agar manusia hidup lebih bermakna (meaningfull dan mindfull) menjadi arus baru paska modernisme atau post modernisme.

Namun sayangnya di Barat, semangat melahirkan “human being” dalam reformasi pendidikannya, baru sebatas “Brain based” dan “Strength based” semata. Human being dimaknakan sebagai manusia yang lebih dihargai kecerdasan personalnya dan dihargai bakat personalnya.

Dalam tataran praktek kecerdasan personal ini disebut “brain based” (mindfull) dan bakat personalnya disebut “strength based” (meaningfull).

Dalam kaitan dengan otak, ada juga yang menggunakan pendekatan Neuro Science dsbnya. Dalam psikologi post modernisme perubahan perilaku masih diawali dengan utak atik otak atau utak atik bakat.

Kecerdasan personal biasamya menggunakan pemetaan Multiple Intelligence buatan Howard Gardner, yang tidak lagi melihat kecerdasan sebagai “si bodoh” dan “si jenius”, tetapi didiversifikasi menjadi lebih banyak kecerdasan.

Sementara untuk bakat personal biasanya menggunakan pemetaan bakat dari Gallup yang mengembangkan psikologi positif dari Martin Selignman.

Dalam Islam, sistem pendidikan memang untuk melahirkan “human being” (insan kamil) yang berangkat dari potensi bawaan personal dari manusia yaitu human nature atau fitrah.

Namun fitrah manusia bukan hanya tentang kecerdasan bawaan dan bakat bawaan, tetapi meliputi juga keimanan bawaan, keindahan bawaan, seksualitas bawaan, ego dan sosial bawaan, termasuk fisik dan kesehatan bawaan serta sunnatullah perkembangan manusia. Perilaku manusia didrive oleh semuanya terutama terkait kejiwaan.

Buat apa kecerdasan dilejitkan, bakat ditajamkan namun seksualitas menyimpang sehingga menjadi homo, keimanan berantakan menjadi sekular, estetika terabaikan menjadi merusak keharmonian, sosialitas tak berkembang sehingga merusak kehidupan dstnya.

Dalam pendidikan karakter, semua potensi bawaan inilah sebenarnya juga merupakan karakter bawaan (innate goodness character) karena melekat dengan personaliti manusia yang kelak menjadi peran peran terbaik manusia.

Dalam pandangan pendidikan berbasis fitrah, semuanya mengandung makna spiritual bukan material, bahwa manusia hadir di muka bumi memiliki maksud penciptaan sehingga Allah memberikan mereka tugas dan peran baik spesifik maupun universal dalam rangka memenuhi maksud penciptaan.

Untuk menjalani tugas dan peran penciptaan itulah Allah memberikan 2 bekal, yang pertama adalah Fitrah dan yang kedua adalah Kitabullah. Fitrah adalah potensi potensi bawaan meliputi keimanan, bakat, seksualitas, nalar dstnya. Kitabullah yang akan memandu Fitrah ini sehingga menjadi terarah dan beradab.

Jika dikaitkan dengan maksud agar menjadi Khalifah Allah di muka bumi yang tidak merusak alam dan tidak menumpahkan darah maka ada 2 bekal lagi yang harus diinteraksikan dengan bekal personal, yaitu Alam dan Kehidupan.

Maka pendidikan peradaban adalah mentransformasi semua potensi manusia, alam dan kehidupan dipandu oleh Kitabullah sehingga menjadi peran peran peradaban terbaik dengan adab mulia.

Salam Pendidikan Peradaban
#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s